
Setelah 1 Minggu Lama nya Tak bertemu Steve maupun Ellen, kini mereka di pertemukan di acara keluarga yaitu acara makan malam di Rumah Ellen karena atas kepulangan orangtua Steve dan Risya...Para keluarga besar sudah berkumpul dan akan memulai makan Malam dengan sangat ramai..
Leon sebagai Tuan Rumah membuka suara " Selamat malam semua nya untuk keluarga yang sudah datang di acara makan malam ini, dan saya sangat bahagia setelah lama nya tidak berkumpul akhirnya bisa berkumpul di malam ini, dengan acara ini, kita serta kan sebagai rasa syukur dan nikmat yang sudah Tuhan beri, saya tak ingin berlama-lama mari kita memulai do'a untuk kita semua." dan kini semua nya Berdo'a lalu memulai makan malam suara riuh sekali karena banyak dari mereka bagaimana perjalanan bisnis mereka..
Salah Satu keluarga bertanya pada Ellen " Ellen kapan kau akan menikah? kau putri satu-satunya kau harus mencari pria yang baik dan hebat serta menyayangi mu, seperti Daddy mu yang selalu menjaga mu." Ucap salah satu keluarga.
deg.... Ellen bingung harus menjawab apa, dia sendiri saja tak mengerti perasaan apa yang harus di Utara kan, dan sosok pria mana yang dia cintai karena semenjak kejadian dulu Ellen sangat takut untuk jatuh cinta.
Di mana dulu salah satu Teman nya hampir saja melecehkan Ellen namun Tampa di sengaja Steve melihat Ellen yang di bawa oleh pria, Steve menghajar pria bajingan itu yang sekarang entah hidup di mana dia. dulu Steve tidak mengetahui jika yang dia tolong adalah sepupu nya sendiri..
" euhhh.. aku belum terpikir onty soal nya masih ingin kerja." jawab Ellen dengan singkat karena Ellen malas membahas soal nikah.
Steve melirik ke arah Ellen Tampa memandang yang lain, entah sejak kapan wajah Ellen menjadi candu bagi nya.
setelah makan malam selesai semua nya berpamitan untuk pulang, dan tinggalah sisa Steve Risya dan orangtua nya...
" Ellen kakak pulang dulu ya, besok kamu main kerumah kakak biar Steve yang menjemput "
" ah iya kak, besok aku akan kesana dengan supir." jawab Ellen dengan cepat.
Lalu orangtua Risya berpamitan " Leon, Lea kami pamit dulu untuk pulang, ini sudah larut malam."
" iya kak ipar, Terimakasih sudah datang di acara sederhana kami, datang lah kesini lagi, jangan sungkan-sungkan."
" hahaha iya lain waktu kami akan datang, Risya Steve pamit pada uncle kalian, kita bersiap untuk pulang."
ketika orangtua mereka sedang berbincang, ternyata Ellen di tarik oleh Steve ke taman belakang, " aku akan menjemputmu besok, kau tunggu di sini, jangan pergi sebelum aku datang." ucap Steve secara tegas, seakan akan Steve tak rela jika Ellen di antar oleh sang supir, karena supir yang bekerja di rumah Ellen umur nya sangat muda dia baru berusia 30 Tahun.
" Steve kau tidak salah berbicara? untuk apa kau melarang ku, aku pergi dengan siapa itu hak ku." Tanya Ellen dengan heran.
" kau dengarkan saja apa yang aku kata kan tadi." Steve langsung pergi meninggalkan Ellen yang masih mematung di taman belakang, karena masih heran dengan sikap Steve.
" Nah itu Steve dari mana kau, mommy dan Daddy menunggu mu." ucap Risya karena kesal menunggu adik nya yang entah pergi kemana.
__ADS_1
" aku habis dari toilet." jawab Steve dengan singkat.
lalu mereka pulang karena hari sudah malam. di sepanjang jalan hanya Risya yang banyak mengobrol dengan orangtua nya, lalu Steve? jangan tanya lagi, Steve sedang memikirkan perasaan nya sendiri yang dia sendiri pun aneh.
sesampai nya di rumah Steve langsung masuk kamar, dia sekarang lebih banyak berdiam diri di rumah, dia akan pergi ketika siang, dan dia akan pulang ketika sudah sore, dan itu membuat orang yang ada di rumah terheran-heran karena sikap Steve yang berubah begitu saja.
Ke esokan hari nya... Steve mengirim pesan pada Ellen jika dia akan menjemput Ellen setelah makan siang.
Tring.. bunyi Hp Ellen setelah di liat ternyata Steve mengirim pesan lewat akun sosmed milik Ellen yang pengikut nya sudah ratusan ribu.
