
Semalam Ellen dan Risya saling kirim pesan, dan Ellen mengatakan akan menginap di rumah sepupu nya untuk menemani di sana.
Pagi-pagi sekali Ellen sudah bangun karena harus sarapan bareng dengan sang Daddy, sekalian ijin mau pergi nginep di rumah sang sepupu.
" dad boleh gak aku nginep di rumah kak Risya soal nya mau nemenin dia, sekalian mau maen bareng, boleh ya dad please." Ellen berkata sambil memohon ke pada sang Daddy
" mommy boleh ya aku nginep." mohon Ellen agar dapat jawaban dari sang mommy.
" sayang, mommy terserah Daddy mu, kalo Daddy mu mengijinkan mommy juga akan mengijinkan " jawab Lea sang mommy sambil tersenyum pada putri nya.
lalu sang Daddy menjawab setelah beberapa menit terdiam karena berpikir dulu untuk mengijinkan sang putri menginap di rumah sepupu nya " boleh, tapi ingat jangan lama-lama jangan bikin repot di sana ya." jawab leon dengan sangat lembut.
" ok dad, makasih Daddy sayang " serasa memeluk Daddy nya.
" mommy gak di peluk." Tanya Lea pada Ellen dengan Terkekeh geli melihat tingkah anak nya yang sudah berusia 23 Tahun tapi masih seperti bayi bagi nya.
Ellen dan sang Daddy saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak karena merasa geli dengan ucapan sang mommy..
" Sini dong mommy sayang " lalu mereka bertiga berpelukan.
Tepat selesai sarapan pagi sang Daddy langsung berangkat ke kantor setelah pamit pada sang istri dan anak, di kamar lain nya Ellen sedang memilih baju untuk di bawa nginep nanti.
Jam menunjukkan Pukul 4 sore Ellen langsung pamit padan Lea sang mommy dan bergegas berangkat ke rumah Risya, sesampai nya di sana Ellen langsung masuk ketika gerbang sudah di buka oleh penjaga dan di persilahkan masuk karena sang pemilik Rumah sudah menunggu..
" Hay kak, Wah kak Risya Uda cantik aja kaya mau pergi..hehehe." seraya sambil ngedorong koper.
" hahaha kamu bisa aja, kan kakak harus lebih cantik dari adek." Jawab Risya sambil tertawa.
" Emang kalo lebih cantik bakalan ada yang naksir kakak di sini." Sambil nge goda sepupu nya " oh ya kak, Steve ke mana? ko gak keliatan?" Tanya Ellen sambil nengok ke sekeliling.
" oh dia, kaya nya lagi di rumah uncle Felix biasa mereka kan ce'esan."
" oh gitu, ku kira dia kemana."
" kenapa emang nya? Tanya Risya Sambil bingung.
" gak, cuma tanya aja" Jawab Ellen sambil bohong.
Jam sudah 9 malam, Ellen dan Risya sedang bersiap mau makan malam yang sudah di tata rapih di meja makan oleh pelayan, ketika sedang menikmati makan malam, terdengar suara kaki sedang berjalan dan ternyata Steve baru pulang.
__ADS_1
" Steve makan dulu sini, ada Ellen nih nginep di rumah kita jangan maen terus." kata Risya sambil menyuapkan nasi pada mulut nya.
" Aku kenyang kak, kau saja, aku mau ke kamar dulu mau mandi " sambil menaiki anak tangga dan melirik sekilas pada Ellen.
Dasar sepupu bocah lucknat gak ada sopan sopan nya, umpatan hati Ellen. setelah selesai makan malam kedua nya langsung bergegas ke kamar karena mau bersiap tidur, sesekali berbincangan tentang bagaimana Risya di negara L dan Ellen di Jakarta.
ke esokan hari nya tepat nya jam 10 siang mereka pergi maen bareng ke sebuah swalayan terkenal di Jakarta, dari pagi buta sudah tak melihat Steve sang sepupu lucknat nya itu entah pergi kemana lagi dia semalam.
Risya Dan Ellen pergi berdua ke swalayan dan belanja banyak macam buah untuk mereka nanti. setelah selesai mereka pulang dan langsung mandi.
tiba-tiba Handphone Ellen bunyi.." Halo Daddy kenapa? Tanya Ellen pada sang Daddy
" nggak kenapa-kenapa Daddy hanya kangen sama kamu, nanti sore pulang dulu ya, Daddy kangen banget sama kamu."
