Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Kau Milikku


__ADS_3

Karena sudah terbangun oleh ulah kakak nya yang sudah menelpon diri nya pagi-pagi hingga membuat mata Steve susah terpejam kembali lalu Steve teringat dengan kopi pesanan nya " Jack.. di mana bedebah gila itu, Jack jackkkkk.." Steve berteriak memanggil nama Jack.


Bruggg Jack dengan kencang membuka pintu ruangan milik Tuan nya " i iya ada apa Tuan memanggil saya." Jack berbicara dengan suara yang naik turun.


" mana kopi milik saya?" teriak Steve.


" maaf tuan saya tadi sudah meminum nya karena..." belum juga Jack menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh Steve.


" Mana kopi milik ku jangan bilang kau lupa membuatkan nya." sahut Steve.


" saya tadi meminum nya tuan karena tadi melihat tuan sedang tertidur lelap jadi saya tak berani membangunkan Anda." Jack berbicara dengan kencang karena masih kesal pada tuan nya itu.


" dasar bedebah, cepat buat kan lagi kopi ku, aku beri mau waktu 2 menit dari sekarang dan harus balik lagi ke sini dengan membawa kopi ku." perintah Steve seperti ingin mengutuk Jack hidup-hidup.


" ta...tapi tuan.." baru Jack mau ngomong Steve sudah melempar diri nya dengan bantal.


" cepat buatkan atau aku akan kurangi 30% dari gaji mu."


" ba..baik tuan saya buatkan sekarang." dengan jalan cepat Jack menuju pantry sepanjang jalan Jack terus saja mengumpat mengatai bos gila nya itu yang selalu menyuruh nya seenak jidat nya.


" dasar bos gak ada akhlak 2 menit mana cukup untuk aku jalan ke pantry dan membuat kopi, rasa nya Jack ingin memecat Steve sebagai bos nya tapi Steve sadar mana mungkin dia bisa memecat bos laknat nya itu sedangkan dia saja hanya sebagai pekerja, " huuhhh ku sumpahi kau, tidak akan ada wanita yang mau hidup bersama orang seperti diri mu." Jack terus saja mengumpat.


Tampa Jack sadari ternyata bukan gula yang ia masukan tapi melainkan garam mana Jack memasukan nya 2 sendok makan garam, dengan terburu-buru sambil membawa kopi panas untuk tuan laknat nya dan kini Jack sudah berada di depan pintu ruangan milik Steve.


Jack mengetuk pintu " ini tuan kopi nya." Jack memberikan kopi panas itu.


Steve menyeruput kopi itu lalu " cuihhhh apa kau ingin membunuh ku, ini kopi atau apa kenapa rasa nya asin sekali." ucap Steve dengan emosi.


dengan wajah panik " itu tidak mungkin tuan, karena aku memasukan nya gula bukan garam." gelagap Jack.


" kau minum sendiri kopi nya, apa kau pikir aku berbohong." sahut Steve.


Jack mencoba nya dan ternyata kopi nya sangat asin sekali mungkin bisa melebihi asin nya air laut " byurrrr." Jack menyemburkan nya ke muka Steve karena tak sengaja " maaf maaf tuan aku tak sengaja aku hanya..." suara Jack terpotong.

__ADS_1


" Jack aku potong gajih mu 90% karena berani nya kau mengotori muka tampan ku." Steve berkata dengan emosi lalu memilih pergi dari ruangan nya, niat nya ingin menenangkan kepala nya di kantor tapi niat itu hilang karena Jack membuat nya emosi hingga memuncak.


Di Negara A Ellen sedang berada di rumah Dion dia sedang terduduk di ruang sofa karena sedang mengobrol dengan orangtua nya Dion menceritakan masa kecil Dion, Ellen terus saja tertawa karena mendengar cerita Canice yang menceritakan bagaimana dulu Dion sangat nakal selalu menjahili teman cewe sekolah nya, tapi ketika sudah tumbuh dewasa Dion malah menjadi pria dingin.


karena waktu sudah sore Ellen pamit pulang takut keburu jalanan macet jam pulang kantor " Onty, Uncle aku pamit pulang dulu besok aku kesini lagi." ucap Ellen.


