
Di sebuah ruangan gelap dan pengap, terdapat satu orang pria yang berusaha untuk melepas ikatan di tubuhnya. Ia ingat, bahwa ia akan menikah beberapa jam lagi. Namun, ikatan ditubuhnya yang terasa kencang sungguh menyiksanya setiap ia berusaha untuk melepaskan diri.
"Jangan berusaha untuk melepaskan diri, atau kau justru akan semakin menyakiti diri." Seorang yang ia kenal datang dan mendekati Raga. Ia memperhatikan wajahnya seksama.
"Apa yang kau lakukan, Dave? Apa maksudmu melakukan ini? Tolong jangan bercanda berlebihan seperti ini. Aku sedang ditunggu."
"Aku sedang tidak bercanda Raga, aku minta maaf jika aku harus melakukan sesuatu yang membuatmu menyesal karena sudah berani berniat menikahi Rinjani."
"Jangan bertele-tele Dave, apa maksudmu? Kita adalah teman baik."
"Apa pun akan dilakukan oleh seseorang untuk membalaskan dendamnya. Pak Jim, lakukan apa yang seharusnya sudah kau lakukan! Aku tunggu di mobil."
Dave berjalan keluar ruangan yang pengap itu. Wajah yang ia nampakkan sangat berbeda dari wajah biasanya yang ia tampilkan di depan banyak orang. Ia seperti bukan Dave yang di kenal oleh Raga.
Raga sungguh tidak paham, apa yang dilakukan oleh pria itu membuatnya bingung dengan melakukan hal seperti ini. Ia mengenal Dave sejak menjalin hubungan serius dengan Rinjani. Selama ini Dave tidak menunjukkan sisi buruknya di depannya. Ia adalah pria yang baik sekaligus teman yang baik.
"Mari ikuti apa kata saya jika Anda tidak mau saya paksa." Pak Jim melepakan ikatan di tubuh Raga yang terikat dengan kursi. Namun, pria itu memasang borgol di tangannya. Raga sudah persis seperti tahanan.
"Tolong katakan padaku, bahwa ini hanya bagian dari kejutan untuk calon istriku." Raga masih berharap bahwa ini semua hanyalah prank. Ia masih tidak percaya jika Dave melakukan kejahatan ini karena ada maksud lain.
Dan rupanya, kepercayaan Raga dipatahkan setelah beberapa jam ia dibawa pergi dari tempat pengap itu. Ia semakin tidak mengerti dengan maksud dan apa tujuan Dave membawanya ke hutan seperti ini.
"Dave, jangan main-main seperti ini! Kau ini kenapa, apa yang salah denganmu?"
"Tidak ada yang salah denganku. Aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk menggantikanmu di pelaminan."
__ADS_1
Bagai disambar petir di siang hari, Raga benar-benar terkejut, bahkan rasa keterkejutannya sekarang lebih besar dari pada rasa takut dengan apa yang akan dilakukan oleh pria itu padanya.
"Kau mencintai calon istriku? Kalau kau mencintainya kenapa kau tak mengatakannya pada Rinjani sebelum aku masuk kedalam kehidupannya? Tolong Dave, aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau maksud."
"Aku tidak mencintainya. Aku hanya ingin menikahinya, karena ada sesuatu yang harus aku lakukan."
Dave semakin memajukan langkahnya dan hal itu membuat Raga semakin mundur. Untuk kali ini ia sedikit ketakutan karena semakin jauh ia melangkah mundur, ia akan semakin mendekati jurang yang dalam.
Raga masih diam di tengah rasa keterkejutannya. Tak ia sangka bahwa wajah yang humoris dan baik ini memiliki sisi yang buruk.
"Dave, hentikan langkahmu! Ini di dasar jurang. Kau akan melakukan kejahatan jika terus membawa kakimu berjalan ke depan."
"Memang kau pikir kau aku bawa ke sini untuk apa? Untuk bermain, memberikan kejutan pada pernikahan kalian? Tapi kenyataannya aku membawamu ke sini karena memang memberikan kejutan, tapi hanya untukmu. Mungkin ini akan sedikit menyakiti Rinjani dan keluarganya, tapi tidak apa-apa. Aku rela melakukannya untuk mencapai tujuanku!"
Dengan tiba-tiba, Dave memajukan tangannya dan mendorong dengan kencang tubuh Raga. Ia menampakkan senyum yang menyeramkan ketika melihat tubuh Raga melayang di udara dan terjun bebas ke dasar jurang yang dalam.
