
" Ellen Mhaverix." Gumam nya sambil ketawa sinis. " Aku rasa aku bisa mendapatkan hati mu." Dion akan berusaha mengejar Ellen sebelum janur melengkung karena dia yakin dia bisa mendapatkan nya.
-
-
-
Menjalani hari-hari seperti biasa nya kini Ellen sudah sebulan di negara L seperti biasa hubungan nya dengan Steve baik-baik saja selalu saling memberi kabar.
" Apa kau tidak salah sayang menyuruh ku untuk mencari wanita lain???" Steve terkejut dengan omongan Ellen yang dengan enteng nya mengatakan hal itu sampai membuat Steve menggelengkan kepalanya.
" Iya, aku tidak bisa cepat-cepat menikah dengan mu, aku belum siap, aku masih ingin bekerja."
" Nggak aku nggak mau, aku mencintai mu tidak segampang itu aku mencari wanita lain, kamu pikir dengan datang nya aku kerumah mu menemui orangtua mu itu hal main-main." Steve prustasi.
" Aku tau, tapi aku tidak mau menikah dengan ke tidak siapan." sahut Ellen.
" sudah jangan bahas itu lagi, aku tidak menerima pembicaraan itu, kamu mau tidak mau harus menikah dengan ku 3 bulan lagi." Steve berbicara dengan tegas.
-
-
-
Setelah pembicaraan nya tadi membuat Ellen harus mencari cara agar Steve bisa berpaling pada wanita lain, karena dia tidak mau menjalani rumah tangga dengan secara terpaksa Ellen merasa kasihan pada Steve.
" Nona, apa nona baik-baik saja." tanya Vivi.
" Ah, aku baik-baik saja." berlalu meninggalkan Vivi yang masih terduduk di meja makan Ellen berniat ingin berendam di bathtub.
" Nona muda kenapa lagi???" tanya Vivi dalam hati.
Di kota Jakarta...
Seorang pria sedang memutar-mutar gelas minum nya, memikirkan tentang perkataan wanita nya tempo hari, apakah wanita nya sudah bosen kah? atau dia memiliki pria lain di negara sana?.
__ADS_1
Pria itu sudah tidak sabar ingin meminang wanita nya yang akan di selenggarakan 3 bulan lagi, tapi sayang nya dia tidak tau jika wanita nya akan melakukan segala cara untuk membatalkan nya.
" Aku tidak sabar untuk serumah berdua dengan mu!" tersenyum sipu pria itu membayangkan bagaimana nantinya dia akan tidur di temani dengan wanita yang selama ini dia inginkan.
Mengambil benda pipih milik nya karena berniat ingin menelpon wanita pujaan hati nya yang selalu ia rindukan.
Tuttttt...Tutttttttt
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya di angkat.
Ellen
[ Halo ]
Steve
[ Halo juga sayang, Kamu lagi apa? ]
Ellen
[ Aku hanya sedang duduk ]
Steve
Ellen
[ Uhuk..uhukk hah apa tadi? ]
Setelah selesai nelpon Steve ingin pergi ke sebuah cafe karena ingin nongkrong dengan teman-teman nya, setelah sampai di sana Steve turun dari mobil nya dan berjalan masuk dengan gaya style kaos putih dan celana hitam, di lengkapi dengan kacamata hitam.
Brugh.
" Maaf aku tidak sengaja aku buru-buru." ucap wanita itu.
" Tidak apa-apa, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Steve.
" Ah tidak-tidak, sekali lagi aku minta maaf!."
__ADS_1
" Tidak apa-apa no problem." ucap Steve sambil memandangi wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.
" Aku permisi pamit untuk masuk ke dalam."
Di jawab anggukan oleh Steve wanita itu pun langsung masuk karena sudah di tunggu rekan kerja nya.
" Hey bro ngobrol sama siapa tadi di depan, jangan jangan itu wanita baru mu." Ucap salah satu teman Steve sambil menggoda.
" Hanya orang lain tadi aku tidak sengaja menabrak nya pas mau masuk." sahut Steve sambil mengambil kursi duduk.
" Oh."
" Oh ya bro lu kan mau nikah bentar lagi, harus nya lu habisin waktu senang-senang sama kita-kita, ya gak." Tanya salah satu teman nya ke teman yang lain.
" Iya betul tuh."
" Ah sudah lah jangan bahas itu, ayo kita pesan kalian mau makan apa."
Dan mereka semua hanyut dalam obrolan nya yang di iringi dengan tawa, karena waktu sudah jam 7 malam mereka pun pamit untuk pulang satu persatu dan begitu pun Steve.
Setelah sampai rumah tampa Steve duga orangtua nya sudah menunggu dia dari tadi. " Dari mana saja kamu." Tanya Jimmy pada putra nya.
" Habis dari cafe dad."
" Kemari duduk Daddy ingin bicara dan ngobrol dengan mu."
Livia menepuk kursi agar putra nya paham, kini Steve duduk di sebelah Jimmy.
" Dad ingin bicara apa?"
" Bagaimana dengan pernikahan mu nanti, karena kita harus menyiapkan kan nya dari jauh hari, ini hanya tinggal waktu 3 bulan lagi."
" Pernikahan ku?? oh ya, aku akan mengurus nya nanti."
" Jangan nanti-nanti tidak baik karena semakin nanti-nanti akan semakin banyak permasalahan yang datang, jangan sampai kau mempermalukan keluarga kita."
" Ya dad." hanya di jawab singkat oleh Steve karena malas ingin cepat-cepat masuk kamar.
__ADS_1
Jimmy terkadang masih tidak percaya jika Steve bisa membimbing sepupu nya dalam berumah tangga karena melihat sikap Steve yang masih susah di atur dan di kasih tau....