
Ellen dengan cepat membereskan semua pekerjaan nya karena ia berniat untuk menjaga Dion, sang supir melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang " Pak antarkan saya ke Rumah Tuan Freddy ya." ucap Ellen.
" Baik Nona " Sahut sang supir
" Vi apa aku boleh bertanya dengan mu?" Ellen melirik kearah Vivi sang asisten.
" Ma..Mau bertanya apa Nona?" vivi bertanya balik.
" apa yang akan kamu lakukan jika kamu di posisi aku? di satu sisi aku harus bertanggung jawab." Ellen terdiam sejenak lalu melanjutkan bicara nya " Dan di satu sisi aku harus selalu mengutamakan seseorang." Ellen langsung terdiam sembari menatap arah kaca mobil.
Vivi terdiam sejenak " apa yang di maksud nona muda eh tadi dia bilang apa? harus selalu mengutamakan seseorang? siapa seseorang itu?" Ellen diam sejenak mencerna pembicaraan yang tadi di ucapkan Ellen. " Jika aku ada di posisi nona muda mungkin aku belum tentu melakukan hal yang seperti nona lakukan, mungkin aku bisa saja bodo amat dengan apa yang terjadi dengan Dion." Setelah menjawab pertanyaan sang nona muda nya Vivi langsung terdiam.
" Terimakasih atas jawaban mu Vi." sahut Ellen.
" iya sama-sama nona." Vivi merasa heran dengan nona muda nya, apa yang di maksud dengan perkataan jika dia harus selalu mengutamakan seseorang dan perkataan itu berhasil membuat pikiran Vivi terus memutar.
setelah menempuh waktu tidak lama akhirnya mereka sampai di Rumah Dion di sana ada mama Dion yang sedang duduk dan melamun sampai tidak menyadari kedatangan Ellen.
" Siang Tante....Tante??? are you okay???" Ellen mengerutkan kening nya karena heran.
" eh Ellen maaf maaf Tante gak tau kalo kamu ada di sini." Canice beranjak dari duduk nya karena kaget dengan kedatangan Ellen.
" tidak apa-apa Tante." sahut Ellen. " Bolehkah aku melihat Dion?" Ellen meminta ijin pada mamah nya Dion.
" boleh dong sayang kamu boleh ngapain aja di sini " Canice menjawab dengan tersenyum.
" ya Uda aku permisi dulu Tante." Ellen berjalan menuju Ruangan Di mana Dion di Rawat.
" iya sayang." Jawab Canice dia tersenyum sambil memandangi punggung Ellen " sangat cantik, semoga Dion bisa mendapatkan wanita seperti mu baik, cantik, hebat." gumam Canice
Di dalam Ellen sedang duduk dan memandangi Dion dan tiba-tiba Handphone nya berbunyi Tring... Ternyata nama Steve yang tertera di layar handphone nya " Steve..." gumam Ellen.
__ADS_1
" sayang sudah ku bilang bukan jangan sering-sering menemui pria itu." isi pesan yang di kirim dari Steve.
" Kenapa kamu bisa tau?" Ellen membalas pesan dari Steve.
" kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan aku pasti mengetahui nya." balasan pesan dari Steve.
" Steve ku mohon mengertilah sekarang bukan waktu nya untuk cemburu, Dion pun sedang koma bagaimana bisa aku berdekatan dengan dia." sebenarnya Ellen malas sekali membalas pesan dari kekasihnya tapi apalah daya, jika dirinya tak membalas pesan dari Steve, Steve akan marah-marah mengoceh dan terus menghubungi nya.
" Aku begini karena sekarang sikap mu berubah gak seperti dulu lagi." Ucap Steve dalam pesan.
" Steve ku mohon sekarang bukan waktu nya kita berdebat." Ellen mengakhiri pembicaraan dalam pesan nya karena dia tak mau mengganggu suasana hati nya.
Ellen memandang Dion dia berharap Dion akan cepat bangun dan sembuh, kadang Ellen suka bingung dengan keadaan sekarang hidup seperti apa yang harus di pilih, lama terduduk di samping Dion dan berbicara agar Dion cepat memberi respon dan terbangun dari bawah sadar nya.
karena waktu sudah sore Ellen memilih pamit untuk pulang " Mbak Onty Canice nya Ada.?" Ellen menanyakan ibu nya Dion kepada salah satu pelayan.
