
Steve memilih terdiam ketika Jimmy berbicara dengan nya " kenapa kamu diam? jawab Steve? " Jimmy meninggikan nada suara nya karena berbicara dengan Steve membuat Jimmy emosi.
" aku hanya sedang tidak ingin ke kantor dad pikiran ku sedang kacau begini." sahut Steve dengan pelan.
" cihhh anak jaman sekarang ketika di suruh untuk yang terbaik banyak saja alasan nya, mau sampai kapan kamu seperti ini? kapan kamu bisa berubah? " Tanya Jimmy pada putra nya.
" dan Daddy pun kenapa harus bersikap seperti ini pada ku, aku ini anak Daddy kenapa Daddy tidak mengerti yang aku inginkan, aku akan seperti ini sampai ada orang yang bisa merubah sikap ku." jika berdebat dengan Daddy nya rasa nya Steve ingin tenggelam di dasar lautan dari pada harus berhadapan dengan Daddy nya yang memiliki sifat keras.
" Daddy bersikap seperti ini pada mu karena Daddy ingin anak lelaki Daddy satu-satunya bisa membimbing perusahaan yang Daddy bangun dari nol, Daddy ingin kau hebat dalam dunia bisnis." Jimmy merendahkan suara nya karena berbicara dengan emosi hanya akan membuat diri nya pusing.
Steve terdiam beberapa saat " aku ingin istirahat dan besok aku akan ke kantor." Steve meninggalkan Jimmy yang masih terduduk di kursi kerja nya.
" dasar anak jaman sekarang ketika di ajari malah seperti itu, Steve Steve kau putra ku satu-satunya dan aku ingin kau mampu menjadi orang hebat dalam dunia saingan bisnis." Jimmy berkata sambil memandangi langit-langit ruang kerja nya.
ketika sampai di kamar Steve dengan cepat mengganti baju nya karena ini sudah jam 2 malam lalu merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, Steve teringat perkataan Daddy nya tadi, mau sampai kapan diri nya akan seperti ini? lalu Steve menjawab sampai ada orang yang bisa merubah sifat nya, lalu Steve teringat pada Ellen karena niat nya dia ingin membicarakan sesuatu tapi sayang nya Steve malah melupakan niat nya itu.
ke esokan hari nya Steve terbangun lalu memilih untuk langsung ke bathroom karena ingin pergi ke kantor lebih awal, setelah selesai Steve dengan cepat menuruni tangga.
__ADS_1
" Pagi sayang, sini sarapan dulu." ucap Canice pada putra nya.
Steve melirik sekilas pada Jimmy lalu kembali melirik Canice " Tidak moms aku nanti sarapan di kantor saja karena mau ada meeting pagi ini." jawab Steve dengan bohong sejujurnya dia malas jika harus berdekatan dengan Daddy yang tak pernah akur dengan diri nya dari dulu.
" tapi sayang kau harus...." perkataan Canice terhenti ketika putra nya dengan melangkah cepat menuju pintu luar " huuuhhh" Canice menghela napas nya melihat kelakuan anak nya yang begitu berbeda.
" sudahlah sayang biarkan dia." ucap Jimmy pada istri nya.
" tapi..." belum tuntas ngomong Canice malah di tinggalkan oleh suami nya keruang kerja.
" Jack buatkan saya kopi jangan pake lama." ucap tegas Steve pada sang asisten.
" i iya tuan." dengan jalan gontai Jack dengan cepat menuju pantry setelah sampai di pantry Jack terus saja ngedumel " euhhh jika aku menjadi Tuan muda aku tidak seenak jidat nya begini." umpatan hati Jack.
setelah selesai Jack dengan cepat kembali masuk keruang kerja bos nya dengan hati yang kesal karena hack melihat Steve sedang menikmati tidur sampai meneteskan iler nya😂Dan ternyata Steve tidur suka ileran😂.
" huuhhh dasar bos laknat baru saja di tinggal 7 menit eh malah tidur dengan enak Tampa dosa." Jack menyeruput kopi yang ia bikin tadi.
__ADS_1
di alam mimpi Steve sedang mimpi melamar Ellen " Ellen Mhaverix apakah kau mau menjadi pendamping seumur hidup ku dan menemani aku dalam suka mau pun duka." Steve mengatakan itu di depan orang ramai.
" hmmmm.. iya aku mau." Ellen sembari menganggukan kepala nya lalu semua orang bertepuk tangan dengan meriah.
ketika Steve sedang menikmati mimpi nya tiba-tiba suara handphone nya berbunyi, Tringgggg dan ternyata sang kakak menyebalkan yang menghubungi nya.
" sial siapa sih yang membunyikan handphone " dengan tangan yang lemas Steve melihat layar handphone nya " euhhh mau ngapain dia menelpon ku jam segini " Steve termenung sebentar karena sedang mengumpulkan nyawa pinjaman nya itu yang ia cicil seumur hidup.
" halo, ada apa kau menelpon ku jam segini? " Steve bertanya pada kakak nya.
" aku ingin menanyakan sesuatu tapi..." ketika Risya sedang ingin berbicara dan ternyata Steve harus meeting.
" halo kak aku harus buru-buru karena ada meeting lain kali aja pertanyaan nya, kakak simpan dulu pertanyaan yang ingin Kaka tanyakan."
" sialan Lo dasar adik gila." Risya mengumpat.
seperti biasa Steve dan Ellen pasti setiap hari akan saling beri kabar walaupun mereka sering berantem.
__ADS_1