
Selama 2 Minggu ini ternyata Steve menyuruh pengawal nya untuk bertugas memata-matai kekasih nya karena Steve merasa heran dengan sikap Ellen, dan mata-mata itu selalu mengikuti Ellen kemana pun dia pergi dan melaporkannya nya pada sang Tuan muda nya rasa nya Steve ingin marah setelah tau kenyataan tapi dia sadar jika posisi itu ada di posisi nya mungkin Steve belum tentu melakukan itu, Steve merasa frustasi dengan sikap Ellen 2 Minggu ini, " Ellen kenapa kau harus sembunyikan ini dari ku? kenapa kau tak menceritakan ini pada ku?" sejujurnya Steve sangat terbakar api cemburu.
Rasa nya Steve ingin menyusul ke negara A untuk membawa pulang Ellen ke Jakarta, tapi Steve menyadari jika hubungan nya dengan Ellen selama ini tidak ada yang tau terlebih lagi dia tidak bisa meninggalkan perusahaan papah nya karena Risya sibuk mengurus perusahaan yang di luar kota.
Flashback Of
Steve mengirimkan 6 pengawal untuk mengikuti kekasih nya kemana pun ia pergi dan sama siapa Ellen pergi " Halo Tuan kami melaporkan jika Nona Muda sedang berada di rumah sakit internasional dia menuju ke lantai 3 tapi entah siapa yang sakit di sana." ucap sang mata-mata.
" Kau cari tau siapa yang ada di ruangan itu dan segera beritahu aku." Steve berkata dengan Tegas.
" Baik Tuan kami akan melaporkan nya lagi nanti." pengawal itu pun langsung menutup sambungan telepon.
Steve duduk di kursi kerja nya sambil menghembuskan napas kasar nya dia sangat penasaran siapa yang di rawat di rumah sakit itu pria kah? atau orangtua nya Ellen? tapi rasanya tidak mungkin jika orangtua Ellen karena setau diri nya uncle Leon dan onty Lea berada di Negara A dan sedang mengerjakan Projek, ketika Steve sedang melamun tiba tiba suara handphone berbunyi.
" Halo bagaimana?" Tanya Steve
" Yang di rawat di rumah sakit ternyata Anak nya dari Tuan Freddy dan nyonya Canice, nama nya Dion Alexander dia Adalah direktur penerus perusahaan Fred Fashion dan sekarang sedang kritis Tuan." jelas sang mata-mata.
__ADS_1
" Baiklah kau pantau terus wanita ku." jawab Steve dengan singkat.
Flashback On
" arkhhhhh sial andai dulu aku melarang nya untuk pergi ke sana." Steve terus saja mengumpat lalu mengambil handphone nya untuk menghubungi Ellen tapi hasil nya Nihil dia sudah mencoba beberapa kali menghubungi kekasih nya tapi tak sekalipun yang di angkat " apa dia begitu sibuk mengurus pria itu sehingga melupakan aku." Steve berkata sambil menahan emosi.
sedangkan di sebrang sana Ellen sedang memandangi Dion yang belum kunjung bangun badan kekar nya semakin mengurus sudah 2 Minggu ini Dion di rawat di rumah sakit dan kemungkinan hari ini keluarga Dion dan keluarga Ellen akan berkumpul di rumah sakit " Dion apa kau tak ingin bangun, apa kau ingin membuat ku terus menerus menyalahkan diri ku, apa kau tega melakukan semua ini pada ku." tapi tak ada respon sedikit pun dari Dion.
Niat nya hari ini Leon dan sang istri serta Tuan Freddy dan istrinya ingin bertemu dengan dokter dan membicarakan kesembuhan Dion secara lanjut karena mereka terlalu sibuk mengurus perusahaan sehingga tidak bisa menjaga Dion secara penuh di rumah sakit.
