
Setelah mengantar Dion ke rumah nya Ellen memilih pergi ke kantor karena hampir sebulan dia tidak mengunjungi kantor perusahaan milik Daddy nya, sekarang dia bisa kembali bekerja karena Dion di rawat Di Rumah nya bukan di rumah sakit lagi jadi membuat Ellen agak sedikit tenang.
" Vivi Mana saja berkas yang harus aku periksa." Tanya Ellen pada sang asisten.
" Ini Nona ada 15 berkas yang harus Nona Periksa dan tanda tangani." ucap Vivi.
" kenapa banyak sekali sampai 15 berkas." sahut Ellen dengan keluh.
" Maaf nona ini semua berkas yang tertunda selama nona tidak masuk kerja." jawab Vivi dengan pelan.
" huuhhhh " Ellen menghembuskan napas nya dengan kasar dia menyadari karena selama hampir sebulan ini dia sibuk menjaga Dion sampai melupakan pekerjaan nya.
setelah 2 jam Ellen terduduk dari kursi kerja nya kini dia sudah selesai dan tak terasa waktu sudah jam 7 malam Ellen siap-siap untuk pulang karena pasti Daddy dan mommy nya sedang menunggu di rumah, setelah menempuh 1 jam dari kantor nya Ellen pun sampai di rumah dan ternyata benar dugaan nya jika sang daddy dan mommy sedang menunggu di ruang meja makan.
" Sayang anak Daddy sudah selesai kerja nya?" tanya Leon pada putri nya.
" iya Dad huuuhhh tadi banyak sekali berkas yang harus aku periksa karena aku tak masuk kerja." sahut Ellen.
" hehehe sini duduk dulu Daddy sudah menunggumu." Lea mengajak putri nya untuk makan malam terlebih dahulu.
" aku ingin membersihkan badan dulu mom, Daddy dan mommy makan duluan saja." ucap Ellen.
__ADS_1
" ya sudah kalo gitu tapi kamu jangan lupa untuk makan malam ya." ucap sang daddy.
" ok, dahhh mommy dahh Daddy." Ellen berucap sembari menaiki anak tangga.
" dahhh sayang." ucap Lea dan Leon secara bersamaan.
lalu Lea dan Leon melanjutkan makan malam nya berdua karena yang di tunggu ternyata ingin mandi terlebih dahulu.
di kamarnya Ellen sedang menikmati air hangat yang ia isi di bathtub Ellen terus saja memandangi langit-langit kamar mandi dia memikirkan bagaimana hubungan nya dengan Steve, karena semakin kesini hubungan nya semakin ricuh sebentar bukan Ellen tak peduli pada Steve tapi di kondisi nya sekarang Ellen sedang malas untuk membahas soal itu, di satu sisi hubungan nya dengan Steve tidak ada yang tau satu orang pun di sisi lainnya Ellen merasa harus tanggung jawab dengan apa yang terjadi pada Dion sekarang.
setelah selesai membersihkan badan Ellen merebahkan badan nya di tempat tidur dan ternyata dia malah ketiduran, di luar Lea sedang mengetuk pintu kamar putri nya.
Lea Memutari memori pikiran nya 22 Tahun silam lalu di mana Ellen selalu di jaga ketat oleh Daddy nya, apa yang Ellen inginkan pasti Leon akan mengabulkan nya Leon tak pernah melepaskan genggaman tangan mungil milik putri nya, dulu ketika Ellen di lahirkan Sang suami begitu antusias dan menangis karena bahagia mendengar suara tangis Ellen yang menurut nya begitu merdu, ketika Ellen umur 1 Tahun dia sedang bermain bersama pengasuh nya dan tiba-tiba Ellen menangis karena lutut nya lecet Leon pun langsung memecat sang pengasuh karena menurut nya sang pengasuh tidak becus merawat putri nya, dari situ Leon selalu membawa kemana pun Ellen pergi tugas sang pengasuh paling hanya menyiapkan susu dan kebutuhan saja, setelah selesai memutari memori nya Lea beranjak bangun menyelimuti putri nya lalu keluar dari dalam kamar.
Ketika sedang menikmati tidur Ellen bermimpi bertemu Steve lalu melihat Steve dengan wajah menyebalkan nya Ellen merasa heran dengan sikap Steve dan Steve perlahan hilang terhalang kabut " Steve Steve Steve kamu di mana Steveeeeeee jangan pergi jangan tinggalkan aku, Stev....." Teriak Ellen dengan kencang karena terbangun memimpikan Steve yang pergi terhalang kabut dan entah mau kemana dia, dan Ellen memikirkan mimpi yang barusan mengganggu tidur nya " pertanda apakah ini???" gumam Ellen.
Ketika melihat layar ponsel nya ternyata jam masih menunjukkan pukul 2 malam Ellen menghembuskan napas nya lalu berniat melanjutkan tidur nya, tapi mimpi tadi terus terbayang-bayang di pikiran nya.
" sialan kenapa aku jadi tidak bisa tidur huuhhh." lama Ellen berusaha memejamkan mata nya kembali akhirnya tertidur lagi.
Pagi hari...
__ADS_1
Ellen bangun seperti biasa jam 6 atau setengah 7 dia berniat untuk mandi setelah selesai mandi dia memoles wajah nya dengan sedikit bedak dan lipstik lalu menuruni anak tangga dan di situ sudah ada Leon dan istrinya.
" pagi moms pagi dad." sapa Ellen seperti biasa di pagi hari.
" pagi juga sayang." sahut Leon dan Lea secara bersamaan.
" seperti nya anak Daddy tidur dengan nyenyak sampai lupa makan malam." Leon terkekeh kecil.
Ellen menyeringai tipis memperlihatkan gigi nya, " ya begitulah dad." sahut Ellen.
" bagaimana pekerjaan mu sayang." tanya Lea pada Putri nya.
" baik-baik aja moms kemaren hanya kelelahan saja karena aku kemaren mengecek 15 berkas dari para investor yang tertunda." sahut Ellen sambil menyuapi sarapan nya ke dalam mulut.
" hihihi kamu tidak perlu mengecek semua nya jika cape." ucap Leon karena Leon juga tak ingin putri nya kelelahan, menurut Leon kerja sewajarnya saja karena kita punya batas kemampuan, berlebihan pun tidak baik.
setelah selesai sarapan Ellen pamit lebih dulu pergi ke kantor di sepanjang perjalanan Ellen sibuk dengan ponsel nya entah sedang apa dia? dan ternyata Ellen sedang membalas pesan yang di kirim Steve, walaupun hubungan nya sering ricuh tapi kedua nya tak pernah putus kontek sekali pun.
sesampai nya di kantor Ellen langsung di sambut oleh para karyawan yang berada di lantai 1 Ellen sangat ramah sekali pada karyawan nya, dia tidak menyombongkan perusahaan milik orangtua nya walaupun dia putri satu-satunya dan yang sudah pasti akan menjadi pewaris satu-satunya putri dari Leon Mhaverix seorang pengusaha properti yang terkenal dan properti nya sudah berada di 5 Negara.
Ellen terus fokus pada layar komputer nya jari jemari nya sangat lihai menyentuh keyboard, rencana nya Ellen hari ini akan makan siang bersama kolega dari perusahaan sama terkenal nya seperti perusahaan Daddy nya, setelah bertemu kolega Ellen berniat untuk pulang mampir ke rumah Dion terlebih dahulu karena Ellen menjadwal waktu nya jika dari pagi sampai siang dia akan di sibuk kan di kantor, dan jika siang sampai sore dia akan menjaga Dion lalu malam nya di jadikan untuk istirahat.
__ADS_1