
" Hey Steve, kakak tanya sekali lagi apa benar kau memilih kekasih setau kakak kau memiliki kekasih 1 Tahun yang lalu, emmmm..oh tidak mungkin 1.5 Tahun atau 2 Tahun yang lalu ah aku lupa hahahhha" Tawa Risya sangat kencang hingga membuat Semua para pelayan tercengang.
" heh mulut mu kak, gini gini juga adik mu yang paling terkenal di kampus." Celetuk Steve dengan kesal.
" apa kau bilang tadi? kau yang paling terkenal di kampus? kau tidak berbohong? Risya mendekati Steve karena penasaran " apa masih ada wanita yang ingin menjadi kekasih mu? Steve Steve malang sekali nasib wanita jika yang mau menjadi kekasih mu..hahhaha" sebenarnya bukan hal di sengaja Risya meledeki adik nya, Risya tak habis pikir dulu adik nya sering Gonta ganti wanita, 2 Minggu pacaran putus, lalu ganti wanita baru lagi, paling lama Steve menjalin hubungan selama 2 bulan..hahahha bukan Steve nama nya jika tidak hobi Gonta ganti wanita.
" aku manusia dan aku memiliki wajah tampan tidak salah bukan jika banyak yang naksir pada ku, jadi mulut kakak jangan sembarang." Tangan Steve sambil mentoyol jidat kakak nya karena kesal setiap bertemu dengan kakak nya pasti ada aja yang bikin salah satu di antara mereka kesal.
karena Steve malas berdebat dengan kakak nya dia lebih memilih ke kamar nya untuk merebahkan isi kepala nya, karena sudah 1 bulan ini Steve sangat frustasi kekasih nya begitu sibuk jarang mengabari diri nya, setelah sampai di kamar hal yang utama Steve lakukan adalah menuju balkon kamar dia menatap langit-langit biru itu sambil bergumam, " Ellen kau sedang apa di sana? apa kau merindukanku seperti aku yang selalu rindu setiap saat pada mu, aku harap hati mu tak goyah untuk pria lain." Steve terus saja menatap langit rasa nya dia kehilangan sekali oleh sosok Ellen Mhaverix, karena selama ini Ellen lah sosok wanita yang banyak merubah kehidupan Steve, di mulai Steve yang suka pergi-pergi dan Sekarang Steve lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, Steve yang dulu pemalas dan sering membantah orang tua dan Sekarang Steve lebih rajin dan giat apalagi soal urusan kantor orangtua nya.
Steve Teringat ketika dulu Awal pacaran Ellen selalu mengatakan pada diri nya kalau Ellen berjanji tidak akan meninggal kan Steve dalam keadaan apa pun.
Flashback Of
lagi duduk santai habis olahraga di taman bunga tiba-tiba Ellen bertanya " Hmmm Steve apa yang akan kau lakukan jika aku menghilang begitu saja? dan apa yang akan pertama kamu lakukan jika aku pergi meninggalkan mu." Tanya Ellen Pada Steve dengan napas yang terengah-engah karena habis olahraga.
" Aku? Hmmm aku tak akan membiarkan wanita yang aku cintai pergi begitu saja, apalagi pergi dengan pria lain akan ku buat pria itu habis di tangan ku." jawab Steve dengan memandang mata manik milik Ellen.
" are you sure??? " Ellen kembali bertanya karena masih penasaran.
__ADS_1
" hmmm.. of course."
Flashback On
karena Waktu sudah sore Steve memilih untuk mandi karena dia ingin tidur, sekarang Steve lebih banyak tidur jika sehabis pulang kerja, ketimbang main ke sana sini.
sedangkan di negara A Ellen sedang sibuk mengurus semua meeting yang harus dia hadiri terkadang Ellen sampai lupa jika dia sudah makan atau belum " uuuhhhh Ternyata mengurus perusahaan sebesar ini tuh tidak muda, aku saja yang melanjutkan. sangat lelah apalagi Daddy yang memulai nya dari nol-"
karena pekerjaan sudah selesai Ellen ingin cepat pulang, kepala nya pusing karena pekerjaan nya yang begitu menumpuk, Ellen di antar oleh supir ketika sampai di rumah ternyata jam sudah menunjukan 9 Malam " hmmm tak terasa sekali waktu ini, o ya aku lupa belum mengabaikan " lagi lagi Ellen menepuk jidat nya.
