Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Mencoba Memberi kesempatan


__ADS_3

" Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya." ucap Steve pada Ellen.


" Tidak, sebelum kamu mengakui perselingkuhan mu aku tidak akan memberi kesempatan itu." Celetuk Ellen lewat sambungan telpon.


1 Minggu kemudian..


" Aku akan memberikan kamu kesempatan tapi tolong jujur pada ku apakah kamu selingkuh?" tutur kata Ellen, sebenarnya Ellen hanya menjebak Steve untuk mengakui kesalahannya agar Ellen memiliki alasan untuk meninggalkan nya, agar Ellen tidak terpojok dalam permasalahan ini.


" Iya aku akui, aku salah sayang aku memang berselingkuh tapi aku hanya bermain-main sama intan aku hanya serius pada mu."


" Ck_ kau bilang hanya serius pada ku tapi kau berani berselingkuh di belakang ku." Ellen tersenyum getir.


" Aku hanya mencintai dan menyayangi tolong percaya aku."


" Aku tidak percaya lagi akan cinta dan sayang mu, jika itu semua benar kamu tidak mungkin berani mencintai wanita lain selain aku."


Steve terdiam dan tak menyahut sama sekali.


" Aku akan memberikan satu kesempatan dan gunakan kesempatan itu baik-baik karena tidak mungkin ada kesempatan ke 3 jika kamu melakukan kesalahan lagi." ucap Ellen dan langsung mematikan sambungan telpon nya.


Tersenyum getir dan sinis Ellen akan melakukan rencana untuk membuat steve kembali pada nya.


Tring..

__ADS_1


Dan nama Dion yang muncul di notifikasi itu.


" Bisakah aku bertemu dengan mu." Isi pesan yang di kirim Dion.


" Datang saja ke apartemen ku aku malas untuk pergi." Balas Ellen.


" Ok baiklah."


Setelah itu Dion langsung bergegas untuk ke apartemen milik Ellen yang letak nya di atas satu lantai milik nya.


Ting tong..


Vivi pun langsung membuka pintu apartemen dan begitu terkejut jika yang datang adalah Dion. " Maaf tuan ada perlu apa?" tanya Vivi.


Mengangguk paham Vivi pun langsung mempersilahkan Dion masuk dan ternyata Ellen sudah duduk di balkon milik nya.


" Terimakasih, di mana Ellen."


" Ada di balkon tuan." sahut Vivi.


Berjalan menuju balkon terlihat Ellen sedang memandangi luar. " Hay."


" Dion."

__ADS_1


" Ya aku, kau kira aku siapa? orang lain?." tertawa kecil sambil mesam mesem.


" Duduklah apa kau ingin jadi patung berdiri terus." Celetuk Ellen.


" Baiklah baiklah jika aku sudah di persilahkan duduk aku pasti duduk." Sahut nya.


" Oh ya_ kau mau apa ke sini? tadi kau bilang ingin bicara pada ku?."


" Tidak, aku hanya ingin melihat keadaan mu?"


" keadaan ku? memang nya aku kenapa aku rasa aku baik-baik saja." tunjuk Ellen pada diri nya sendiri.


" Benarkah kau baik-baik saja? " telisik Dion dalam mata manik coklat milik Ellen.


" Hmmm." dan hanya di jawab anggukan oleh Ellen.


Setelah berbincang-bincang dengan Ellen dan Dion pun memilih pamit karena waktu sudah sore, keluar dari apartemen Dion memikirkan pembicaraan nya tadi dengan Ellen di mana Ellen menceritakan jika hubungan nya sudah kandas tapi Steve masih kekeh untuk minta lanjut.


Dan kini Waktu sesi untuk pernikahan hanya tinggal 2 Minggu lagi dan Leon baru mengetahui dari Ellen jika hubungan putri nya kandas karena orang ketiga. Waktu itu Ellen keceplosan pas Leon bertanya gimana dengan pernikahan putri nya, Ellen mengatakan jika hubungan nya tidak lanjut dari situ Leon marah dan begitu emosi berani nya putri kesayangannya di perlakukan seperti itu.


Leon langsung menelpon Steve dan rasa nya ingin langsung menghabisi Steve sekarang juga, Leon tidak rela jika putri yang dia jaga dan sayangi dengan penuh kasih harus di sakiti oleh pria yang tak memiliki otak...


" *Daddy akan selalu berjalan di samping mu, menggenggam erat tangan mu, menghapus semua kesedihan mu, dan siap menjadi tempat kau melampiaskan kemarahan mu, Daddy sangat mencintai mu putri kecil ku*."

__ADS_1


__ADS_2