
"Tidak. Bagaimana aku bisa punya cinta kalau di hidupku hanya tertuju pada dendam? Aku tidak tahu bagaimana rasanya mencintai dan dicintai oleh seseorang. Cintaku sudah lama diambil."
"Mungkin kau tidak sadar kalau kau dicintai oleh orang-orang yang ada di sekelilingmu."
"Aku tidak punya teman, tidak ada orang yang menspesialkan aku dalam kehidupan."
"Aku baru beberapa hari di sini, tapi aku tahu siapa orang yang menspesialkan mu dalam kehidupannya. Kau merawatnya dari kecil bagaimana bisa kau tidak menyadari itu?"
"Maksudmu, Rayan?" Dave menyunggingkan senyumnya saat menyebut nama anak itu.
Anak yang ia temukan beberapa tahun yang lalu dan kehidupannya malang sama seperti dirinya. Ia pun memiliki perasaan yang sama, ia juga menyayangi pemuda itu seperti adiknya sendiri. Jika saja adiknya saat itu tidak menjadi korban kejahatan Pak Surya, mungkin ia saat ini masih bisa memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama manusia. Setidaknya ia tidak tumbuh menjadi pria yang tidak berperasaan seperti sekarang.
"Kau memang jahat Dave, aku akui kau jahat. Tapi kau berhasil membuat dia setidaknya lebih baik dari dirimu. Untunglah dia tidak mengikuti jejakmu yang kejam itu. Setidaknya kau tidak meneruskan kebiasaan burukmu pada penerus kita yang dengan mudah merebut kehidupan orang lain."
Dave menerawang jauh, ia jahat dan kejam, tapi ada sisi di mana kewarasannya masih ada meski entah tersisa berapa persen dalam dirinya. Ia memang tak mau Rayan mengikuti jejaknya, kehidupan tanpa cinta dan kasih sayang biar, saja ia yang rasakan. Orang lain tak perlu merasakannya. Apalagi Rayan sudah cukup menderita dalam hidupnya, ia harus memberikan setidaknya setitik cahaya untuk masa depan anak itu agar lebih baik dari dirinya.
"Apa yang kau tahu dari Rayan? Aku memang tidak ingin dia menjadi sepertiku."
"Dia baik, dia juga cerita banyak tentang kau. Kebaikan, perhatian, kasih sayang, jujur aku tidak percaya jika kau melakukan itu, tapi melihat dia yang baik padaku membuat aku percaya bahwa mungkin saja kebaikan yang dia praktekan padaku ada campur tangan darimu juga."
"Memang apa yang dia lakukan?"
FLASHBACK ON
__ADS_1
Sepulang sekolah, Rayan membanting tubuhnya di sofa panjang yang berada di sana. Sebelum Dave menikah mereka sering menghabiskan waktu di sofa itu. Entah dengan Dave yang menyelesaikan urusannya dan juga dirinya sendiri yang mengerjakan tugas sekolah.
"Kakak siapa?" Rayan bertanya saat melihat Raga yang sedang belajar berjalan seorang diri dengan kesusahan.
"Kau antek-anteknya Dave?" Alih-alih menjawab pertanyaan, Raga justru kembali melempar pertanyaan.
"Bukan, aku adik angkatnya. Kakak kenal sama Kak Dave?"
Raga memperhatikan wajah Rayan yang sepertinya jauh lebih adem, tenang, dan polos seperti anak usianya.
Orang sekejam Dave mempunyai adik angkat?
"Lebih baik kau pergi dari Dave. Dia jahat, dia menyekapku di sini setelah berusaha membunuhku lima tahun yang lalu. Bisa jadi kau dipungut karena ingin dijadikan korban juga."
Rayan hanya tertawa kecil. Hal itu membuat Raga menatapnya heran. Dia memberi tahu bahwa Dave jahat malah ditertawakan?
Ia yang merasa Dave dan Raga memang memang saling mengenal satu sama lain membuat Rayan menceritakan saja kebaikan orang yang merawatnya itu.
"Tunggu, Kakak belum jawab pertanyaan aku. Apa kalian saling kenal?"
"Iya. Dave yang aku kenal dulu baik, tapi ternyata baiknya ada maksud dan akhirnya dia berusaha membunuhku. Tapi ternyata Tuhan masih memberi kesempatan untuk hidup. Kau yakin dia baik? Kau yakin dia tidak ada maksud lain dari kebaikannya?"
