Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Pulang Kerumah


__ADS_3

Kini mereka pulang kerumah dengan wajah kusut, Steve lemas karena pembobolan gawang yang gagal, sedangkan Ellen cemberut karena sikap Steve yang aneh.


Setelah selesai sarapan pagi Steve dan Ellen langsung check out untuk pulang, menjalankan mobil nya Steve melaju ke arah rumah milik nya.


" Tunggu ini kenapa arah kerumah mu?" Tanya Ellen sambil menatap ke arah Steve.


" Hmmm.." sahut Steve sambil fokus menyetir.


" Antarkan aku pulang!" pinta Ellen.


Melirik ke arah Ellen sekilas rasa nya Steve ingin tertawa terbahak-bahak tapi ia urungkan. " Kamu lupa sayang kalo kita ini Uda nikah N-I-K-A-H nikah."


" Astaga bisa-bisanya aku melupakan hal itu." Ellen menepuk jidat nya.


Menempuh perjalan lumayan lama akhirnya mereka sampai di halaman rumah, turun dari mobil mereka sudah di sambut oleh semua orang di sana.

__ADS_1


" Wah wah wah pengantin baru rupa nya baru ingat rumah." Ledek Risya untuk menggoda adik serta adik ipar nya.


" Diam kau." Steve berdecak sebal melihat dengan tingkah Kaka nya yang tak pernah bosan mengganggu diri nya.


" Lah ko baru datang sudah marah, llen kau apakan adik ku hingga muka nya bak baju kusut?" Risya tersenyum miring dia makin semangat untuk mengganggu adik nya.


Di jawab dengan gelengan oleh Ellen karena Ellen pun gak tau Steve kenapa, karena di sepanjang perjalanan Steve lebih banyak diam.


" Ahhh ku tau pasti kau belum mencelup celup kan? hayooooo." Risya semakin gemas untuk menggoda adik nya.


" Dasar mulut gak ada akhlak." Steve semakin kesal menghadapi Kakak nya yang bak petasan banting itu, Steve berlalu untuk pergi ke kamar karena ingin merebahkan badan nya, baru juga dia jalan beberapa langkah dia lupa jika Ellen masih berdiri di belakang nya yang seperti patung, berbalik badan dia langsung menarik tangan Ellen untuk ke kamar karena jika lama-lama berada di sini akan membuat kepala nya pusing.


Meninggalkan Risya di lantai bawah, Steve langsung masuk kamar tampa banyak berbicara dan langsung mengunci kamar.


Ellen begitu kaget ketika masuk kamar Steve, karena ini baru pertama kali nya ia masuk kamar suami nya kamar yang begitu rapih dan photo-photo Steve yang terpajang rapih.

__ADS_1


" Kenapa? aku tampan bukan?" Celetuk Steve dengan seribu kepedean nya.


" Ishh kau itu terlalu percaya diri." Sahut Ellen dengan ketus.


" Percaya diri di depan istri sendiri itu tidak masalah." Sahut Steve kembali sambil merebahkan badan nya di kasur miliknya yang berukuran king size.


" Kemarilah aku ingin tidur sambil memeluk mu." Steve menepuk bantal yang berada di sebelahnya.


" Euhh tapi, aku ingin_" belum kunjung selesai Ellen berbicara sudah di tarik oleh Steve dan bertumpu jatuh di atas badan Steve.


Kedua nya saling pandang serasa sedang mimpi jika mereka Sekarang sudah menjadi sepasang suami istri, perjalanan cinta yang begitu sulit mereka lewati banyak godaan dan permasalahan yang harus mereka lewati dan Ellen berharap keputusan nya sekarang tidak salah.


" Jangan memandang ku tar kamu makin jatuh cinta padaku." Steve membuyarkan pandangan Ellen.


" Sialan kau." Ellen bangkit dari atas badan Steve dan merebahkan badan nya di sebelah Steve.

__ADS_1


" Aku menginginkan mu." Steve berbisik di telinga Ellen hingga membuat Ellen melotot tajam, bagaimana tidak kaget ini siang bolong mana ada orang melakukan hal surga di siang hari rasa nya aneh sekali, menurut artikel yang pernah Ellen baca jika suami istri akan bercumbu di malam hari.


" Kenapa kau melihat ku seperti ingin memangsa ku." Steve sangat gemas menggoda istri nya itu.


__ADS_2