" baru juga di tinggal semalam Uda nyari'in aja, aku ini Uda gede dad, Udah 23 Tahun loh.." sambil terkekeh geli.
" Bagi Daddy kamu tepat bayi yang masih harus Daddy Timang, jadi nanti sore pulang dulu ya kalo nggak Daddy nanti jemput."
"ok dad nanti aku pulang dulu..tapi aku bilang kak Risya dulu ya." sambil senyum-senyum
" ok sayang." jawab sang Daddy seraya mematikan telpon.
setelah sore tiba Ellen bergegas pulang dulu dan di antar oleh Steve sang sepupu lucknat, di sepanjang jalan Ellen terus mengoceh di dalam hati nya, kenapa harus di antar oleh manusia aneh ini, kalo bukan karena kakak sepupu nya Ellen tak akan mau, mending naik mobil sendiri tapi apakah daya Ellen tak enak hati untuk menolak.
sampai lah pada sebuah kompleks elit serta megah, Ellen merasa lega karena sudah sampai di depan rumah nya, sang penjaga langsung membuka gerbang megah itu untuk Nona muda nya.
" Silahkan nona Tuan besar sudah menunggu di dalam." kata si penjaga sambil tersenyum.
" ya pak Terimakasih " jawab Steve dan Ellen secara bersamaan.
Tak lama menunggu Ellen langsung masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh sang Daddy yang sudah menunggu nya sejak tadi.
" Daddy." suara cempreng Ellen memanggil
" Hay sayang sudah sampai, Hay Steve apa kabar? sudah lama tak bertemu, kamu semakin dewasa saja." Tanya Leon pada Steve
" Kabar ku baik uncle, iya karena aku sibuk, ngurus perusahan salah satu anak cabang punya papah, uncle apa kabar?."
" kabar uncle baik, kabar orangtua mu gimana? kenapa mereka tidak pulang." Tanta Leon karena merasa aneh kenapa kakak ipar nya tak ikut pulang bersama Risya.
__ADS_1
" orangtua ku baik juga, ya mereka akan nyusul ke Jakarta 4 hari lagi, kata nya masih ada urusan yang harus di selesaikan." jawab Steve dengan muka datar.
Setelah berbincang antara Steve dan Uncle nya Leon, Ellen kira Steve sudah pulang lagi, karena pikir nya Ellen akan minta di antar supir nya ke rumah sepupu nya itu, tapi dugaan nya salah Steve dengan santai nya menunggu Ellen.
" huuuhhh dasar kenapa dia masih di sini." hati Ellen mengumpat.
" Uda mau kesana lagi nak, tanya sang mommy seraya melirik ke sang suami "
" ya moms, Daddy mommy aku berangkat lagi." seraya sambil pamit pada sang mommy dan Daddy.
" Hati-hati sayang " kata Lea Dan Leon secara bersamaan.
" uncle, onty aku pamit dulu." sambil menuju pintu keluar.
" iya Steve jaga adek mu, dia putri ku satu-satunya, dan kau sering seringlah main ke sini, kaya sama siapa aja.
" iya uncle, siap "
Sambil melakukan mobil nya Steve diam dengan beribu kata, tak ada suara sedikit pun di dalam mobil itu, setelah menempuh 30 menit di jalanan akhirnya mereka sampai di rumah itu, Ellen dengan tergesa-gesa turun karena malas lama-lama melihat wajah aneh Steve.
Tring ada notifikasi masuk dan ternyata Steve si bocah lucknat mengirim pesan pada sosmed Ellen, " ih apa sih dia, dari mana dia tau sosmed ku." pikir Ellen sambil menaruh kembali Hp nya ke atas nakas.
Tring Tring
" kamu lagi ngapain "
" besok kalo pulang aku antar lagi "
" ngapain sih dia, aneh banget kurang kerjaan apa " hati Ellen kesal.
" lagi maen hp "
" ya Uda kalo kamu gak repot "
jawab Ellen sambil ngoceh pelan.
" ko cemberut kenapa " tanya Risya pada sang sepupu.
" nggak kenapa-kenapa kok kak, oh ya kak aku baru tau kalo selama ini kakak punya adik cowo, aku kira kakak anak terakhir " tanya Ellen karena penasaran.
__ADS_1
" hahaha iya gitu deh, banyak orang yang gak percaya kalo dia adik ku, orang bilang dia kekasih ku, ada satu cowok dulu deketin kakak eh dia ngeliat Kakak pergi sama Steve dan dia kira Kakak sama cowok lain, dia langsung marah-marah dan hilang gitu aja seperti di telan bumi."