" maaf nona.. Nyonya sedang pergi ke kantor nya Tuan besar." jawab sang pelayan.
" iya nona."
Ellen menuju keluar dan memasuki mobil nya, semua orang yang bekerja di situ sudah mengenali Ellen jadi mereka sudah terbiasa dengan Ellen yang tiap hari memasuki Rumah milik Tuan nya itu.
setelah menempuh agak lama karena macet jam pulang kerja akhirnya mereka sampai Ellen buru-buru turun dan memasuki rumah nya, " Vi tolong nanti bilang pada ketua pelayan jangan siapkan makan malam ku, karena aku ingin istirahat." Ellen berkata sambil berjalan menaiki tangga, sebenarnya bukan gak ada lift tapi Ellen lebih suka jalan menaiki tangga.
" baik nona." sahut Vivi dengan cepat.
Ketika sampai di kamarnya Ellen menjatuhkan tas kerja nya di kursi rasa nya isi kepala nya sangat lelah, terus menerus memikirkan banyak hal.
Karena Leon dan Lea sedang pergi ke Paris jadi Ellen memilih banyak menghabiskan waktu di kamar, dia merebahkan badan nya sebentar lalu beranjak bangun untuk mengambil baju santai nya dan ketika membuka lemari Brukkkkk.. sebuah kotak jatuh tepat di hadapan Ellen " Kotak apa ini?" ketika di buka ternyata kotak yang berisi sebuah kenangan antara Ellen dan Steve waktu masa sebelum menjalin hubungan.
" Steve.. dulu kau sangat lembut sekali.." Ellen mengukir senyum nya sambil memegangi wajah Steve yang ada di photo.
__ADS_1
dulu dia selalu bersama-sama dan sekarang harus menjalani LDR tak terasa sudah 2 bulan lebih mereka terpisah, Ellen yang sibuk dengan kerjaan nya hingga sering melupakan Steve.
setelah selesai memandangi photo Steve yang begitu menggemaskan bagi nya kini Ellen memilih ke bathroom dia membersihkan badan nya, setelah selesai Ellen langsung membawa laptop nya ke arah balkon sambil menikmati angin malam dengan secangkir Teh yang mengadukan aroma mint.
ketika sedang melamun tiba-tiba handphone nya berdering dan ternyata Risya yang menghubungi nya " Halo Ellen apa kau ada di rumah?." tanya Risya .
" halo juga kak, iya aku ada di rumah memang nya kenapa?" Ellen bertanya balik.
" apa onty Lea dan uncle Leon ada di rumah? aku ingin menginap di rumah mu karena sekarang aku di negara A sedang mengurus perusahaan Daddy ku." ucap Risya.
" Wah kak Risya sedang di sini, Really? kau di mana sekarang biar aku jemput, boleh dong kak mau sampai kapan pun kakak nginap di sini aku akan dengan senang hati." jawab Ellen dengan antusias.
" ok baiklah aku akan segera kesana, aku masih di bandara sedang menunggu supirku untuk menjemput " sahut Risya.
" ok baiklah kak, aku tunggu di sini."
setelah menunggu Risya selama 1 jam dan akhirnya sepupu aneh nya itu pun datang " Hay kak gimana kabarnya?" tanya Ellen.
" halo juga, kabar ku baik, pada kemana onty dan uncle ko aku gk ngeliat mereka dari tadi?"
" Daddy dan mommy sedang ke Paris karena harus ngurusin salah satu kantor cabang."
" wah perusahaan Daddy mu semakin sukses aja " Risya Tertawa
" ya begitulah kak." dan akhirnya mereka Tertawa bareng dengan tak jelas apa yang di tertawaan nya.
" oh ya kak ayo ke kamar ku biarkan nanti Pak Andre yang membawa barang-barang kakak ke kamar."
kini mereka sama sama masuk kamar " Wah kamar mu tak berubah ya dari. dulu."
" hahaha... biasa kak Daddy bilang biarkan saja untuk kenangan dari masa kecil."
__ADS_1
Risya duduk di kursi dan menatap seluruh isi kamar ellen yang tak berubah dari dulu terakhir ia masuk kamar ini mungkin 10 tahun yang lalu.....