" iya sayang hati-hati di jalan yah." sahut Canice dan Freddy secara bersamaan.


lalu mereka berdua mengantarkan Ellen sampai pintu utama " Pah kapan kita mempunyai menantu seperti Ellen, wanita mandiri hebat serta pekerja keras." celetuk Canice pada suami nya.


" do'akan saja putra kita agar cepat bangun mah nanti kita jodohkan anak kita dengan teman papah." ucap Freddy.


setelah sampai rumah Ellen langsung masuk berniat ingin cepat membersihkan badan nya dan ternyata Risya sang sepupu rese menarik nya ke sofa karena ingin menanyakan sesuatu.


" duduk sini sebentar aku ingin menanyakan sesuatu."


" mau menanyakan apa kak aku ingin ke kamar." sahut Ellen.


" aku penasaran sejak kapan kau menjalin hubungan dengan adik ku." sorot tajam mata Risya karena mencari jawaban dari Ellen.


" hey kau tinggal menjawab apa susah nya, aku bertanya sejak kapan kau menjalin hubungan, Steve adalah adik ku dan kau kekasih nya berarti aku calon kakak ipar mu." ucap suara cempreng Risya.


" aku menjalin hubungan dengan Steve sudah dari 8 bulan yang lalu." jawaban Ellen membuat Risya terdiam sesaat.


" apa.. sudah 8 bulan kenapa kalian tidak memberitahu ku, Ellen..Ellen malang sekali nasib mu." ketika Risya sedang mengoceh Dan ternyata Ellen meninggalkan diri nya di ruang TV.


" kemana anak itu sialan tidak sopan sekali meninggalkan kakak ipar nya sendiri di sini." gerutu Risya.


setelah masuk kamar Ellen berniat menghubungi Steve lalu dia menuju balkon karena ingin duduk santai di balkon kamar nya sambil memandang langit gelap yang seperti mau hujan.


setelah menunggu beberapa saat akhirnya Steve mengangkat sambungan telpon nya " halo sayang tumben menelpon ku jam segini?" tanya Steve.


" iya karena ada hal yang ingin aku sampaikan."

__ADS_1


" hmmm tentang hal apa?"


" kak Risya sudah mengetahui tentang hubungan kita, kemaren aku lupa tidak menaruh kembali kotak itu karena aku habis membuka nya tadi nya aku berniat menaruh nya tapi aku malah terpeleset dan isi nya berhamburan semua." ucap Ellen dengan panjang lebar.


" hah kak Risya tau tentang hubungan kita, oh my God jangan sampai kakak mengatakan nya pada Daddy ku bisa habis nyawa ku." ucap Steve.


" iya Steve maafkan aku yang ceroboh."


" hmm ya sudah lah mau gimana lagi toh dia sudah tau yang penting kita jalanin hubungan kita dengan sebaik mungkin, aku tak ingin berpisah dari mu, ingat kau hanya MILIKKU dan tidak boleh satu orang pun menyentuh mu semua yang ada di kamu hanya milikku." peringatan keras dari Steve.


" kau tidak marah kak Risya mengetahuinya? " tanya Ellen.


" Tidak. kenapa aku harus marah karena lambat laun juga mereka akan tau."


" hmmm ok ok."


" apa kau sudah makan?" tanya Steve.


" sudah tadi, kau sendiri apa sudah makan? bagaimana pekerjaan mu." Ellen bertanya balik.


" aku sudah juga, dan pekerjaan ku baik-baik aja, ingat kau di sana jangan telat makan aku tidak mau kamu sakit." ucap Steve.


" iya iya Steve."


" jangan iya iya aja harus dengerin, aku bawel seperti ini karena aku menyayangimu." ucap Steve.


" iya Steve." sahut Ellen.


" ya sudah ini pasti sudah malam di situ, kamu harus istirahat dan jaga kesehatan mu, ingat badan mu adalah milikku jadi kau tak boleh sakit, jangan lupa makan."


" iya dan kau juga jangan lupa makan, jangan main terus kuliah mu jangan ketinggalan." ucap Ellen.


" iya, good night sayang I Love you."

__ADS_1


" Night to." sahut Ellen seperti biasa Ellen tak pernah mesra dengan Steve karena Ellen memiliki sifat yang notabene nya sangat gengsi.


setelah selesai menelpon dengan kekasih nya Ellen bersiap untuk mandi karena ingin berendam di bathtub dengan aromaterapi blossom.


__ADS_2