" sebenarnya dari hasil pemeriksaan kondisi Dion cukup baik, tapi dia harus bertahan dengan alat itu sampai dia terbangun." ucap sang dokter yang menangani Dion.
semua orang yang mendengarkan menganggukan kepalanya dengan di ibaratkan mereka sudah paham " Tapi dokter apakah anak saya bisa di rawat di rumah karena kami sangat sibuk jika harus bolak balik rumah sakit." Tanya Papah nya Dion.
" Maaf Tuan tapi kami tidak memiliki alat yang lengkap jika di rawat di rumah." ucap sang dokter karena rumah sakit sedang kekurangan alat " jika bapak berminat bapak bisa membeli alat nya dari Inggris lalu di kirim ke sini tapi biaya nya sangat mahal." dokter menjelaskan pada semua yang ada di ruangan.
" kita beli saja alat nya tidak perlu khawatir soal biaya yang penting Dion cepat pulih dan terbangun dari koma nya. " Timpal Leon dan membuat semua orang yang ada di dalam tercengang " kenapa? kenapa kalian melihat saya seperti itu apa ada yang salah dengan omongan saya barusan?" Leon bertanya karena heran.
__ADS_1
" Tapi Tuan harga alat itu bisa mencapai 5 M dan tidak bisa langsung di kirim ke sini mungkin bisa memakan waktu 3 hari." sahut sang dokter.
" Tidak apa-apa kita beli saja aku yang akan membayarnya." Leon menjawab nya dengan sangat enteng, jangan kan alat begitu Rumah sakit ini pun Bisa Leon beli Tampa membutuhkan waktu lama.
setelah berbincang mereka semua memilih keluar dan membicarakan lagi soal yang di bahas tadi di dalam, " Tuan Leon Terimakasih sudah membantu kami dalam kesembuhan anak kami, kami tidak tau harus membalas nya dengan cara apa sekali lagi kami berterimakasih." Tuan Freddy sangat tidak enak hati karena Keluarga Leon sudah banyak membantu dalam segala hal kesembuhan Dion.
" Tidak perlu berterimakasih kasih Tuan Freddy ini memang sudah seharus nya karena jika bukan anak anda mungkin putri kami yang akan mengalami nya, justru saya yang harus berterimakasih jadi jangan merasa tidak enak hati apa pun kesembuhan Dion akan kami lakukan." bagi Leon harta tidak ada apa-apa nya karena yang utama adalah bertanggung jawab atas kesembuhan Dion.
karena hari sudah sore Leon pamit pulang kepada Freddy sebelum pulang Leon selalu berkata jangan pernah sungkan jika butuh apa-apa dan sekarang hubungan mereka semakin dekat apalagi Lea dan Canice 2 ibu yang selalu saling menguatkan Lea sudah menganggap Dion seperti anak nya sendiri, jadi dia pun tau bagaimana perasaan seorang ibu ketika melihat seorang putra satu-satunya terbaring lemah.
di sepanjang jalan Leon dan Lea bertukar pemahaman sedang kan Ellen lebih memilih diam semenjak kejadian itu Ellen tidak banyak berbicara Karena bagi nya terlalu banyak berbicara hanya akan membuang tenaga saja.
" Mom Dad kalo Dion di rawat di rumah apa aku boleh menjaga nya?" Tanya Ellen
" Boleh dong sayang Daddy tidak akan melarang mu." sahut Leon
seperti biasa Lea hanya akan tersenyum jika melihat sang suami dan putri nya berbincang, setelah sampai di rumah mereka memilih masuk kamar masing- masing sesampai nya di kamar Ellen memilih ke bathroom karena ingin berendam sekalian menghilangkan rasa penat di kepala nya, sambil mengisi bathtub Ellen mengecek ponsel nya dia melihat nama Steve tertera di sana Steve mengirimkan pesan dia marah-marah karena Ellen kini selalu sibuk, Ellen mendengus dengan kesal kadang Ellen berpikiran ingin pergi meninggalkan Steve karena terlalu posesif dan pengatur tapi niat nya itu ia urungkan..
__ADS_1