Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Batal Nikah Part 2


__ADS_3

Ke esokan harinya..


Ellen terus saja bengong memikirkan hubungan nya yang kini kandas, hubungan yang tadi nya akan dia jalani walaupun belum sepenuhnya percaya dengan hati tapi Ellen pasrah dengan alur perjalanan cinta nya. tapi siapa sangka malah berujung berada di permasalahan perselingkuhan.


Ya, lagi lagi Steve terus menyangkal perselingkuhan nya padahal sudah jelas suara voice call yang di kirim intan itu adalah suara Steve tapi Steve selalu berkata jika itu bukan suara nya. tapi ya sudah lah Ellen malas berdebat Ellen sangat malas harus ribut karena masalah pria bagi Ellen pantang sekali, karena Ellen tidak mau membuat Steve kepedean karena di ributkan oleh 2 orang wanita.


Setiap hari Steve menangis menghubungi Ellen untuk minta kesempatan bagi diri nya, tapi Ellen tidak mau memberikan kesempatan itu sebelum Steve mengakui.


FLASHBACK OFF


Hari itu Dion sudah sangat geram mendapat kabar tentang bagaimana Steve di Jakarta rasa nya Dion ingin menghajar Steve yang berani mempermainkan wanita yang sangat Dion kagumi dan cintai, mengingat bagaimana baik nya Ellen dan sabar nya dia merawat diri nya menemani hingga sembuh membuat Dion merasa kagum, Dion kira Steve adalah pria yang sangat beruntung mendapatkan Ellen tapi pria itu malah tidak tau di bersyukur, sudah di beri bidadari cantik, hebat dan multifungsi malah memungut sebuah sampah.


Dion sengaja menaruh semua bukti perselingkuhan Steve di depan pintu apartemen milik Ellen dan langsung berlalu pergi, sudah dua hari Dion tak bertemu dengan Ellen apakah Ellen baik-baik saja setelah mengakui semua nya tapi ah sudahlah Dion percaya Ellen adalah orang yang sangat pintar dalam mengambil sebuah keputusan.


FLASHBACK ON


Hari ini Ellen berniat mengajak Vivi ke suatu tempat agar pikiran nya tidak terlalu kacau, ketika di sebuah parkiran Ellen bertemu dengan Dion yang akan memasuki mobil.


" Ellen, kau mau kemana?" tanya nya pura-pura tidak tau apa-apa, Ellen terlihat bengkak di bagian mata nya sudah di pastikan Ellen terus menangis.


" Aku ingin jalan-jalan saja." jawab singkat.


" Mau ku antar." Dion menawarkan diri.

__ADS_1


" Tidak usah aku hanya ingin pergi berdua dengan Vivi, ayo Vi kita berangkat."


" Oh oke, jika tidak mau aku antar." Dion mengerti karena pasti Ellen masih butuh waktu.


" Mari Tuan." Vivi berpamitan da. hanya di balas anggukan oleh Dion.


Melajukan mobil nya selama 15 menit kini mobil yang di kendarai nya berhenti di sebuah Galery, bergegas turun langsung masuk ke dalam galeri yang di ikuti oleh Vivi di sana Ellen melihat-lihat lukisan Tampa di sengaja Risya dan Ellen bertemu di sana.


Brugh


"Maaf, Maaf aku tidak sengaja." Ucap Ellen sambil membantu sebuah kertas yang berceceran di lantai.


" Tidak apa-apa." setelah selesai memungut kertas Risya bangkit dan berdiri. " Ell, Ellen kau di sini? " Tanya Risya yang merasa kaget bisa bertemu dengan calon adik ipar nya.


" Aku sedang ingin membeli lukisan untuk hadiah ulang tahun teman ku." Sahut Risya.


Nampak pura-pura tak terjadi masalah apa-apa antara dirinya dan Steve, karena pasti Risya belum tau apa yang terjadi dengan hubungan nya dan adik nya.


-


-


-

__ADS_1


-


Setelah dari galery Ellen memilih pulang di sepanjang jalan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil tak ada satu pun dari kedua nya membuka suara.


" Nona, apakah nona baik-baik saja?" Tanya Vivi dengan suara pelan.


" Hmmm." tak ada jawaban lain dari suara ellen, Vivi paham pasti semua ini terasa sakit bagaimana tidak sakit ketika sudah bertunangan tapi pria nya malah berselingkuh dan 3 Minggu lagi pernikahan akan di adakan.


Kini mereka sudah sampai Vivi pun langsung menyiapkan Makanan untuk Ellen dan di bawa ke kamar. " Nona ayo makan dulu perut nona harus di isi."


" Aku tidak lapar."


" Tapi nona dari tadi nona belum makan."


" Vi aku bilang tidak lapar, jadi kamu saja yang makan."


Di taruh nya makanan itu di atas nakas Vivi mendekati Ellen. " Apa yang nona rasakan sekarang? apa nona berharap tuan Steve kembali lagi?" Tanya Vivi dengan lembut.


Menggelengkan kepalanya " Aku membenci nya, ketika aku mulai akan mencintai dia tapi dia malah berselingkuh aku rasa aku tidak memiliki rasa itu lagi ketika sudah di kecewakan, dia brengsek sekali Vi." Tutur kata Ellen. " Semua tidak menarik lagi di mata ku, tapi aku akan membuat dia kembali lagi padaku akan aku buat dia merasakan seperti apa yang aku rasakan."


Deg


Seorang Ellen Mhaverix yang Vivi kenal lembut baik dan gak pernah kasar sama siapa pun bisa berbicara seperti itu, Vivi memaklumi semua itu mungkin jika ini terjadi pada diri nya belum tentu Vivi bisa sekuat Ellen, Vivi akui Ellen cukup kuat dan tegar dia tidak menampakkan kesedihan nya depan orang lain. Vivi menjadi saksi bisu di mana Ellen tak pernah melirik satu pria pun selama Vivi di dekat Ellen, yang Ellen lakukan hanya bekerja, dan bekerja walaupun banyak yang naksir sama Ellen tapi Ellen tak menggubris nya.

__ADS_1


__ADS_2