Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Semua Bahagia


__ADS_3

Karena mendengar Tuan muda nya sudah terbangun sang pelayan pun dengan cepat menuju ruangan kerja milik Freddy dan langsung mengetuk pintu setelah di persilahkan masuk sang pelayan pun langsung mengatakan " maaf tuan nyonya saya mengganggu, saya hanya ingin memberitahu jika tuan muda sudah bangun." ucap sang pelayan sambil gemetar.


Freddy dan Canice menganggukkan kepala Sambil mencerna apa yang di katakan sang pelayan barusan karena masih belum paham, setelah beberapa menit Freddy langsung terlonjak hingga membuat istrinya kaget " mah anak kita sudah sadar, dia sudah bangun ayo kita lihat sekarang." Freddy menarik langsung tangan istrinya.


setelah melihat Dion yang sudah terbangun dari masa koma nya selama 1 tahun perasaan bahagia menyelimuti hati Freddy dan Canice " sayang kau sudah sadar, ini benar kau sudah bangun." Canice menangis sambil memeluk putranya.


" mah, pah." dion masih tak percaya jika selama dia koma banyak membuat orang terdekat nya terluka.


" sayang kau baik-baik saja, apa ada yang sakit bilang sama mamah nak." Canice terus memeluk putra kesayangannya.


sedangkan Steve masih mematung di sana menatap dengan intens ia tak menyangka niatnya ingin membawa Ellen pulang membuat Dion terbangun, entah keajaiban apa yang Tuhan berikan, harus kah berterimakasih kepada Steve atas dirinya hingga membuat Dion sadar dari koma nya, ah sekarang semua orang sedang tertuju pada Dion.


dokter memeriksa keadaan Dion dan semua nya nampak baik, satu persatu alat yang terpasang di tubuh Dion mulai di lepaskan, dan besok Dion harus mengecek lebih lanjut keadaan nya setelah terbangun dari koma nya selama 1 Tahun ini.


setelah selesai dokter serta perawat yang menjaga Dion memilih pamit karena tugas mereka sudah selesai dan kini hanya tersisa Ellen, Steve, Canice dan Freddy.


" Mah, pah, boleh kah aku minta waktu nya, aku ingin berbicara dengan Ellen dan dia." Dion menunjuk kearah Steve.


Freddy dan Canice pun menganggukkan kepala nya lalu memilih keluar


" maaf." Steve menjeda suara nya " maafkan aku yang telah membuat hubungan kalian menjadi renggang seperti ini." ucap Dion.


" kamu tak perlu minta maaf Dion ini bukan salah mu, ini hanya salah paham di dalam hubungan kami." sahut Ellen.


" tidak, ini semua salah ku, Nama mu Steve? aku mendengar nama mu tadi waktu kalian awal berdebat aku ingin memanggil nama mu tapi suara ku tak bisa di keluarkan."


Steve mengangguk ketika nama nya di panggil " akhirnya kau terbangun juga jadi kekasih ku ini tidak perlu menjaga mu lagi." celetuk Steve dengan enteng.

__ADS_1


" Steve jaga bicara mu." Ellen sedikit meninggikan suara nya sembari melotot memberi kode agar tak bikin suasana keruh di sini.


" kenapa sayang? kau masih membela dia? yang aku katakan ada benarnya juga bukan? jika dia sudah bangun kau tak perlu susah menjaga nya lagi." Steve kembali berbicara dengan mulut Tampa filter nya.


karena melihat 2 insan yang berdebat tak ada ujung nya Dion pun menjeda perdebatan mereka " cukup, kalian jangan begini jangan karena aku membuat kalian seperti ini." Dion melirik ke arah Steve dan Ellen secara bergantian.


" Steve maafkan aku yang telah membuat diri mu cemburu seperti sekarang dan Ellen terimakasih sudah menjaga ku selama ini." ucap Dion dengan suara memohon.


karena Ellen sudah merasa kesal dengan sikap Steve dia lebih memilih mengakhiri pembicaraan nya dan bersiap untuk pulang karena waktu pun sudah sore ternyata.


