
Ellen menjawab perkataannya Daddy nya dengan mengangguk lalu dia tersenyum, dan Leon sama Lea pun mendekati dan memeluk putri nya " sudah sayang lebih baik kamu istirahat agar ketika bangun pikiran mu jauh lebih tenang, Dion pasti kuat untuk melewati masa kritis nya." ucap Lea pada Putri Ellen.
" Iya mommy." lalu Ellen membaringkan badan nya tidak membutuhkan waktu lama Ellen langsung tertidur lelap.
Leon dan istri nya berada di ruang kerja mereka membahas mengenai yang terjadi pada Dion " kita sangat berhutang Budi pada keluarga Tuan Freddy mih semoga Dion cepat membaik kondisi nya." Leon menatap langit-langit ruangan kerja nya.
" iya Dad kejadian ini membuat putri kita merasa bersalah, lalu apa yang harus kita lakukan?." tanya Lea pada sang suami.
" hmmm kita akan bantu sampai Dion sembuh total kasihan Tuan Freddy dia hanya memiliki putra sulung satu-satunya setelah di tinggalkan oleh putri nya dalam kecelakaan, sebenarnya Leon dan Freddy sudah mengenal sejak lama hanya saja mereka sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing jadi membuat mereka jarang bertemu.
Waktu sudah pagi menunjukan jam 7:15 Ellen bangkit dari tempat tidur nya lalu menuju bathroom, dia niat nya akan menengok keadaan Dion terlebih dahulu sebelum ke kantor setelah selesai bersiap Ellen langsung turun untuk sarapan.
" pagi moms pagi dad." Ellen menyapa orangtua nya.
" pagi juga sayang." sahut Lea dan Leon secara bersamaan.
lalu mereka bertiga sarapan bareng ketika sedang menikmati sarapan ada suara telpon masuk dari orang kepercayaan nya Leon yang di tugaskan untuk memberitahu keadaan Dion Tringggggg..." Halo kenapa Andre." tanya Leon pada Andre.
" Maaf Tuan besar sekarang Tuan muda Dion keadaan nya semakin kritis dan beberapa dokter masuk keruang nya untuk memeriksa keadaan nya." Jawab Andre sambil tergesa-gesa.
" apa.." Ellen dan Lea pun terkejut karena suara Leon " baiklah aku akan kesana sekarang." lalu Leon menutup ponsel nya.
" ada apa dad? " Tanya Ellen dan Lea secara bersamaan.
" Kita harus segera kerumah sakit karena kondisi Dion semakin memburuk." Dengan cepat Leon menyuruh supir nya menyiapkan mobil nya untuk segera kerumah sakit.
" Tambahi kecepatan mobil nya, Kita harus segera sampai." perintah Leon dengan tegas.
__ADS_1
" Baik Tuan." sahut sang supir.
Dan ternyata jalanan malah macet " sial ada apa ini kenapa jalanan bisa macet." Lalu Leon menelpon Andre kembali " Halo Andre Kau suruh pegawai jalan untuk mengosongkan jalanan agar saya cepat sampai di rumah sakit."
" Baik Tuan saya laksanakan sekarang."
Tak perlu menunggu lama jalanan pun langsung kosong dan mereka hanya membutuhkan waktu 20 menit saja untuk sampai kerumah sakit.
Leon serta istri dan anak nya berjalan menuju lantai 3 rumah sakit. dan sampailah di sana di mana Tuan Freddy sedang menenangkan istri nya.
" Bagaimana keadaan Dion di dalam?" Leon menanyakan nya.
" Dion kondisi nya semakin memburuk Tuan dan di rumah sakit ini ternyata lagi kekurangan alat serta dokter spesialis Tulang yang benar-benar ahli." ucap Andre pada Tuan Leon.
" Rumah sakit macam apa ini bisa bisa nya Rumah sakit internasional seperti ini Tidak memiliki Alat yang komplit Dan kekurangan dokter." Leon berbicara dengan nada tinggi nya.
" Baik Tuan saya permisi dulu." jawab Andre.
" Tuan Freddy Tenang lah kita akan mencari dokter yang bagus untuk Menangani putra anda." Leon mencoba menenangkan Sahabat nya.
Lalu Freddy menjawab nya dengan anggukan kepala, dia tidak tega melihat kondisi istri nya yang begitu depresi karena takut kehilangan putra sulung nya.
