
Setiap hari Steve mendatangi rumah Ellen agar bisa di beri kesempatan bahkan sampai berlutut di hadapan Ellen agar semua kesalahannya di maafkan.
" Aku mohon beri aku kesempatan, aku janji akan menebus semua kesalahanku agar bisa lagi bersama mu."
" Tapi Steve aku gak bisa karena orangtua ku pasti tidak akan merestui kita lagi."
" Biarkan aku yang akan berbicara dengan uncle Leon dan Aunty Lea, aku janji akan meyakinkan mereka kembali!"
" Tapi_" Ellen terdiam melihat Steve yang menjatuhkan air mata nya, entah itu air mata asli atau air mata buaya, ah entahlah Ellen pun bingung.
" Jujur pada ku aku yakin di hati kecil mu pasti masih ada nama ku di sana." Steve menunjuk ke arah dada bidang milik Ellen.
Menjawab dengan gelengan, Ellen tak mau membuat Steve ke pedean, karena memang sejujurnya nama itu terus menyayat hati kecil nya.
Sudah Dua bulan Steve terus datang ke rumah Ellen meminta kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka, hingga membuat semua para pekerja di sana terheran-heran.
Steve berniat akan menemui uncle Leon yang berada di Paris, dia akan berusaha untuk meyakinkan semua nya jika dia ingin menikahi Ellen.
Dari Istanbul Steve langsung berangkat ke Paris karena ingin segera menemui Leon yang sedang mengurus bisnis nya di sana, setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam akhirnya Steve sampai di bandara Paris dan akan segera langsung ke kantor Leon.
-
-
" Mau apa kau ke sini?" Leon tersenyum miring.
__ADS_1
" Uncle aku ingin meminta ijin untuk menikahi Ellen aku ingin memperbaiki semua nya, beri aku kesempatan."
" Ck_ Kau itu sangat keras kepala, aku tidak akan mengijinkan mu untuk masuk dalam kehidupan putri ku."
" Tapi uncle kami masih saling mencintai."
" Jika aku bilang aku tidak mengijinkan, jangan pernah membantah larangan ku."
" Aku janji akan membuktikan jika aku benar-benar mencintai Ellen."
" Pergi dari sini aku tidak ingin melihat bedebah seperti mu."
Menggelengkan kepalanya Steve tak bergerak sedikit pun dari sana. sampai dia rela berlutut di hadapan Leon berkali-kali.
Leon sangat murka dengan tingkah Steve. " Pergi atau aku akan menyuruh bodyguard ku mengusir mu dari sini." sentak Leon karena sudah emosi.
Leon mengacuhkan Steve karena menurut nya percuma berbicara dengan orang yang keras kepala. " Pengawal bawa dia keluar dari ruangan ku." Teriak Leon dari dalam.
Dan empat pengawal itu pun langsung masuk ke dalam dan membawa paksa Steve untuk keluar. " Pergi anda dari sini dan jangan pernah mengganggu Tuan besar kami." ucap salah satu pengawal.
Lalu Steve memilih pergi dia berniat ingin datang menemui Lea, dia tidak putus asa untuk mengembalikan semua yang sudah lenyap sejak 2.5 tahun yang lalu.
-
-
__ADS_1
-
" Siapa." Tanya penjaga pintu gerbang utama.
" Aku ingin ketemu Aunty Lea bilang saja aku putra dari Jimmy Wijaya."
" Baik anda tunggu di luar terlebih dahulu." Dan penjaga gerbang itu pun masuk ke dalam untuk memberitahu nyonya besar nya.
Setelah mendapat ijin untuk masuk Steve melirik ke arah Lea yang sedang duduk sofa pijat.
" Steve apa kabar? tumben sekali kamu ke sini."
" Aunty, ah kabar ku baik, kabar aunty gimana? aku sengaja ke sini karena ingin_" Steve terdiam dia bingung harus memulai dari mana dulu.
" Kabar ku baik juga, oh ya kamu sama siapa ke Paris!"
" Aku sendiri, Aunty aku ingin berbicara dengan aunty."
" Berbicara soal?"
" Antara aku dan Ellen."
" Bukan kah kamu dan Ellen sudah tidak bersama sejak 2.5 tahun silam." ucap Lea.
" Iya dan aku ingin memohon pada aunty beri aku restu untuk menikahi Ellen."
__ADS_1
" Tapi_ " Lea menggelengkan kepalanya.
Lea teringat betul bagaimana terpuruk putri nya di saat itu dan memilih menghilang karena ingin berdamai dengan hal itu.