-


-


-


ternyata Steve mengikuti nya pulang sesampai nya di rumah Ellen melarang Steve masuk dengan alasan karena dia pria Ellen tak ingin ada fitnah atau lainnya, lebih kebilang Ellen malas jika harus berdebat dengan Steve.


" siapa kalian berani menghalangi aku, aku hanya ingin masuk." ucap Steve dengan enteng karena sudah memaksa masuk tapi masih tidak dapat ijin.


" maaf tuan kami hanya menjalankan tugas." suara tegas sang penjaga karena sudah kesal.


Karen masih tidak dapat masuk Steve memilih pergi berniat ingin pulang ke rumah nya karena sesama nya di Negara A Steve belum istirahat dan belum menginjakkan kaki nya di rumah nya .


" huuhhhh" dengan helaan napas panjang Steve menyuruh sang supir melajukan mobil nya, lalu dia mengirim pesan pada Ellen " besok aku ingin ketemu dengan mu, aku ingin berbicara sesuatu jadi aku mohon beri aku waktu untuk berbicara." berharap dapat balasannya cepat dari sang kekasih tapi harapan itu harus terkubur dalam-dalam karena sang pemilik empu sedang menikmati aromaterapi blossom dengan air hangat yang menutupi seluruh badan nya.


setelah sampai di rumah nya Steve langsung masuk berniat ingin merebahkan badan nya karena merasa lelah belum istirahat.

__ADS_1


-


-


-


karena terlalu lama berendam Ellen baru tersadar jika ia belum memberitahu orangtua nya soal Dion, di sambar nya handuk dengan cepat lalu keluar dari bathroom mengambil handphone dan ternyata ada pesan masuk dari Steve 1 jam yang lalu tapi Ellen menghiraukan nya karena tujuan utama nya ialah menghubungkan Daddy dan mommy nya yang berada di Negara L.


setelah menunggu beberapa menit akhirnya ada suara yang menyahut " halo sayang kenapa?" tanya Lea pada putrinya.


" halo mommy aku mau ngasih tau jika Dion sudah terbangun dari koma nya." sahut Ellen.


" what really " jawab Canice dengan terkejut.


" yes! dan besok Dion akan di bawa kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut bagaimana kondisi nya."


" mommy akan beritahu Daddy mu dan kita akan langsung ke sana." sahut Lea.


Setelah selesai berbicara dengan mommy nya Ellen berlalu untuk memakai baju karena ingin makan malam.


dan di tempat lainnnya tepat nya di negara L Lea ingin pergi ke kantor suami nya karena ingin memberitahu kan kabar gembira ini, sesampai nya di kantor Lea langsung di sambut oleh para staff di sana dan di persilahkan masuk langsung.


Lea yang langsung menghampiri suami nya membuat Leon kaget terperanjat dari kursi nya " ada apa ini ko tumben datang-datang ceria begini." Leon menggoda istrinya seperti biasa yang ia lakukan.


" sayang putri kita bilang jika Dion sudah terbangun dari koma nya." ucap Lea.


Leon masih mencerna apa yang di katakan istri nya setelah beberapa saat ia baru tersadar dengan apa yang di katakan istri nya." apa? Dion sudah terbangun? benarkah? " Leon bertanya dengan bertubi-tubi.

__ADS_1


Lea menganggukan kepala nya sambil tersenyum melihat raut wajah kegembiraan dari suami nya " Ellen bilang jika besok Dion akan di periksa lebih lanjut di rumah sakit." timpal Lea.


" baiklah kita pergi kesana dan ambil keberangkatan langsung sekarang juga." karena Leon terlalu bahagia sehingga dia melupakan satu meeting nya yang akan di laksanakan 1 jam lagi.


__ADS_2