
" Hah apa? Kamu ingin melamar Ellen? apa kau tidak salah dia sepupu mu." Jimmy menohok saat mendengar perkataan Steve yang ingin melamar Ellen.
" Iya dad, aku mencintai nya dan kami sudah berpacaran selama 1.5 Tahun sekarang, aku mohon restui kami." Pinta Steve sambil memohon.
" Tidak, aku tidak setuju umur mu saja baru 20 tahun dan kau harus nya fokus kuliah dan anak cabang di Jakarta." Jimmy kembali berkata.
" Dad aku mohon, aku rela melakukan apa pun asal Daddy merestui aku dan Ellen." Memasang muka memelas dan memohon agar Jimmy memberikan restu pada nya.
-
-
Setelah pembicaraan nya tadi dengan Steve Jimmy menimbang-nimbang permintaan anak nya itu, karena Jimmy tak ingin anak nya terlalu cepat mengambil keputusan.
Dari seberang sana terdengar suara wanita yang kaget dan terkejut " What? apa kau tidak sedang gila, kenapa kau secepat itu, harus nya aku yang lebih dulu dan bukan diri mu." ketus Risya karena kesal dengan adik tak berotak nya itu, bisa-bisanya dia berkata ingin segera menikah sedangkan diri nya masih sibuk bekerja.
" Yes mana pernah aku bercanda dengan itu, ayolah bantu aku berbicara dengan dad agar dad merestui ku." Steve merayu kakak nya agar bisa membantu diri nya dengan masalah Sekarang.
" Tidak mau, kau sendiri saja kau yang ingin menikah jadi kau saja yang berjuang." mana mungkin Risya membantu adik nya dengan hal ini.
" Aku akan memberi kan tas mahal untuk mu." Steve masih merayu Risya dengan berbagai cara tapi hasil nya Nihil.
" Kau pikir aku akan tertarik, aku tidak akan kekurangan uang untuk membeli tas bahkan saham kau saja hanya 40 persen dan sisa nya aku." Risya tersenyum sinis dan langsung mematikan sambungan telpon nya.
__ADS_1
" Sial, bisa bisa nya kak Risya menolak permohonan ku." Mengumpat dengan kesal Steve memilih tidur karena merasa badan nya sangat lelah.
-
-
-
" Pagi Steve." Sapa Livia.
" Pagi moms, pagi dad." Dan hanya di jawab anggukan oleh Jimmy.
Steve duduk untuk menikmati sarapan nya tapi terjeda karena Jimmy berdeham dan berbicara " Daddy sudah memikirkan permohonan mu dan sudah mempertimbangkan nya."
" Ya dan kau kapan ingin melamar dia, atur saja waktu nya Daddy akan ikut menurut mu saja."
" Secepat nya dad, lebih cepat lebih baik." Sahut Steve.
Jimmy meninggalkan putra dan istrinya karena ingin bersiap berangkat ke kantor, dan apa yang terjadi dengan Steve? Jangan tanya lagi, kini Steve seperti orang gila tersenyum sendiri dan bernyanyi sendiri sehingga membuat semua para pelayan heran.
Steve langsung menelpon kekasih nya berniat ingin memberi tau kabar bahagia ini karena Steve tidak sabar akan bertunangan dengan wanita yang begitu ia cintai. " Halo sayang, kau sedang apa? apa kau bekerja hari ini?."
" Aku Sedang di..." Belum juga Ellen meneruskan perkataannya sudah terpotong oleh suara pria yang akan mengajak nya pergi mengelilingi Negara A.
__ADS_1
" Ellen jadikah kita berangkat sekarang." Dia tidak sabar ingin melihat wajah bahagia Ellen ketika keliling Negara A.
Ellen menengok ke arah belakang " Ah iya ayo, tunggu sebentar ya." ucap Ellen." Yang di jawab anggukan oleh Pria itu.
" Steve sudah dulu ya aku ingin pergi." Ellen langsung menutup telpon nya.
" Halo, halo Ellen, sayang." Sial sepertinya Ellen akan pergi dengan... Steve berhenti dengan ucapan nya karena seperti mengenali suara itu. " Dion, ya pasti itu suara pria itu untuk apa dia mengajak Ellen pergi." Steve bergumam sendiri dan berubah menjadi kesal. " Sial, aku harus secepatnya melamar Ellen agar dia cepat menjadi milik ku." ya Steve akan meminta pada Daddy nya untuk mempercepat pertunangan nya.
Di Negara A
Ellen sedang menikmati keindahan kota A sampai dia tidak bisa berkata-kata, Dion sangat bahagia dengan itu wanita yang begitu cantik dan manis menurut nya.
" Andai kau milik ku, mungkin aku pria satu-satunya yang beruntung memiliki mu." Gumam hati Dion. " tapi Dion sadar Ellen sudah memiliki Steve yang begitu mencintai nya."
" Dion, Dion are you okay?" Ellen melihat Dion yang sedang melamun membuat lamunan Dion membuyar. " Kau kenapa aku panggil-panggil tapi tak menyahut? apa ada yang kau pikirkan?" Tanya nya.
" Hah apa tadi, tidak-tidak aku hanya sedang mengingat masa kecil ku saja." sahut Dion.
" Oh begitu." hanya di jawab anggukan oleh Ellen karena Ellen kembali menikmati keindahan Negara A.
🍂Guys jangan lupa follow aku, like dan komen karya aku cuma itu ko yang Ric mau😂
🍂Jangan lupa follow IG aku juga kalian bisa cari snow_flakes 5988 untuk yang punya IG aja ya tapi Ric gak maksa ko🤣cuma malak aja🙊
__ADS_1