" Halo Steve."
" Hay sayang, apa hari mu begitu sibuk hingga lupa mengabari ku, bahkan pesan dari ku saja tidak kau balas." Tanya Steve dengan suara sinis nya"
" ya aku tau setidak nya kau membalas pesan ku, agar aku tak khawatir dengan mu."
" please mengertilah Steve kau bukan anak kecil lagi, aku di sini bekerja bukan main." ucap tegas Ellen pada Steve.
" iya iya aku mengerti."
__ADS_1
" Steve sudah dulu ya, aku ingin istirahat badan ku lelah." Ellen pamit untuk tidur.
" iya sayang, hati-hati kau di sana apalagi jika sedang bekerja."
" iya kau juga hati-hati di situ, selamat malam Steve-"
" malam juga sayang, hmmm baru saja nelpon belum 5 menit sudah di matikan " hati Steve mengumpat.
Ellen Merebahkan badan nya di ranjang, dia menyadari jika komunikasi nya dengan Steve berkurang karena dia sibuk meeting sana sini dan mengecek pembangunan sana sini di negara A, karena kelelahan Ellen terlelap dalam tidurnya, hembusan napas yang begitu kencang, sebenarnya bukan maksud Leon membuat anak nya lelah seperti ini, tapi Leon mengajarkan anak nya agar bisa menjadi anak yang bertanggung jawab, sebenarnya Tampa Ellen tidak bekerja pun harta Leon Tak akan habis-habis hanya saja dia ingin putri nya hebat dalam meneruskan bisnis nya.
Ke esokan hari nya, Ellen bangun agak terlambat dan dia begitu kaget padahal dia kerja di perusahaan ayah nya, tapi seperti kerja di perusahaan orang lain " ah jam berapa ini? aku kesiangan Daddy pasti menunggu ku." dengan berlari kencang Ellen menuju bathroom buru-buru mandi agar segera ke kantor, setelah selesai mandi, Ellen mengoles sedikit bedak di pipi nya dia buru-buru Turun " kamu sudang bangun sayang " Tanya Lea pada Putri nya.
" Moms kenapa tak membangun kan ku, aku kesiangan ini sudah terlambat ke kantor " keluh Ellen
" hmmm, Daddy bilang biarkan jangan di bangun kan kamu kelelahan kemaren jadi pertemuan pagi ini Daddy mu yang menggantikan, ayo duduk dulu kamu harus sarapan." Lalu sang mommy menyiapkan sarapan putri kesayangannya, walau pun banyak pelayan yang bisa melayani keluarga nya, tapi Lea selalu melayaninya suami dan anak nya dengan sendiri.
setelah selesai sarapan Ellen langsung menuju kantor setelah sampai di kantor dia langsung di sambut oleh para investor besar yang ikut gabung dalam perusahaan nya, ketika Ellen sudah datang sang Daddy pun undur pamit karena ingin mengecek pembangunan hotel serta apartemen.
Dan siapa sangka Dion si pria yang bertemu dengan nya waktu di toko branded itu pun ikut menanam saham di perusahaan Daddy nya, " kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah pria itu." Gumam Ellen dalam hati, Ellen mencoba menepis pikiran nya karena dia harus fokus kerja.
__ADS_1
Begitu pun dengan Dion dia seperti pernah melihat Ellen tapi entah di mana dia lupa Dion mencoba mengingat-ingat " ah iya dia wanita yang jatuh waktu itu lalu aku tak sengaja mencium nya, tak menyangka ternyata perusahaan yang terkenal sangat sukses dan berkembang pesat ternyata milik Leon Mhaverix ayah dari Ellen Mhaverix.
setelah selesai berbincang dengan para investor Dion menghampiri Ellen " Hay sepertinya kita pernah bertemu-" Dion menyapa Ellen lebih tepat nya dia masih penasaran apa benar wanita yang tidak sengaja dia cium waktu itu adalah wanita yang berdiri di depan nya sekarang...