Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Pertemuan Dion dan Steve


__ADS_3

Di sebuah kota Jakarta Seorang pria sedang menikmati minuman nya di sebuah club' yang terkenal di daerah Mangga Dua. Tampa di sengaja pria itu melihat seseorang yang menurut nya kenal sedang menuntun seorang wanita dan duduk di kursi VIP. " Dia." ucap pria itu. " Benar-benar brengsek." Dan pria itu langsung menghampiri seseorang yang sedang duduk di kursi VIP.


" Kau_" Pria itu berucap dengan geram dan langsung menyeret seseorang yang dia kenal membawa nya keluar dan membuat semua orang yang ada di dalam club' merasa bingung dan heran.


" Berani sekali kau pada ku!" ucap nya.


" Jika aku tidak berani aku tidak mungkin menyeret mu dari dalam hingga keluar.


" Mau apa kau membawa ku keluar?" Tanya nya pada pria itu.


" Ingat jangan pernah kau temui lagi Ellen, kau lelaki brengsek tidak pantas mendapatkan wanita sebaik Ellen." ucap pria itu sembari nada sinis nya.


" Kau tau Ellen di mana? beritahu aku dia di mana aku ingin menemui nya." dia begitu antusias.


" Cih, kau cari saja sendiri dan ingat jangan pernah kau menyakiti dia sekali pun itu atau kau akan berurusan dengan ku." Dan pria itu pun pergi berlalu meninggalkan nya.


" Dion Alexander, kau berani bermain-main dengan ku." gumam Steve dan langsung kembali masuk ke dalam.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya wanita itu.


" Tidak, tidak." sahut Steve.


-

__ADS_1


-


Di dalam mobil Dion memukul kemudi stir nya, niatan dia pergi ke Jakarta karena ingin mencari Ellen dan hasil nya Nihil justru dia malah bertemu dengan Steve pria brengsek yang tak tau diri.


" Arkhhh, kau di mana? " Dion terus saja bermonolog.


-


-


-


-


" Sayang apa kau baik-baik saja?' Suara yang begitu lembut.


" Syukurlah, gimana hari-hari mu di sana apa menyenangkan sehingga lupa sama Daddy?" tertawa kecil Leon menggoda putri kesayangannya itu.


" Daddy, aku bukan melupakan Daddy aku hanya sibuk di sini." Bohong nya, karena sejujurnya Ellen selalu lebih menghabiskan waktu sendiri di banding bermain-main.


" Ya sudah kalo gitu, Daddy tutup dulu telfon nya karena Daddy ada meeting 15 menit lagi." Ucap Leon.


" Iya Dad, salam untuk Mommy." Dan Sambungan telfon pun mati.

__ADS_1


Ellen langsung menghampiri Vivi yang sibuk dengan laptop nya. " Vi apa kerjaan nya begitu menumpuk?"


" Tidak, ini sedikit lagi selesai."


" Biar aku bantu." Ellen pun memegang sebuah berkas yang di bungkus map coklat. " Steve." Batin nya.


Di dalam berkas itu tertulis jika Steve Wijaya mengajukan penanaman saham kepada PT. LN GROUP. " Vi kenapa dia bisa masuk dalam tanam saham di perusahaan Daddy ku?" Tanya nya karena penasaran.


" Ah iya Ellen, karena Tuan muda Steve mengajukan permohonan tanam saham, sudah tiga kali ini tadinya Tuan besar menolak hanya saja tuan muda Steve bersikeras memohon pada tuan besar agar bisa menanam saham di perusahaan LN Group." Vivi menjelaskan secara rinci dan di balas anggukan oleh Ellen.


Setelah selesai semua nya Vivi dan Ellen turun kebawah untuk makan malam yang sudah di siapkan oleh para pelayan, yang tinggal di sini hanya Vivi dan Ellen berdua saja dan para pelayan serta supir.


Ke esokan hari nya...


Entah kenapa Tiba-tiba saja Ellen ingin pergi keluar karena sudah hampir 2 bulan tak pergi ke mana-mana dan kali ini Ellen dan Vivi akan pergi ke sebuah destinasi wisata yang terkenal akan ke indahan nya, di antar oleh supir kini mereka sudah berada di sana banyak orang yang antusias menikmati ke indahan di sana dan terutama diri nya banyak orang yang datang dengan pasangan sedangkan Ellen hanya datang bertiga di temani Vivi dan sang supir.


begitu terpukau dengan suasana di sana Tampa sengaja Ellen menabrak seseorang. " ah, maaf-maaf."


" Ellen, kau Ellen Mhaverix kan!"


" Nicho?" Ellen kaget bisa bertemu dengan teman masa kuliah nya.


" Yes i'm Nicholas petter."

__ADS_1


" kau masih mengenal ku, kau sama siapa ke sini?" tanya Ellen.


" tentu saja aku masih mengenal wanita yang aku cintai dari sejak jaman SMA hingga kuliah dan hingga sekarang tapi sayang nya aku selalu di tolak oleh wanita cantik itu." Nicho tertawa terbahak-bahak. " oh ya, aku sendiri ke sini, dan kamu sama siapa ke sini." Nicho melirik ke arah Vivi dan supir.


__ADS_2