
Di sepanjang jalan Ellen terus memikirkan bagaimana nasib hubungan nya dengan Steve, Ellen tak menyangka jika Daddy nya akan semarah itu.
Tringggg....suara handphone bunyi lalu Ellen tersadar dari pikiran nya di lihat nya notifikasi itu dan ternyata Steve mengirim pesan pada nya.
" Sayang aku ingin bertemu dengan mu, nanti siang kita bertemu di Cafetaria aku tunggu di sana." isi pesan dari Steve.
Dan hanya di balas dengan singkat oleh Ellen. " Ok, kamu tunggu aku selesai kerja." rasa nya kepala Ellen begitu pening memikirkan hubungan dan kerjaan nya terlebih lagi Ellen sudah berjanji akan menemani Dion hingga sembuh total, di pijat nya kening yang begitu pusing sambil memikirkan gimana cara nya dia berbicara pada Daddy nya.
Waktu tak terasa sudah menunjukan jam 12 siang dan Ellen langsung menuju Cafetaria yang letak nya tidak jauh dari kantor nya.
" Maaf sudah membuat mu menunggu." ucap Ellen.
" Tidak apa-apa, kamu mau makan apa." Tanya nya pada Ellen.
" Terserah kamu saja, sama seperti kamu juga boleh." Jawab Ellen dengan Nada pelan.
" Ok." Steve melihat ketakutan di wajah Ellen, wajah yang dulu selalu ceria ketika di dekat nya tapi baru kali ini Steve melihat wajah Ellen yang tak semangat. " Sayang are you oke?" Steve bertanya.
" Ah iya, i'm okay." Ellen menjawab dengan singkat.
Sambil menunggu makanan datang Steve memberanikan diri untuk bertanya kepada Ellen. " Bagaimana dengan uncle Leon?."
" Daddy...aku tidak tau karena Daddy pagi-pagi sekali sudah berangkat." Sahut Ellen.
" Aku minta maaf." Steve merasa tidak enak hati andai dulu dia tak mencintai Ellen mungkin keadaan nya tak akan serumit ini.
__ADS_1
" Minta maaf? minta maaf untuk?." Tanya Ellen dengan sedikit pura-pura bodoh.
" Kejadian semalam, Andai dulu aku tak mencintai mu, andai dulu aku memendam rasa cinta ku mungkin tidak akan menjadi serumit sekarang." Jelas Steve.
" Untuk apa minta maaf semua sudah terjadi yang terpenting kita jalani saja dulu."
" Tapi sayang, aku merasa jika kehadiran ku di dalam kehidupan mu membuat kamu dan uncle Leon menjadi seperti ini." Steve membuka suara kembali.
" Kamu tidak perlu khawatir aku yakin Daddy ku tak mungkin marah, dia pasti hanya terkejut akan hubungan kita."
Ketika di tengah obrolan dan makanan pun datang seorang pelayan mengantar kan lalu menyiapkan nya.
' Aku akan melamar mu." Steve berbicara dengan nada serius.
" Kau tidak apa-apa?." Steve memberi Ellen segelas air minum.
" Tadi apa? kamu bilang ingin melamar ku? Bagaimana bisa Daddy ku merestui kita? lagi pula kamu masih kuliah dan harus membantu perusahaan uncle Jimmy terlebih dahulu." Ellen tak menyangka Steve berbicara begitu, bukan tidak senang jika diri nya akan di lamar terlebih Daddy nya akan sangat sulit untuk di bujuk dan yang lebih utama lagi dia masih memiliki tanggung jawab untuk menjaga Dion hingga sembuh.
-
-
-
Kini Ellen Sedang berada di rumah Dion dia terus saja melamun dan membuat Dion merasa heran baru pertama kali ini melihat Ellen murung seperti itu.
__ADS_1
" Ellen kau baik-baik saja? apa kamu kelelahan? kamu bisa beristirahat di kamar Tamu, dan tak usah menjaga ku!." Dion menyuruh Ellen untuk istirahat karena terlihat dari muka Ellen ada raut kecemasan.
" Aku tidak apa-apa, aku akan menjaga mu." sahut Ellen.
" Kamu kenapa? seperti nya ada masalah! kamu boleh bercerita pada ku jika kamu mau!" Dion menawarkan diri jika Ellen ingin bercerita.
" Aku...Aku tidak apa-apa." Jawab Ellen.
" Ok tidak apa-apa jika kamu tidak ingin bercerita aku tidak akan memaksa." Sahut Dion.
Karena Waktu sudah menjelang sore dan Ellen pun memilih pamit pulang karena pasti Daddy nya sudah pulang.
Setelah sampai di rumah ternyata tidak ada Leon dan bahkan rumah sangat sepi Ellen pun bertanya pada ketua pelayan dan ketua pelayan mengatakan jika Tuan Leon belum pulang dan nyonya besar sedang pergi arisan, di jawab anggukan oleh Ellen dan berlalu ke kamar nya.
" Apa Daddy marah pada ku? apa Daddy menghindari ku?." Ellen terus saja bermonolog di pikiran nya hingga membuat kepala nya mumet, di pandang nya langit-langit dari atas balkon Ellen berharap Tuhan memberikan nya jalan untuk kelanjutan hubungan nya.
Di tempat lainnya....
Steve sedang memikirkan gimana cara nya agar mendapat restu dari Leon, karena Steve tau tak akan semudah itu ia di terima oleh Leon mengingat Leon orang nya tegas dan dingin tapi Steve percaya kalo Leon adalah orang yang baik, Steve tiba-tiba terpikir jika besok dia akan menemui Leon di kantor nya meminta ijin untuk melamar Ellen.
Ke esokan hari nya Steve sudah sampai di depan kantor milik Leon dia meminta ijin pada resepsionis untuk bertemu dengan Leon dan resepsionis pun langsung mengijinkan nya masuk karena sudah tau jika pria itu adalah anak dari perusahaan WIJAYA.CROP
Di ketuk nya pintu itu dan di persilahkan masuk oleh pemilik ruangan nya " Mau apa lagi kau kesini? apa kau belum ngerti apa yang aku bicarakan 2 hari yang lalu."
Steve terdiam mendengar pertanyaan yang lolos dari Bibir Leon....
__ADS_1