Steve..
" Tunggu aku sebentar lagi sampai di rumah mu "
Ellen...
" bawel sekali, jika tidak ingin menjemput tidak usah, aku bisa berangkat dengan supir."
Steve hanya membaca pesan dari Ellen Tampa membuka nya. setelah sampai di rumah Ellen Steve langsung ketemu dengan onty Lea dia meminta ijin untuk membawa Ellen menginap di rumah nya.
" eh Steve, sudah sampai, sudah Ellen dari tadi menunggu, itu Ellen "seraya menunjuk kearah Ellen
" Moms aku pergi dulu ya " pamit Ellen pada sang mommy
" iya sayang, hati hati di jalan, Steve jaga Ellen ya, dan hati-hati bawa mobil nya."
" iya onty tenang aja."
" dah mommy dahhh onty " pamit Ellen dan Steve secara bersama an.
di sepanjang jalan Steve mengobrol dengan Ellen sekarang dia lebih akrab dengan Ellen, dan begitu pun Ellen dengan Steve, mereka berdua menceritakan bagaimana keseharian mereka.
" apa aku boleh minta nomor ponsel mu ?" ucap Steve sambil memohon.
__ADS_1
" euhhhhh?????" jawab Ellen dengan bingung
" jika tidak boleh tidak usah, aku tak memaksa." Steve dengan cepat menjawab.
" ah, bukan gitu Steve, boleh ko kita kan sepupu."
" yesss aku mendapat kan nya." batin Steve berkata karena terlalu girang, baru mendapatkan nomor ponsel nya saja Steve sudah bahagia apalagi bisa memiliki Ellen...
Ellen menuliskan nomor ponsel nya di hp Steve karena menurut nya wajar saja jika Steve memiliki nomor ponsel nya karena mereka kan sepupu.
setelah sampai Steve hanya menurunkan Ellen, dan dia langsung pergi karena ada urusan sama uncle Felix. " Ellen kabari aku jika kau ingin pergi." perintah Steve.
" iya Steve."
Setelah beberapa hari Ellen menginap di rumah keluarga Steve, Ellen memutuskan untuk pulang, karena sang Daddy terus saja menghubungi putri nya, padahal dia menginap di tempat kakak ipar nya sendiri.
Dari situ Ellen dan Steve semakin akrab mereka selalu berbincang layak nya orang yang sudah kenal lama, Dan tak terasa mereka sudah akrab selama 3 Bulan, banyak banget perubahan dari Steve dia lebih sering di rumah, dan ke kantor, siapa sangka ternyata Steve melakukan semua itu karena omongan Ellen yang selalu mengingatkan nya untuk selalu bekerja dan setelah bekerja harus langsung kerumah.
di tempat lain lebih tepat nya di sebuah restoran, Steve sedang menunggu Ellen karena ingin makan siang bareng, setelah mereka membuat janji tadi. Tak lama Steve menunggu Ellen " Hay Steve maaf membuat mu menunggu, tadi jalanan macet karena jam makan siang." Ellen berkata karena tak enak hati.
" Tidak apa-apa, ayo duduk kamu mau makan apa? Tanya nya pada Ellen.
" aku...aku sama saja dengan mu."
" mbak..mbak.." panggil Steve pada pelayan.
" iya Tuan anda mau pesan apa? " Tanya sang pelayan.
" saya mau pesan, chicken steak saus Enoki nya dua, di tambah minum, milkshake vanilla dua." sambil menunggu makanan datang Steve terus saja memperhatikan Ellen, Tampa Steve sadari Ellen melihat bagaimana Steve tak berkedip sedikit pun ketika melihat nya, " Kenapa dia cantik sekali." batin Steve berkata."
tak perlu menunggu lama makanan pun datang langsung membubarkan pandangan Steve yang tadi terlalu fokus pada Ellen.
setelah selesai makan siang, kedua nya langsung pergi ke kantor masing-masing, Steve bekerja di kantor ayah nya salah satu perusahaan produk maKan yang terkenal di kota nya, sedang kan Ellen kembali ke perusahaan ayah nya, salah satu perusahan di bidang properti yang begitu besar yaitu : PT. WIJAYA.CROP yang sudah terkenal sampai luar negri.
__ADS_1
Dengan berjalan nya Waktu sudah 1 Tahun Ellen maupun Steve sudah saling mengenal, dan siapa sangka karena kedekatan nya membuat mereka memiliki perasaan yang gak mungkin bisa di satukan, ya! karena mereka saudara sepupu tidak mungkin bukan jika mereka bisa bersatu karena itu hal yang mustahil.