"Pak Jim, jau carikan orang lagi untukku dan bawa ke markas! Mendengar teriakan Raga membuat aku ingat, bahwa aku sudah lama tidak menikmati suara itu."
"Kenapa Tuan tidak menyiksanya saja seperti biasa jika Tuan merindukan rintihan seseorang?"
"Aku tidak punya banyak waktu, yang terpenting buatku dia mati."
Mereka pergi dari hutan itu dengan segera. Ia harus mendatangi acara pernikahan sahabatnya yang sudah dipastikan tidak akan pernah terjadi.
Respon yang tak ia sangka datang dari Rinjani. Pemikiran yang sempat terpikir dikepalanya adalah hanya Rinjani yang akan terpukul beberapa bulan atau mungkin paling lama satu tahun. Namun rupanya, dugaan Dave kali itu melesat jauh. Keinginannya untuk segera menikahi Rinjani dan hidup satu atap dengan ayahnya harus ia tunda entah hingga kapan.
__ADS_1
Hari-harinya semakin kesal dan penuh dengan amarah ketika Rinjani tidak kunjung sembuh dari depresinya. Semakin lama Rinjani sembuh, maka ia juga akan semakin lama menuntut balas kepada Pak Surya.
°°°
Beberapa minggu setelah dirinya dinyatakan meninggal, Raga sudah mulai pulih dengan kondisinya yang sangat mengenaskan. Banyak luka dan terasa patah tulang di sekujur tubuhnya saat ia tersadar dari tidur panjangnya.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah di dalam tubuhmu masih ada rasa sakit?" tanya seorang perempuan tua yang sudah menemukan Raga di semak-semak.
"Sudah jauh lebih baik, Nek. Terima kasih sudah merawatku dengan baik. Nenek tinggal sendirian di sini? Di tengah hutan?"
"Syukurlah. Iya, aku tinggal sendirian. Makanlah!"
"Bagaimana ceritanya Nenek bisa tinggal di sini sendirian? Nenek tidak punya keluarga?" Raga bertanya seraya menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Punya, Nenek punya keluarga. Kalau Nenek tidak punya keluarga, mungkin akan kesulitan untuk mendapatkan nasi, kan?"
"Lalu kenapa Nenek tinggal di sini?"
"Seharusnya kamu tidak perlu bertanya. Kamu bisa melihat dari apa yang Nenek lakukan pada tubuhmu. Nenek punya banyak kelebihan yang tidak semua orang punya. Diantaranya bisa menyembuhkan seseorang dengan cepat, bisa menyembuhkan guna-guna atau santet, dan yang paling istimewa adalah Nenek bisa melihat alasan seseorang celaka seperti yang kamu alami. Nenek dulu tinggal di sebuah kampung di mana kampung itu banyak penduduk. Banyak orang-orang yang meminta bantuan pada Nenek dan mereka sembuh, dan semakin Nenek dikenal oleh banyak orang. Maka akan banyak orang yang iri pada Nenek. Mereka memfitnah Nenek dengan mengatakan pada semua orang yang berada di kampung, bahwa Nenek melakukan yang santet dan guna-guna agar mereka datang pada Nenek lalu memberikan Nenek uang dan nenek bisa lebih cepat kaya. Dan mereka semua ternyata lebih percaya pada omongan orang yang membenci Nenek dan akhirnya Nenek mendapatkan ancaman akan dibunuh oleh warga kampung. Karena anak-anak Nenek tidak mau hal itu terjadi, mereka membawa Nenek ke hutan bersembunyi di sini entah sampai kapan."
"Dan semua ini dari anak-anak Nenek? Kalau begitu Nenek tahu alasan aku kecelakaan dan sampai di sini? Nenek tahu sesuatu?"
Perempuan tua itu menyunggingkan senyum.
"Kamu berusaha dibunuh oleh seseorang karena dianggap penghalang untuk balas dendamnya kepada calon Ayah mertuamu."
__ADS_1
"Maksudnya? Yang membunuh aku ada dendam pada calon Ayah mertuaku?"
"Benar. Untuk lebih jelasnya kamu harus cari tahu sendiri. Kamu harus selamatkan calon istrimu dari genggaman orang yang sudah berusaha membunuhmu. Dia mungkin tidak akan menyakiti wanita itu, tapi tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan tetap pada pendiriannya."