
Di sepanjang jalan Ellen lebih memilih diam karena dia masih belum akrab dengan Dion karena ini baru ke 3 kali nya dia ketemu dengan Dion tak selang berapa lama Dion membuka suara " Hey kenapa kamu diam, are you oke?" Tanya Dion karena Dion merasa Ellen mendiamkan nya.
Ellen melirik ke arah suara yang barusan ia dengar " hmmm, yes i'm okay." Sahut Ellen.
" apa kamu sudah lama tinggal di negara A? " Tanya Dion pada Ellen.
" Aku.. ah belum baru 1 bulan lebih, kau apa kau sudah lama di Negara A?" Tanya balik Ellen.
" Dari kecil aku memang sudah tinggal di sini, hanya saja terkadang aku pergi ke Jakarta untuk membantu perusahaan papah ku." Dion menjawab nya.
" owww kalau begitu kamu sudah tau semua tentang Negara A, tempat bermain atau segala nya?" Tanya Ellen lagi karena sejujurnya dia ingin melihat dan menikmati Negara A tapi dia tak memiliki Teman.
" Tentu saja tau karena dari sejak kecil aku di sini, apa kamu ingin pergi menikmati negara ini kamu bisa menghubungi ku, aku pasti akan menjemput mu." Dion berkata sambil memberi sebuah kartu pada Ellen.
" ini apa? " tanya Ellen karena bingung.
" nomor ponsel ku, kamu bisa menelpon ku kalau kamu ingin menikmati Negara A." Sahut Dion.
" ohh baiklah." sahut Ellen.
perjalanan pun sampai tak terasa kini mobil Dion sudah sampai di depan rumah Ellen, rumah yang berdesain mewah dan klasik seperti bangun Eropa itu di jaga oleh 4 penjaga pintu gerbang depan dan pintu utama di jaga oleh 2 pelayan pria.
Setelah Turun dari mobil Ellen berterimakasih pada Dion karena sudah mengantarkan nya dan Dion pun langsung pamit pulang karena tidak enak jika malam-malam berada di rumah Ellen, lalu Ellen masuk ke dalam di antar oleh asisten pribadinya serta ketua pelayan.
" Nona, Tuan besar bilang dia sedang mengecek perusahaan yang ada di Paris jadi Tuan besar Dan Nyonya besar akan pulang Minggu depan." ucap ketua pelayan pada Ellen.
__ADS_1
" oh ya baiklah, apa Daddy sudah lama pergi?" tanya Ellen karena dia lupa menghubungi Daddy nya saking sibuk berjabat tangan dengan para investor.
" 5 jam yang lalu Tuan serta nyonya besar baru berangkat." sahut ketua pelayan.
" oh ok." lalu Ellen menaiki tangga dengan di ikuti oleh ketua pelayan serta asisten nya.
setelah masuk kamar Ellen ingin membersihkan badan Terlebih dahulu karena Ellen merasa lengket di badan nya, 30 menit Ellen berendam di bathtub lalu dia mengeringkan rambut di bantu oleh asisten pribadi nya setelah selesai mengeringkan rambut Ellen beranjak naik ke tempat tidur nya
" Nona saya pamit untuk ke paviliun belakang, apakah masih ada yang ingin nona butuhkan?" Tanya asisten pribadi yaitu Vivi dia sebenarnya dulu kerja di Paris Vivi adalah orang kepercayaan Leon tapi sekarang dia di tugaskan menjadi asisten pribadi Ellen di Negara A.
" baiklah, Vi kau istirahat saja aku rasa aku tak membutuhkan apa-apa lagi nanti aku bisa mengerjakan nya sendiri " sahut Ellen pada asistennya.
setelah pamit pada nona muda nya Vivi langsung menuju paviliun di sana pun Vivi sangat di hormati dan di segani oleh orang rumah yang kerja di rumah milik orangtua Ellen, karena semua pekerja di situ tau jika Vivi orang kepercayaan di salah satu perusahaan besar milik Tuan nya yang berada di Paris, mereka menghormati Vivi karena tidak mungkin bukan jika Tuan besar nya merekrut orang sembarang untuk mempercayai satu perusahaan besar yang letak nya di Paris.
" dia tadi menelpon ku dan mengirim pesan ah ya Tuhan aku sampai lupa lagi-lagi aku lupa mengecek handphone." Ellen bergumam sendiri.
