Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Risya Mengetahui


__ADS_3

Risya merebahkan badan nya di kasur empuk milik Ellen kasur yang berukuran king size itu, sebenarnya Risya bisa saja tidur di rumah nya tapi dia malas harus sendirian di sana setelah puas rebahan, Risya melirik-lirik ke arah walk in closet tak sengaja Risya melihat sebuah kotak yang terbuka ketika hendak mendekati Ellen dengan cepat menyambar kotak itu dan menyembunyikan di belakang punggung nya, " Kak euhhhh kau mau apa? " Tanya Ellen dengan gugup.


" aku hanya ingin melihat isi kotak itu seperti nya kotak itu aku pernah melihat tapi entah milik siapa." sahut Risya sambil memikirkan dimana dia melihat kotak sama persis seperti itu.


" euuhhh kak ini hanya kotak biasa ko dan isi nya cuma photo ku jadi aku mau menyimpan nya." gelagap Ellen, dan ketika hendak menaruh kotak itu tiba-tiba Ellen terpeleset karena menginjak air " arkhhhhh brug." Ellen terpental dan terjatuh alhasil membuat semua isi kotak itu berhamburan.


" Ellen are you okay?" Tanya Risya karena kaget.


" Hmmmm." Ellen berusaha bangun " awwww." suara pekik Ellen karena merasakan pantat nya sakit.


" ini, ini kan Steve kenapa kamu bisa menyimpan photo Steve, dan ini kenapa Steve dan kamu bisa semesra itu, dan ini kenapa banyak sekali photo kalian berdua?" cerca Risya dengan banyak pertanyaan.


" Hahhh" Ellen kaget tapi apalah daya Risya melihat semua isi kotak itu dan Ellen sedang memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan pada kakak sepupunya.


" Ellen jawab aku kenapa banyak sekali photo kalian berdua yang begitu mesra, dan sekarang aku ingat Steve juga memiliki kotak sama persis seperti diri mu." cerocos Risya Tampa henti.


" kak sebenarnya aku....." suara Ellen tercekat.


" apa jangan-jangan kalian???? hahhh tidak mungkin tidak mungkin? " Risya menggelengkan kepalanya " tapi ini????" Risya masih termangu kebingungan.


" kak duduk dulu biar aku jelaskan." sahut Ellen.


" kak sebenarnya aku dan Steve menjalani hubungan sudah berjalan 7 bulan, dan aku mohon jangan kasih tau siapa pun apalagi orangtua kita aku masih belum siap jika mereka mengetahui."


" benarkah kau menjalani hubungan???" Risya mencari jawaban dari sorot mata Ellen.


dan Ellen mengangguk " iya kak." jawab Ellen.


" jadi selama ini wanita yang di maksud Steve adalah diri mu?." sahut Risya.


" aku masih tak percaya dengan kalian." Risya masih syok mendengar pengakuan dari Ellen.

__ADS_1


karena waktu sudah larut malam Ellen dan Risya mengakhiri pembicaraan nya dan memilih bersiap untuk tidur.


ke esokan hari nya setelah mereka selesai sarapan Risya pamit untuk pergi ke kantor orangtua nya dan Ellen pergi ke kantor Daddy nya.


setelah menempuh perjalanan Ellen pun telah sampai di kantor nya dan langsung menuju ke ruang kerja nya hari-hari Ellen sangat di sibuki dengan pekerjaan nya yang begitu padat tapi tidak membuat Ellen mengeluh.


setelah selesai mengecek semua nya dan meeting Ellen memilih makan siang di restoran sebelum ke rumah Dion, setelah selesai makan siang lalu membayar nya kini Ellen sudah di dalam mobil " Pak seperti biasa antarkan saya ke rumah Tuan Freddy ya." ucap Ellen.


" baik nona." sang supir pun melajukan kendaraan.


Ellen memejamkan mata nya di dalam mobil dan tiba-tiba teringat kejadian semalam dimana kakak sepupunya sudah mengetahui hubungan nya dengan Steve, rasa nya Ellen takut sekali jika kakak sepupunya memberi tau orangtua nya.


setelah sampai Ellen langsung di persilahkan masuk karena sudah terbiasa keluar masuk rumah Dion, jadi semua yang bekerja di situ sudah sangat hafal dengan Ellen.


di tempat lainnya.....


" Halo Tuan sekarang keberadaan Nona muda sedang berada di rumah Tuan Freddy." ucap sang pria.


" baik tuan."


dan kini Ellen langsung menuju ruangan Dion, di sana ada 2 perawat yang sedang mengganti semua yang terpasang di badan Dion.


" Maaf apa saya boleh masuk." tanya Ellen.


" boleh nona." jawab sang perawat.


" bagaimana perkembangan kondisi Dion apa ada perubahan?."


" belum ada perkembangan tentang pasien nona, mungkin nona bisa mengajak nya terus bebicara agar Tuan Dion cepat memberi respon." ucap sang perawat.


" baiklah." Ellen menganggukan kepala nya.

__ADS_1


Ellen terduduk di kursi dia memikirkan kapan Dion akan terbangun karena sudah sebulan Dion masih koma Ellen tak menyangka dari kejadian waktu itu membuat Dion seperti sekarang, terbaring lemah, badan kurus, muka yang sangat pucat, padahal dulu waktu awal saling kenal Dion begitu tampan, memiliki badan sispex bak pria yang paling sempurna Ellen merebahkan badan nya di sofa yang terletak di dekat kaca mengarah pemandangan luar.


dan ternyata Ellen malah ketiduran di sofa itu, 3 jam sudah Ellen tidur di sofa dengan laptop yang terbuka ketika orangtua Dion masuk karena berniat ingin melihat putra nya malah di kagetkan dengan Ellen yang masih tertidur di sofa.


" Pah ternyata Ellen belum pulang, kasihan sekali pasti dia kecapean." ucap Ibu nya Dion.


" iya mah biarkan saja tak usah di bangunin kasihan dia." sahut Freddy.


karena mendengar suara membuat telinga Ellen terganggu ketika membuka mata nya Ellen merasa kaget karena melihat orangtua Dion di dalam " Onty uncle, euhhh maafkan aku, aku tadi ketiduran." Ellen merasa malu.


dan kedua nya hanya tersenyum baik Canice mau pun Freddy, " tidak apa-apa sayang anggap saja ini rumah mu, kami kan sudah bilang kamu boleh ngapain aja di sini." sahut Canice sambil tersenyum.


" maaf onty aku gak tau kalo onty sudah pulang." gelagap Ellen.


" tadi kami tidak membangunkan mu karena pasti kamu kecapean, Ellen jika kamu sibuk kamu gak perlu kesini, onty juga gak masalah." ucap Canice.


" iya Tante." Ellen membalas nya dengan senyuman.


Ellen melihat jam yang melingkar di tangan nya dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 6 sore Ellen pun memilih pamit untuk pulang.


" onty, uncle aku pamit pulang dulu besok aku kesini lagi."


" iya sayang hati-hati di jalan." kedua nya menjawab dengan senyuman.


setelah sampai rumah dan ternyata Ellen di kagetkan dengan keadaan Risya yang dengan santai duduk di ruang tv " kau dari mana saja kenapa jam segini baru pulang dari mana saja, tadi aku ke kantor mu kata sekertaris mu sudah pulang dari setelah makan siang?" Risya berbicara Tampa henti.


" kak bisa tidak nanya nya satu-satu rasa nya aku bingung harus menjawab yang mana dulu."


" dasar, jawab saja yang intinya."


" aku habis dari rumah teman ku menjenguk dia." Ellen berbohong tidak mungkin bukan jika dia menceritakan yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2