
Hari ini Ellen sudah membuat janji dengan Dion akan bertemu di sebuah taman yang terkenal di Negara A, Karena Ellen berniat untuk mengundang Dion nanti pas acara pertunangan nya dengan Steve.
Setelah sampai di taman Dion sudah menunggu di sana " Hai maaf membuat mu menunggu." Karena tadi jalanan macet hingga membuat Ellen sedikit terlambat.
" Hai juga, tidak apa-apa." Pandangan Dion langsung terpaku karena melihat penampilan Ellen yang begitu sederhana namun tetap Keliatan cantik dan manis menurut nya.
Ellen langsung duduk di sebelah Dion di tatap nya pria itu yang kini sudah sedikit gemuk dan ketampanan nya mulai terlihat lagi.
" Dion!"
" Ellen."
Kedua nya langsung terdiam beberapa saat. " Kamu saja yang duluan bicara." Ucap Dion.
" Euhhh, kau saja aku tidak begitu penting." sahut Ellen dengan berdebar.
" Ah apa ya aku jadi lupa tadi aku ingin bicara apa." Berpura-pura lupa agar Ellen berbicara duluan sehingga di buat percaya oleh Ellen.
" Ah ya sudah, Dion begini aku ingin mengundang mu ke acara pertunangan ku." Ellen menggigit bibir bawah nya karena takut Dion menolak untuk datang.
Deg, Dion serasa tertampar ternyata wanita yang dia kagumi akan bertunangan dengan pria yang pernah menjadi teman nya waktu kecil. " Benarkah aku turut bahagia, aku pasti akan datang." ada gurat luka di hati Dion karena harapan nya pupus. " Oh ya acaranya akan di adakah kapan?"
__ADS_1
" Besok." Ellen menjeda sejenak membuat Dion terkerut heran. " Besok jam 3 Sore aku harap kau datang karena kau sudah aku anggap sebagai kakak ku."
" Kenapa cepat sekali? aku pasti akan datang untuk hadir di acara bahagia mu." Terkekeh senyum agar tak memperlihatkan kesedihan nya membuat Dion terasa sesak di dada.
" Steve yang meminta jadi aku hanya menyetujui nya." Sahut Ellen dengan sedikit suara serak.
" Kenapa kau terlihat kurang bahagia, besok adalah hari bahagia mu jadi kau harus selalu tersenyum." Dion lagi-lagi berbicara yang seakan akan tak ikhlas.
-
-
Setelah pertemuan nya dengan Dion kini Ellen berada di dalam kamar sedang melamun, tak pernah terpikir bagi diri nya jika dia akan di lamar dan itu arti nya dia akan jadi calon istri sepupu nya sendiri, ketika sedang melamun suara pintu di ketuk hingga membuat lamunan Ellen langsung buyar.
" Boleh saja moms pintu tidak di kunci." Sahut Ellen dari dalam kamar.
" Baiklah, sedang apa seperti nya sunyi sekali." Lea tersenyum pada Putri tersayang nya.
" Aku hanya sedang duduk, oh ya mommy mau apa ke kamar ku."
" Mommy hanya ingin mengobrol dengan mu, oh ya apa benar kamu tidak ingin mengadakan pesta pertunangan?" Lea ingin memastikan nya terlebih dahulu.
__ADS_1
" Iya moms, lagi pula ini dadakan sekali, dan cukup kita saja yang merayakan."
" Ok baiklah mommy ikut mau mu saja."
-
-
-
Ke esokan hari nya....
Rumah sudah di hias secara sederhana karena bagaimanapun Leon ingin melihat putri nya bahagia jadi dia sedikit merubah hiasan rumah nya untuk acara pertunangan putri sulung nya.
Waktu sudah siang semua nya akan bersiap-siap untuk acara nanti, di kamar nya Ellen sedang di rias oleh MUA yang terkenal di Negara A, Acara ini hanya akan di hadiri oleh keluarga dari Tuan Freddy Alexander bersama istri nya Canice Alexander dan Dion Alexander, hanya orang terdekat saja yang datang dan bahkan keluarga lain pun tak di undang karena ini hanya acara biasa.
Jam Sudah menunjukkan pukul setengah 3 Sore dan acara sudah hampir di mulai, keluarga dari Steve pun sudah datang dan di sambut baik oleh Tuan rumah.
" Selamat datang Jim setelah lama tidak bertemu akhirnya Tuhan mempertemukan kita di acara anak kita sendiri." Seringai tawa di bibir Leon tapi seperti mengejek.
Di balas anggukan oleh Jimmy dan langsung masuk menuju ruang tengah di mana acara di adakan 3 keluarga itu mengobrol dan membicarakan bagaimana tentang perkembangan bisnis nya, waktu sudah akan di mulai pada inti bicara dan semua nya sedang duduk berjajar sambil menunggu sang pujaan Steve turun, ketika suara seseorang berjalan menuruni anak tangga semua mata melirik menuju ke arah suara tersebut, dan kini nampak seorang wanita cantik yang menggunakan kebaya modern berwarna maroon tak menyangka jika putri Leon itu sangat cantik dan mempesona hingga membuat Steve tak bisa menutup mulut nya.
__ADS_1
" Usap iler mu itu dan tutup mulut." Ketus Risya yang masih kesal pada adik nya dari hari kemarin.
Tampa sadar Steve reflex mengusap mulut nya saking terpesona oleh wanita bidadari nya. membuat Risya seperti ingin menenggelamkan adik nya itu, Acara langsung di mulai Tampa menunggu lama dari kedua belah pihak pun sudah setuju, tapi tidak dengan hati Dion rasa nya ingin berteriak mengatakan tidak tapi apalah daya Dion menyadari jika dari awal wanita itu sudah milik orang lain.