Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Aku Merindukan Mu


__ADS_3

Setelah selesai berendam di bathtub Ellen langsung mengeringkan rambut nya niat nya ingin mengecek pekerjaan nya baru juga membuka laptop pandangan nya sudah terganggu oleh Risya yang tiba-tiba masuk dengan wajah di tekuk seperti anak kecil yang di larang makan ice cream 😝


" hey kau kenapa kak muka mu seperti anak kecil yang tidak di beri jatah jajan." ledek Ellen.


" kau.." Risya melemparkan bantal kecil milik Ellen dan beruntung nya Ellen dengan sigap menangkap nya.


" aku hanya bertanya kau kenapa, aneh sekali." ucap Ellen.


" aku di tinggalkan kekasih ku hiks..hiks..hiks." Risya menangis dengan kencang.


" hahahaha baru di tinggal kekasih saja kau sudah nangis, kau masih bisa mencari pria yang lebih tampan dan kaya raya di luar sana." goda Ellen pada Risya.


" kau bukan nya ikut bersedih malah meledek ku."


Ellen hanya menggeleng - gelengkan kepalanya lalu dia membayangkan bagaimana jadi nya jika suatu saat Steve juga meninggalkan nya, apakah dia akan bersedih? menangis semalaman? ah rasa nya sangat bergidik ngeri saat membayangkan nya, membayangkan saja aku tidak sanggup apalagi kalo semua itu terjadi.


Karena waktu sudah malam Ellen memilih merebahkan tubuhnya karena merasa sangat lelah.


dan ke esokan hari nya Ellen siap-siap untuk berangkat kerja karena pagi ini dia ada pertemuan dengan kolega yang akan bekerjasama di perusahaan Daddy nya.


Setelah sampai di kantor Ellen langsung menuju ruangan kerja nya " Vi jam berapa jadwal ketemu kolega nya Daddy?."


" jam 9 nona sampai jam 11 setelah selesai kita akan pergi mengecek apartemen dan hotel dan akan makan siang terlebih dahulu." Vivi membaca kan jadwal nona muda nya.


" ok, baiklah." sahut Ellen.


Tring suara handphone bunyi dan pas di lihat ternyata Steve mengirim pesan " pagi sayang." isi pesan dari Steve.


" pagi juga, tumben jam segini nge chat aku? "


" kenapa memang nya? nggak boleh gitu? aku merindukan mu."

__ADS_1


" hmmm, kamu lagi apa? apa sudah sarapan." tanya Steve.


" aku hanya lagi duduk, sudah tadi, kamu sendiri udah sarapan."


" belum sayang tar saja sarapan di kantor, kamu kapan pulang aku sangat merindukan mu, rasa nya lama sekali menunggu 5 Tahun kemudian."


" Steve aku mana bisa pulang, pekerjaan ku di sini sangat banyak dan terlebih lagi aku harus menjaga..." belum juga Ellen selesai ngomong tapi sudah di potong oleh Steve.


" menjaga pria itu, iya? aku ini kekasih mu atau bukan sih kenapa harus pria itu yang kamu pentingin, aku hanya meminta kamu pulang Uda itu aja." Steve berkata dengan sedikit emosi.


" Steve ku mohon mengertilah ini bukan waktu nya berdebat, aku hanya mengerjakan tanggung jawab ku, coba kau pikir jika itu terjadi pada ku mungkin aku yang terbaring dan koma sekarang." Ellen sangat kesal dengan sikap Steve yang tak pernah mengerti.


" aku tau sayang, tapi aku juga ingin di perhati'in sama kamu, semenjak kamu pergi ke sana sikap mu berbeda." belum juga selesai berbicara Ellen sudah mematikan sambungan telpon nya " halo halo sayang, halo Ellen, sial dia mematikan telpon ku."


karena Ellen malas berdebat dengan Steve dia memilih mematikan telpon nya dan mengakhiri pembicaraan nya dari pada mood nya rusak pagi-pagi.


