Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Selingkuh


__ADS_3

Dua Bulan kemudian..


Kini tinggal 3 Minggu lagi pernikahan Steve dan Ellen akan di selenggarakan dan masih belum ada kepastian dari kedua nya.


" Halo Ellen apa kabar? bagaimana untuk acara pernikahan mu?." Tanya Risya


" Halo juga kak, kabar ku baik, kabar kakak gimana?" Ellen bertanya balik.


" Kabar ku baik juga, kau belum jawab pertanyaan ku bagaimana acara pernikahan mu, kapan akan di selenggarakan aku dengar kalian belum fitting baju, bagaimana ini?" Tanya Risya dengan panjang lebar karena bingung dengan hubungan adik dan sepupunya itu.


" Euhh aku, aku terserah Steve aja kak." Ellen terasa gugup ketika membicarakan hal itu, seperti tempo hari di mana orangtua nya menanyakan perihal hubungan nya dan Ellen berkata jika hubungan nya baik-baik saja.


" Lah memang nya Steve tidak menghubungi mu?." tanya Risya dengan heran.


" Tidak, mungkin Steve sibuk di sana kak, biarkan saja aku akan menunggu."


Sedikit melamun Risya pun tersadar jika dia masih tersambung telfon pada calon adik ipar nya. " Ya sudah biar nanti kakak yang akan menghubungi Steve.


" Iya kak." Ellen menjawab dengan singkat.


" Ya sudah kalo gitu, jaga diri mu baik-baik."


Menutup sambungan telfon nya, Risya memilih untuk menelpon adik nya. setelah menunggu beberapa saat akhirnya sambungan telfon nya di angkat.


" Halo, kenapa kau menelpon ku." Tanya Steve.


" Adik sialan, di mana kau hah."


" Aku sedang tidur di apartemen, memang nya ada apa?" Tanya balik Steve.


" Kau.." Risya sangat geram dengan adik satu nya ini. " Aku ingin bertanya pernikahan mu akan di mulai 3 Minggu lagi dan kau dengan santai nya hah." Suara cempreng Risya membuat telinga Steve berdengung.


" Heh mulut bisakah suara mu di volume rendah telinga ku terluka jika mendengar suara mu." Steve menjawab dengan enteng.


" Cepat jawab pertanyaan ku."


" Tanya kan saja pada Ellen kapan dia siap untuk aku nikahi karena dia masih di negara L "


" Kau laki-laki harus nya kau yang memberi kepastian pada wanita hah." Risya begitu geram dengan sikap adik nya yang selalu se enak nya berbicara.


" Sudah ku bilang tanyakan saja pada Ellen, aku ingin lanjut tidur kau jangan menggangguku." mematikan sambungan telpon Tampa pamit kini Steve kembali tidur karena masih mengantuk.

__ADS_1


Menggerutu dengan kesal rasanya Risya ingin menendang Steve ke pulau lintah, memiliki adik seperti Steve serasa memiliki musibah seumur hidup bagi Risya.


-


-


-


-


-


Ting Tong...


Suara bel bunyi Vivi langsung membuka pintu tapi tidak ada siapapun di sana dan hanya menemukan sebuah amplop coklat di lantai.


" Siapa yang datang Vi?" Ellen bertanya dari arah dalam.


" Euhhh ini nona ada amplop."


" Dari siapa? "


Vivi menggelengkan kepalanya nya karena tidak tau siapa yang mengirimkan amplop itu.


Di ambil nya coklat itu dari tangan Vivi, Ellen pun penasaran apa isi amplop coklat itu ketika di buka banyak photo kemesraan Steve dengan seorang wanita. Ellen begitu shock dan lemas, di pandangnya photo-photo itu membuat Ellen serasa sesak di dada.


" Nona kenapa."


Tidak ada jawaban dari Ellen, Vivi pun langsung mengambil photo itu. " Ini? Ini kan tuan Steve bersama siapa dia?" Vivi pun tak kalah shock.


" Vi, Vi kenapa dada ku sakit sekali."


" Nona, Nona harap tenang kita baca dulu semua nya." Pinta Vivi.


Dan di isi surat itu semua photo Steve dengan Intan Dan identitas siapa intan Dan di situ pun ada sebuah nomor yang bernama Intan Putri Sebayang. Karena penasaran dan masih tak percaya Ellen pun mencoba mengirim pesan ke nomor itu tapi masih belum ada jawaban.


" Vi aku tidak mimpi kan? Ini mimpi apa nyata? "


" Ini nyata nona, dan lihat itu tuan Steve." Vivi menunjuk photo itu.


*Tring..

__ADS_1


Intan


[ Ini siapa ya? ]


Ellen


[ Bisakah kita berbicara di telpon*? ]


Setelah dapat jawaban dari Intan, Ellen pun langsung menelpon Intan.


*Ellen


[ Halo apa benar ini atas nama Intan? ]


Intan


[ Iya benar, maaf ini siapa* ]


Tidak menjawab Ellen langsung to the point.


*Ellen


[ Sejak kapan kamu dan Steve berhubungan ]


Intan


[ Deg, Ini.. ini siapa? ]


Ellen


[ Maaf aku tunangan nya*. ]


Masih tak kalah kaget intan langsung lemas.


*Intan


[ Tapi kami sudah menjalani hubungan sudah 2 bulan, dan Steve bilang dia tidak punya tunangan. ]


Ellen


[ Aku dan Steve sudah bertunangan dari 4 bulan yang lalu, dan sudah menjalin hubungan selama 2.5 Tahun* ]

__ADS_1


Intan pun masih tak percaya, namun Ellen tak kalah telak untuk membuktikan nya Ellen berbicara baik-baik pada intan Tampa marah sedikit pun, malah Ellen meminta Intan untuk menggantikan diri nya tapi Intan menolak nya Intan tidak mau jadi perusak hubungan orang lain apalagi sudah bertunangan Intan sadar hubungan nya hanya baru terjalin 2 bulan dengan Steve.


__ADS_2