
Menatap punggung Leon yang hampir tidak terlihat membuat Livia menghela napas nya, dia tidak bisa bayangkan bagaimana kecewa Lea pada diri nya atas semua yang terjadi sekarang. Menghampiri suami nya Livia ingin berbicara.
" Ini gimana? kita harus menyelesaikan nya baik-baik karena aku tidak mau hubungan ku dengan adik ku menjadi pecah belah." ucap Livia pada suami nya.
" Tenanglah aku akan menyelesaikan nya, aku yakin semua akan baik-baik saja." Jimmy mengusap punggung istri nya.
-
" Bagaimana kata Jimmy dan Livia? " Tanya Lea pada suami nya yang baru datang.
" Mereka hanya berkata euhhhh, ah sudahlah aku malas membahas." duduk di sofa Leon merebahkan badan nya sambil menghembuskan napas. " apakah putri ku ada menelpon aku sangat merindukan putriku, pasti Sekarang dia amat sedih."
" Tidak ada mungkin putri kita masih membutuhkan waktu untuk menenangkan hati nya." Sahut Lea. Dan Leon pun memilih pamit untuk keruang kerja nya.
-
-
-
-
__ADS_1
Dua Minggu kemudian
Seharus nya hari ini adalah hari pernikahan Ellen dan Steve tapi sayang nya semua rencana itu gagal karena kejadian perselingkuhan tiga Minggu lalu, Ellen sudah memberikan Steve kesempatan tapi Steve malah menyepelekan kesempatan itu, setelah di tinggal intan dan di beri kesempatan oleh Ellen Steve ketahuan pergi dengan seorang wanita dan entah siapa lagi wanita itu, setelah tau hal itu Ellen memilih diam membiarkan Steve kemana dia ingin membawa jalan hidup nya.
Mengetahui jika Steve memiliki wanita lain, Ellen memilih pergi dari negara L Tampa ada orang yang tau selain orangtua nya, Ellen ingin menjalani hidup nya dengan tenang dan ingin melupakan semua yang sudah terjadi pada diri nya.
Kini Ellen sedang duduk di sebuah tepian kolam renang sambil menggoyah-goyahkan air kolam itu dengan tangan nya.
" Nona apakah nona tidak ingin makan siang?" Vivi menghampiri Ellen yang terlihat sedang duduk.
Menggelengkan kepalanya Ellen melirik ke arah Vivi, kini Ellen menjadi lebih pendiam berbicara pun seperlu nya. tapi Vivi mengerti akan hal itu Setelah mendapat gelengan dari Ellen Vivi pun memilih pamit masuk lagi ke dalam karena masih ada kerjaan yang harus di selesaikan.
-
-
-
" Tolong uncle katakan pada ku di mana Ellen Sekarang, aku menyesal telah menyakiti nya aku ingin minta maaf atas semua kesalahanku." ucap Steve sambil berlutut di hadapan Leon dan Lea,
" Sudah kubilang lupakan putri ku dan kau pergi dari rumah ku." Ucap Leon dengan sangat keras.
__ADS_1
Leon tak menyangka Steve berani menyusul nya ke negara A hanya untuk menanyakan Ellen, jelas Leon tidak akan mengatakan kepada siapa pun di mana sekarang putri nya.
" onty tolong aku, beri aku kesempatan untuk bertemu dengan Ellen." tapi tak ada gubrisan dari Lea.
" Semua sudah terlambat aku harap kau pergi Sekarang."
Steve menggelengkan kepalanya dia tidak akan pergi sebelum mendapat jawaban.
" Penjaga bawa dia keluar saya tidak punya waktu untuk meladeni nya." Leon menyuruh 5 penjaga nya untuk menyeret Steve keluar.
" Uncle aku mohon." pinta Steve.
Brugh
Sebuah hantaman mendarat di wajah Steve tidak lain tidak bukan Leon yang melakukan nya karena Leon sangat muak dengan Steve.
" Aku tidak akan membiarkan pria brengsek seperti mu untuk menyakiti hati putri ku lagi, aku yang merawat nya hingga dia menjadi orang hebat dan kau lelaki brengsek berani menyakiti nya." Batin Leon berkata.
Setelah di paksa untuk pergi akhirnya Steve pergi untuk pulang kerumah milik orangtua nya.
" Arkhhhh sialan." memukul kemudi stirnya karena prustasi. " Ellen mau di mana sekarang?."
__ADS_1