" Permisi nona para kolega sudah menunggu di ruang meeting." ucap Vivi memberitahu Ellen karena meeting nya akan di mulai.


di ruang meeting Ellen menjelaskan apa saja ketika mereka bekerja sama di Perusahaan nya setelah semua kolega sudah mengerti dan jam pun sudah menunjukkan pukul 11 siang, Ellen pamit lebih dulu karena sudah di tunggu oleh sang investor di tempat pembangunan apartemen, setelah menempuh perjalanan 1 jam lama nya akhirnya mereka sampai dan Ellen pun langsung di sambut di sana.


di sana Ellen berbincang-bincang membicarakan tentang perkembangan pembangunan apartemen dan sekarang pembangunan sudah mulai ke tahap pembangunan lantai 20 setelah selesai berbincang kerja dengan profesional Ellen pamit karena ingin makan siang dan selanjut nya akan mengecek pembangunan hotel.


" Vi kita makan siang terlebih dahulu ya."


" baik nona." sahut Vivi.


Ellen memilih restoran yang hidangan nya cepat yaitu resto yang menyedia kan steak dan berbagai kuah-kuah.


setelah selesai makan siang mereka langsung menuju pembangunan hotel setelah sampai di sana Ellen langsung mengecek dan bertanya-tanya kepada para pekerja dan mandor bagaimana perkembangan hotel nya lalu Ellen memberitahu ia ingin pengerjaan nya harus cepat-cepat selesai.


karena waktu sudah menunjukan pukul 3 sore Ellen memilih pulang dan seperti biasa akan mampir terlebih dahulu ke rumah Tuan Freddy karena ingin melihat Dion.

__ADS_1


setelah sampai ternyata onty Canice sedang duduk di ruang tv " eh Ellen onty kira siapa."


" Hay Tante hehehe." Ellen tersenyum tipis memperlihatkan deretan gigi nya.


" onty aku mau liat Dion dulu."


" iya sayang." sahut Canice.


Ellen langsung masuk ke kamar di mana Dion di rawat dia menatap wajah Dion yang semakin kurus karena sudah 2 bulan ini Dion masih koma dan belum kunjung bangun, Ellen mengambil sebuah kain karena berniat ingin membersihkan wajah Dion, Ellen melakukan nya dengan sangat pelan sambil memandangi wajah Dion dan berbicara.


" Dion kapan kamu akan bangun apa kamu tidak kasihan pada ku yang terus berlarut-larut dalam kesalahan, apa kamu tidak ingin meneruskan kerjasama kita, mau sampai kapan kamu begini membiarkan aku terus bersedih." tampa Ellen sadari ternyata dia meneteskan air mata nya.


Ellen membersihkan wajah Dion dan badan nya, dan nanti biarkan perawat yang membersihkan bagian bawah tubuh Dion, setelah selesai Ellen duduk di samping Dion melihat begitu banyak nya alat yang terpasang.


lama Ellen memandangi Dion lalu dia memilih pamit " Dion aku pamit pulang dulu cepat lah bangun atau aku akan memutuskan kontrak kerja sama kita dan aku akan meninggalkan mu." ancam Ellen, tapi tidak ada respon sama sekali dari Dion.


dia memilih keluar dari ruangan itu dan mengobrol sebentar dengan ibu nya Dion setelah berbincang karena waktu sudah sore Ellen memilih pamit untuk pulang karena takut jalanan macet.


" Onty aku pamit pulang dulu karena sudah sore." ucap Ellen seraya pamit.


" iya sayang, hati-hati di jalan ya." sahut Canice.


" iya onty."


Canice mengantar kan Ellen sampai pintu depan dan berkata pada sang supir " pak hati-hati di jalan ya jangan ngebut-ngebut." Canice memperingati supir pribadi Ellen.


" iya nyonya." sang supir menjawab nya sambil mengangguk.


" onty aku pulang dulu."


" iya sayang."

__ADS_1


setelah pamit pada sang pemilik rumah sang supir pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


__ADS_2