Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Risya Kepo


__ADS_3

Ellen memilih pamit untuk membersihkan badan dia berlari menuju kamar nya dan ternyata Risya buru-buru mengejar Ellen karena ingin menanyakan sesuatu " Ellen tunggu aku..aku ingin..." baru Risya ingin melanjutkan pertanyaan nya Ellen sudah menghilang tak terlihat dan sekarang dia sedang di dalam kamar.


" akhhhh rasa nya aku ingin tenggelam jika kak Risya banyak bertanya." Ellen menghela napas nya dengan kasar " aku harus buru-buru mandi sebelum kak Risya masuk kamar." Ellen dengan cepat kilat masuk bathroom dan mengisi bathtub nya dengan air hangat.


" Ellen.. Ellen.. Vi mana bos mu." suara cempreng Risya berbunyi😂


" Nona Muda sedang mandi Non." sahut Vivi dengan cepat " saya permisi untuk pamit ke paviliun." Vivi dengan melangkah cepat menuju keluar karena tidak ingin menjadi sasaran pertanyaan saudara sepupu bos nya itu dengan harapan bisa bernapas lega, tapi harapan itu pupus begitu saja ketika nama nya di panggil.


" Vi tunggu." Risya membuat Vivi terkejut dan hampir terjungkal ke depan karena suara beo nya.


" i iya ada apa nona" sahut Vivi dengan gelagapan " apa ada yang bisa saya bantu." please demi kerang berubah jadi gunung selamatkan Vivi dari cercaan yang keluar dari mulut Risya, karena jika Risya sudah bertanya sesuatu pasti akan seperti sedang di interview kerjaan.


" aku ingin bertanya sesuatu, apa kau tau siapa kekasih bos mu itu?" Risya bertanya dengan Menilik mata milik Vivi.


" aku tidak tau nona karena setau ku nona muda tidak memilikinya kekasih." jawab Vivi dengan cepat.


" apa kau tidak berbohong." Risya menajam kan mata nya seperti ingin menerkam Vivi hidup-hidup.


" tidak mungkin saya berbohong nona, mana mungkin berani saya membohongi anda." sahut Vivi dengan keringat panas.


" kau asisten pribadi nya atau bukan sih masa tentang bos mu sendiri saja tidak tau." celetuk Risya dengan kecewa.


" kenapa anda tidak bertanya langsung pada nona Ellen." Vivi sudah malas meladeni Risya yang notabene nya super kepo.


" iya juga ya." Risya tampak berpikir sejenak.

__ADS_1


baru Vivi ingin pamit dan ternyata " akhhh tunggu dulu apa kau tau siapa pria yang pernah mendekati Ellen selama di sini?" Risya bertanya kembali.


" tidak ada yang mendekati nona muda Selama di sini dan saya pun tidak tau dan gak mau tau." sahut vivi dengan malas.


" Vi kau menyebalkan sekali tidak seru berbicara dengan mu." Risya meninggalkan Vivi begitu saja Dan dia masuk ke dalam kamar Ellen berniat ingin menunggu Ellen selesai mandi.


dengan napas lega Vivi buru-buru menuju paviliun " akhirnya aku bisa pergi, kenapa nona Risya berbeda dari yang lain." umpat hati Vivi rasa nya aneh sekali dari seluruh keluarga bos nya hanya Risya yang memiliki sifat berbeda.


di dalam kamar Risya terus menunggu Ellen hingga membuat dia bete lalu ketiduran karena Ellen sangat lama berada di kamar mandi, padahal Ellen sengaja melakukan itu Agar kakak sepupunya tidak banyak bertanya.


ketika keluar dari bathroom Ellen melihat dengan jelas Risya sudah menikmati mimpi indah nya mungkin dia sudah bermimpi ke ujung dunia.