Lalu Ellen menelpon balik Steve dia berharap Steve mengangkat nya dan harapan itu pupus karena Steve sedang menikmati tidur nya yang sedang bermimpi jika diri nya melihat Ellen Pergi bersama pria lain Steve hendak memanggil Ellen tapi diri nya terhalangi oleh kabut, Steve berusaha mengejar Ellen tapi dia malah terjatuh Steve terus memanggil Ellen tapi Ellen tidak mendengar nya sama sekali " Ellen kau jangan tinggalkan ku." Steve terbangun dari mimpi nya " Ya Tuhan pertanda apa ini? kenapa aku bermimpi Ellen meninggalkan ku dan pergi bersama orang lain? jam berapa ini? " lalu Steve melihat jam yang tertera di ponselnya dan setelah di lihat " ah baru jam 1 malam, eh tadi Ellen menelpon ku, sial gara-gara mimpi buruk tadi membuat ku tak mendengar Telpon dari Ellen." tidak mungkin bukan jika Steve menelpon balik Ellen karena dia tidak ingin mengganggu tidur Ellen di pagi hari.
sedangkan di negara A Ellen masih tertidur ketika alarm berdering menunjukan jam 6 pagi, ketika Ellen hendak bangun bermalas-malasan di kasur sambil mengecek laptopnya, setelah puas bermalas-malasan Ellen beranjak bangun dan meminum air putih lalu berniat ingin membersihkan badan nya karena harus segera pergi ke kantor sebelum jalanan macet.
semua sudah di siapkan oleh asisten pribadi nya, dan sarapan di siapkan oleh ketua pelayan dan para pelayan lainnya, hari ini Ellen mempunyai jadwal untuk mengecek apartemen yang sedang di bangun oleh perusahaan Daddy nya dan siapa sangka di sana ada Dion yang sedang mengobrol dengan para pekerja dan mengarahkan para pekerja.
" Hay kau kesini, rupanya kita bertemu lagi." Senyum Dion terukir di bibir nya.
" iya, aku harus mengecek bagaimana perkembangan apartemen yang lagi di bangun ini." jawab Ellen dengan sedikit senyum.
__ADS_1
" kau tenang saja aku pastikan apartemen ini akan menjadi apartemen yang mewah tapi dengan budget cocok untuk anak kuliahan." seloroh Dion pada Ellen.
" baiklah, aku harus mengecek yang lainnya." jawab Ellen dengan singkat.
ketika Ellen hendak berjalan, dari atas ada batu yang akan jatuh mengenai Ellen, Dion pun dengan cepat " Ellen awas adaaaaa...ahhhh" dan batu itu pun mengenai punggung Dion.
Ellen melihat Dion yang tergeletak kesakitan, " Dion, Dion kau baik-baik saja, Dion Tenanglah aku akan membawa mu ke rumah sakit sekarang Tolong cepat bawa Dion kerumah sakit segera," Ellen berteriak dengan kencang karena Dion mengeluarkan darah dari punggung nya, saking kencang nya benturan batu yang terjatuh dari lantai 10.
para pekerja lainnya dengan cepat membawa Dion ke dalam mobil lalu di ikuti oleh Ellen dan asisten pribadinya serta pengawal dan supir.
" pak cepat bawa mobil nya aku tak ingin dia kenapa-kenapa, Dion Tenanglah kamu harus kuat kita sebentar lagi akan sampai di rumah sakit.
" baik nona." sang supir pun melajukan mobil nya dengan sangat kencang karena Dion terus menerus mengeluarkan darah dari punggung nya.
setelah sampai di lobi rumah sakit Perawat segera membawa Dion ke ruang IGD " Tolong Tolong selamatkan teman saya." ucap Ellen sambil memohon karena sekarang Dion tak sadarkan diri.
" Miss you are prohibited from entering and wait here ( nona anda di larang masuk dan tunggulah di sini ) " ucap salah satu perawat sambil menutup pintu IGD.
" okey." Ellen menyalahkan diri nya dengan kejadian ini karena diri nya hingga membuat Dion celaka.
Di dalam Dion sedang di periksa " how about his blood pressure? ( bagaimana dengan tekanan darah nya )" tanya dokter pada dokter 1 nya.
" our patient has loss a lote of blood and is in critical condition ( Pasien kita mengalami kehilangan banyak darah dan kondisinya Kritis ) " jawab salah satu dokter.
Di luar Ellen sedang menunggu hasil pemeriksaan dokter tadi dia sudah menghubungi Daddy nya, setelah mendapat Telpon dari putri dan sang pengawal Leon bersama Istri nya langsung pulang dengan penerbangan secara mendadak, dan Leon pun menyuruh asisten pribadinya untuk menelpon Tuan Freddy untuk memberitahu jika putra nya sedang di rawat di rumah sakit internasional yang berada di Negara A.
__ADS_1