"Memang apa yang tidak membuatku tidak yakin? Dia Memang jahat pada orang-orang tertentu, bahkan dia juga seorang pembunuh. Tapi dia baik padaku, caranya menunjukkan rasa sayangnya ke aku itu beda. Aku nggak punya siapa-siapa di sini, udah nggak punya orang tua, tapi aku merasa punya keluarga ketika aku diasuh sama dia. Kalau memang dia berniat jahat padaku, ingin membunuhku mungkin, aku yakin dia harusnya nggak akan peduli dengan masa depanku. Nyatanya di antara orang-orang yang aku kenali cuma dia yang paling peduli sama aku. Apa yang membuat Kakak disekap di sini?"
__ADS_1
"Mau aku ceritakan pun kau tidak akan pernah mengerti."
"Mungkin, karena aku yakin urusan kalian itu pasti urusan orang dewasa dan aku belum cukup cerdas untuk memahaminya. Tapi sebelumnya Kak Dave nggak pernah nyekap orang di sini dan dibiarkan hidup dan terlepas seperti ini. Apakah Kakak ada hubungannya sama Pak Surya?"
Raga yang terkejut dengan ucapan Rayan tentu saja langsung menoleh ke arah pemuda itu. Bagaimana bisa pemuda itu bisa mengetahui nama Pak Surya. Apakah ia menceritakan sejauh itu? Pada adik yang masih belum cukup umur untuk mengetahui masalah besar?
"Kenapa kau berpikir ke arah sana?"
"Karena aku tahu Kak Dave tidak pernah bermasalah sama orang selain orang itu. Musuh kak Dave, ya cuman satu, namanya Pak Surya. Meskipun dia sudah membunuh banyak orang, tapi dia tidak akan pernah berhenti melakukan kejahatan sebelum Pak Surya terkubur dalam tanah."
"Kau tahu apa masalahnya?"
"Kalaupun aku tahu, aku tidak bisa cerita. Karena itu rahasia, aku tidak mungkin menceritakan ini ke sembarangan orang meskipun Kakak dan Kak Dave saling kenal satu sama lain. Kata Kak Dave, aku harus merahasiakan ini karena semakin sedikit yang tahu maka rahasia ini tidak akan pernah beber kemana-mana."
"Senurut itu kau pada kakakmu? Apa yang diajarkan padamu sampai kau menurut begitu selain kebaikan-kebaikan yang kau ceritakan tadi. Sepertinya tidak ada sisi baik dari dirinya jika sudah membunuh banyak orang yang tidak bersalah."
"Dia memang orang jahat, tapi aku tidak diberi izin untuk mencontoh apa yang dia lakukan. Padahal jika aku dibuat kesal oleh seseorang aku ingin sekali menyakiti orang itu, tapi Kak Dave bilang aku tidak boleh tumbuh seperti dia. Aku harus mempunyai banyak kasih sayang dan cinta untuk orang lain supaya aku punya masa depan."
"Gimana dia mencontohkan itu semua jika dia sendiri tidak bisa memberikan cinta pada orang lain?"
"Dia bisa memberikan cinta, hanya saja dia tidak mau. Nyatanya dia cinta sama aku, dia sayang sama aku sampai aku dirawat seperti ini. Jika Kakak mengetahui sesuatu tentang keadan kakakku, entah itu soal masa lalu atau dendamnya, tolong jangan halangi karena yang punya dendam bukan hanya dia, tapi ada satu orang lagi yang mempunyai dendam yang sama seperti Kak Dave. Dia dendam bukan untuk sendiri, tapi untuk orang lain juga. Aku yakin jika kakak mendengar cerita masa lalu dari Kak Dave dan satu orang yang lainnya seratus persen aku meyakini kalau Kakak akan memberikan simpati padanya. Aku tahu apa yang dilakukan Kak Dave itu hal yang salah, caranya juga salah, tapi tidak ada yang menjamin seseorang tidak akan melakukan apa yang akan dilakukan Kak Dave, jika berada di posisi yang sama."
Rayan mengakhiri obrolannya yang panjang itu dengan pergi dari sana tanpa mengucapkan kalimat perpisahan.
__ADS_1
Namun, baru beberapa langkah yang maju, "Kakak udah diberi makan sama Kak Dave? Kalau belum makan aku belikan. Jangan takut aku beri racun, anggap saja aku sisi baik dari Kak Dave."
FLASHBACK OFF