
Setelah selesai menikmati keindahan Negara A Ellen dan Dion memilih untuk pulang karena waktu sudah sore, Dion mengantarkan Ellen terlebih dahulu bergegas langsung menuju rumah Ellen setelah sampai di sana mereka sudah di sambut oleh Leon dan Lea sepasang suami istri yang memiliki sifat datar tapi hangat .
" Hay uncle, Hay onty." Sapa Dion pada kedua nya.
" Hay juga Dion, mommy kira kalian akan pulang malam." Tanya Lea sambil memandang kedua nya.
" Ah aku rasa aku sudah puas mengelilingi Negara A jadi langsung pulang." Sahut Ellen.
Hanya di jawab senyuman oleh Lea dan Leon, Ellen pamit untuk membersihkan diri dulu karena merasa lengket, dan sekarang tinggalah mereka bertiga di ruangan itu Leon pun mempersilahkan Dion untuk duduk dan nge teh dulu.
" O ya nak Dion bagaimana perkembangan kesehatan nya apa sekarang jauh lebih baik." Leon mengajak Dion untuk berbincang dan Lea adalah pendengar yang setia.
" Baik uncle, Sekarang aku bisa berjalan lagi oh ya uncle, terimakasih banyak untuk bantuan dan semua nya aku janji akan membayar semua yang uncle bantu pada ku." Dion merasa tidak enak hati karena yang banyak membantu adalah orangtua Ellen, bahkan hampir seluruh biaya nya di tanggung oleh Leon.
" Kau jangan begitu, justru saya yang harus berterimakasih karena berkat nak Dion sudah menyelamatkan putri kami satu-satunya, bagi kami uang tidak ada apa-apa nya di banding nyawa seseorang." Jelas bagi Leon lebih baik kehilangan uang nya dari pada nyawa, karena uang miliknya tidak akan habis sampai tujuh turunan.
Setelah selesai berbincang Dion pamit untuk pulang karena waktu tak terasa sudah jam 9 malam karena dia pun harus banyak istirahat mengingat baru terbangun dari koma nya.
-
-
__ADS_1
Pagi hari nya di Negara L Steve masih merasa kesal dengan suara Dion yang mengajak Ellen pergi. " Apa yang mereka lakukan? pergi kemana kah mereka?" Steve terus bergumam dan membuat otak nya kepo meronta. " Arkkhhh sial aku harus secepatnya melamar Ellen agar dia sepenuhnya milik ku, aku akan melamar dia 2 hari lagi." umpat hati Steve yang sedang kesal.
Menuruni anak tangga sudah terdapat orangtua nya di sana yang sedang duduk menunggu diri nya, Steve tersenyum kikuk ada hati yang berdebar-debar yang di rasakan nya.
" Pagi Steve." Sapa Livia hendak mengambilkan sarapan untuk putra nya.
" Pagi juga moms, pagi dad." Steve menyahut dan memberi ucapan pagi pada kedua orang yang sudah duduk di meja makan sejak tadi.
Hampir lama tak ada suara dan hening Steve pun memberanikan diri untuk memulai bicara terlebih dahulu. " hmm dad moms, aku ingin ngomong sesuatu." Steve merasa gemetar serasa sedang di ambang kematian, baru kali ini dia berbicara serius pada kedua orangtuanya.
" Hmmm, bicaralah." Sahut Jimmy.
" Kau yakin, kenapa buru-buru kita pun belum menyiapkan nya apa kau tidak tahan." Jimmy menjawab dengan nada sinis nya.
" Dad aku serius." memasang muka memelasnya agar mendapat jawaban yang ia harapkan.
" Terserah kau saja, Daddy ikut mau mu, iya kan mam?" Jimmy melirik ke arah istrinya.
" Iya Steve mommy dan Daddy hanya bisa mendukung, tapi ingat kau harus yakin dengan keputusan mu, jangan sampai kau menyakiti Ellen, dia anak yang baik dia tidak boleh kamu sia-siakan." Livia berbicara sedikit menekan.
" Benar kata mommy mu, jangan sampai kau membuat malu keluarga kita Daddy, jadi Steve kau harus menjadi lelaki yang tanggung jawab." baru kali ini Jimmy berkata sedikit lembut, biasa nya Jimmy akan emosi jika berbicara dengan Steve anak yang begitu nakal jika di nasehati seperti ingin di kirim ke rawa buaya.
__ADS_1
-
-
-
Obrolan nya tadi membuat Steve sedikit lega jadi hari besok Steve dan kedua orangtuanya akan berangkat menuju Negara A untuk mempersiapkan pertunangan.
Flashback off
Ketika waktu itu Jimmy mendengar anak nya ingin melamar anak adik ipar nya itu membuat Jimmy tak percaya, Jimmy langsung mencari benda genggam nya untuk menelpon dan memastikan soal ini benar atau tidak nya.
Dan Jimmy pun mengangguk paham setelah berbicara dengan Leon mereka hanya bisa pasrah dengan kebahagiaan anak nya, Jimmy tak menyangka anak nya bisa jatuh cinta pada sepupu nya, setelah pembicaraan itu Jimmy berbicara dan runding pada istri nya setelah semua clear Jimmy hanya bisa mengiyakan keinginan Steve.
Flashback On
Kini ketiga nya berangkat menuju Negara A dan menempuh perjalanan 9 Jam untuk sampai di Negara A dan mereka langsung di jemput oleh supir pribadi milik Jimmy dan langsung bergegas menuju rumah nya.
Hari esok nya...
Leon mengatakan jika Ellen ingin acaranya sederhana saja cukup mereka saja karena menurut Ellen diri nya tak ingin acara mewah seperti pertunangan lainnya, dan itu membuat Steve heran apa Ellen pikir uang Steve tidak akan cukup untuk acara itu, ah sudah lah dari pada pusing yang penting Steve bisa menjadi calon suami dari Ellen Mhaverix.
__ADS_1