Ellen mendekati ibu nya Dion lalu dia memeluk nya. " Onty Tenanglah kita do'a kan yang terbaik untuk kesembuhan Dion." Ellen mengatakan nya sambil meneteskan air mata nya Ellen akan terus merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada Dion, Ellen akan menyesali seumur hidup nya atas kejadian ini.
" Terimakasih Ellen." suara serak Canice begitu membuat hati Ellen sesak melihat bagaimana terpuruk nya orangtua Dion ketika melihat Dion tak berdaya.
di dalam sangat terlihat jelas banyak alat yang di pasang di tubuh Dion, Ellen terus menatap Dion yang berada di dalam sana yang sedang di tangani dokter.
__ADS_1
seketika salah satu dokter ahli keluar dari ruangan tersebut dan mengatakan jika kondisi Dion mungkin tidak bisa di selamatkan karena Dion mengalami luka parah di punggung nya, setelah mendengar kata itu Ellen ijin untuk masuk melihat Dion dokter pun mengijinkan asal kan harus satu persatu, Ellen masuk paling pertama dan berjalan pelan menghampiri Dion. Ellen menatap Dion di situ terlihat jelas wajah Dion yang sangat pucat.
" Dion Cepat sembuh, cepat kembali, jika kau sudah terbangun dari dari tidur mu ini, aku janji akan merawat mu hingga sembuh total." dan ternyata kondisi Dion malah semakin melemah, dokter menyuruh Ellen untuk keluar agar bisa menangani Dion, " nggak aku gak mau keluar aku ingin mendampingi Dion di sini, Dion kau cepat bangun atau aku akan meninggalkan mu sejauh mungkin dan tak akan bertemu dengan mu lagi." ucap lantang suara Ellen hingga membuat semua orang yang ada di ruangan tercengang melihat Ellen.
Lalu salah satu dokter berkata " dokter kau lihat Jantung pasien berdetak dengan normal itu artinya pasien masih memiliki respon yang bagus." ucap salah satu dokter.
Ellen pun kaget serta tak percaya jika setelah ia berbicara seperti itu Dion langsung merespon nya.
" Nona sebaik nya anda keluar dulu agar kami bisa memeriksa pasien dengan tenang." salah satu perawat meminta Ellen untuk keluar terlebih dahulu.
" ada apa di dalam nak." Tanya Leon serta Lea pada Putri nya.
" ada apa kenapa dengan Dion, apa yang terjadi tadi? " Freddy dan istrinya bertanya.
Ellen masih terdiam lalu menjawab nya, " Tadi Dion sempat berhenti berdetak jantung nya, lalu aku berkata jika Dion masih tidak terbangun dari koma nya aku akan pergi meninggalkan nya sejauh mungkin dan tidak akan mau bertemu lagi, lalu dokter bilang respon jantung Dion langsung normal berarti Dion bisa mendengarkan apa yang kita katakan." jawab Ellen secara rinci.
" Benarkah, syukurlah " semua yang ada di situ merasa lega sedikit setidak nya Dion Masih bisa merespon apa yang kita ucapkan.
tak terasa ternyata waktu sudah malam Ellen yang tadi nya berniat ingin ke kantor tapi ia batalkan karena menemani keluarga Dion di rumah sakit Leon pamit Untuk pulang karena hari sudah malam dan menyuruh orangtua Dion untuk pulang dulu agar bisa istirahat, biarkan Dion di jaga oleh pengawal serta pelayan yang sudah di siapkan oleh Leon.
Tapi Ibunda Dion menolak dia kekeh ingin menemani putra nya, dan Leon serta Freddy pun tak bisa memaksa Freddy menyiapkan ruangan untuk diri nya dan istri nya istirahat.
" Tuan Freddy saya pamit dulu Besok saya akan kembali kesini, jika ada apa-apa anda bisa meminta pada asisten pribadi saya yang akan menemani anda di sini." ucap Leon.
" Iya Tuan Leon Terimakasih sudah membantu kami menjaga Dion Di sini." sahut Freddy.
Hari Hari sudah Terlewati 2 Minggu dan Dion masih belum terbangun dari koma nya, setiap hari Ellen selalu menjaga Dion di rumah sakit agar bisa bergantia dengan orangtua Dion, Ellen sengaja meminta ijin untuk menjaga Dion sebagai menebus rasa salah nya, setiap pulang dari rumah sakit Ellen pasti akan berantem dengan Steve karena Steve tau apa yang terjadi pada Ellen.
__ADS_1