" akhirnya kak Risya sudah tidur." Ellen dengan senang hati lalu menyusul Risya ke alam mimpi nya.


dan di tempat lainnya, Steve sedang berkumpul dengan teman-teman nya di sebuah cafe mewah yang terletak di daerah Kuningan " Steve bukan kah kau memilih kekasih tapi kenapa aku tak pernah melihat nya." ujar salah satu teman nya.


" wanita ku ada di negara A dia sedang mengurusi perusahaan orangtua nya jadi aku tak bisa menggangu nya." sahut Steve dengan kesal.


" awas aja bro wanita mu terpincut hati nya oleh pria di sana, karena setau gw pria di sana sangat tampan dan lebih tampan dari Lo." ujar Gilang salah satu teman Steve.


" sialan Lo jaga mulut Lo ya nyet." Steve sangat malas sekali sebenarnya harus berkumpul dengan mereka yang notabene nya memiliki mulut pahit tapi jika Steve di rumah bagi Steve sangat membosankan dan bisa membuat nya gila ketika mengingat bagaimana wanita nya selalu setiap hari mengurusi orang koma yang tak berdaya sama sekali.


ketika sudah puas nongkrong Steve memilih pulang karena jam sudah menunjukan pukul 1 malam, jalanan pun sudah kosong dan membuat Steve menambahkan kecepatan mobil nya, setelah menempuh perjalanan 40 menit akhirnya Steve sampai juga ke rumah nya ketika mata Steve sedang ngantuk ia di kaget kan oleh kedua orangtua nya.


" dari mana saja kamu jam segini baru pulang sangat tidak pantas sekali." suara lantang Jimmy.

__ADS_1


" Daddy, mommy " Steve dengan sangat kaget karena kenapa bisa orangtua nya ada di rumah " sejak kapan Daddy mommy ada di rumah ini?" Steve malah balik bertanya bukan menjawab pertanyaan dari Daddy nya.


" sejak 1 jam yang lalu." jawab Livia.


" kau dari mana aku tanya kau dari mana? bukan nya menjawab malah balik bertanya." Jimmy meninggikan suara nya.


" sayang sudah-sudah jangan berdebat ini sudah malam tidak enak jika terdengar oleh para pelayan, jika mereka terbangun gimana.


" ucap Livia dengan lembut.


Jimmy hanya melirik sekilas pada istri nya lalu kembali menatap Steve dengan tajam " ikut Daddy ke ruang kerja sekarang."


" untuk apa dad aku ingin istirahat ini sudah malam." sahut Steve dengan malas karena bisa ia pasti kan Daddy nya akan mengomel nya dari A sampai Z.


" jangan banyak bertanya ikut saja." lalu Jimmy meninggalkan Steve dan Livia.


tiba tiba langkah Jimmy terhenti " sayang kau masuk kamar istirahat saja aku ingin berbicara dengan Steve sebentar saja." Jimmy berkata pada istri nya dengan lembut.


dan Livia membalas nya dengan mengangguk lalu menghampiri Steve yang masih terdiam mematung " cepat ikuti Daddy mu, dan apa pun yang Daddy mu kata kan jangan di masukan ke dalam hati ya semua Daddy mu lakukan hanya untuk kebaikan mu." Livia mengusap pundak putra nya.


" iya mom." Steve menjawab dengan senyuman lalu pergi mengikuti Jimmy ke ruang kerja nya setelah masuk ke ruang kerja Steve melihat Daddy nya yang sedang duduk di kursi kerja.


" dari mana saja kamu kenapa 4 hari ini kamu tidak mengecek ke kantor perusahaan? mau jadi apa kamu jika sifat mu terus seperti ini?" Jimmy mencerca anak nya dengan banyak pertanyaan.


" aku hanya sedang malas ke kantor dad tapi aku mengecek nya dari rumah." sahut Steve

__ADS_1


" kenapa Jack memberi tau Daddy jika banyak berkas yang belum kamu tanda tangani dan banyak meeting yang kamu tinggalkan?" Jimmy bertanya kembali..


__ADS_2