
"Pak jika nanti eksekusinya sudah selesai, tolong biarkan kedua benda ini bersama saya." Dave menunjukkan tasbih mini dan juga foto sang anak.
"Ada lagi permintaan terakhirmu? Bertemu dengan keluarga, anak istrimu?"
"Tidak, hanya itu permintaan saya."
"Baik kalau begitu."
Dave dengan santai berjalan ke tempat di mana ia menginjakkan kaki di tanah untuk yang terakhir kalinya. Prosesi eksekusi hukuman mati berlangsung hampir setengah jam. Tak ada penyesalan di diri Dave hingga detik ini, hingga dirinya sudah tak lagi bernyawa dan menyisakan isakan di rumah Bu Niken.
Ya, Raga yang diberi pesan untuk memberikan surat terakhir dari Dave malam hari saja justru ia berikan di jam pria itu melaksanakan hukumannya.
"Kakak nemuin Kak Dave tanpa aku? Jahat kamu, Kak. Kalian semua larang aku ketemu Kak Dave, tapi kalian diam-diam nemuin dia. Jahat kalian!" Rayan kembali memeberikan respon yang tak terduga saat Raga memberikan sepucuk surat dari Dave.
Rayan berlari keluar rumah. Seakan ia tidak terima jika ia ditinggal tanpa pamitan.
__ADS_1
"Rayan, aku harap kamu bisa ngerti kalau ini Dave sendiri yang minta. Tidak ada yang nemuin Dave selain aku. Bahkan Mbak Rinjani juga enggak nemuin. Aku kemarin datang hanya untuk memberikan foto anaknya, itu aja. Itu pun aku sangat sulit untuk masuk karena Dave yang nggak mau ketemu sama siapa pun. Kamu akan menghancurkan dia kalau kamu datang. Nggak hanya hatinya, tapi juga hidupnya. Kamu segalanya buat Dave, akan sangat menyakitkan jika orang yang kita sayangi melihat keadaan kita yang berada di titik ujung kehidupan. Tolong, Rayan. Kehidupan kita masih berjalan. Jangan stuck di sini. Dave nggak akan suka. Bukan hanya kamu yang terluka dan sedih, lihah Mbak kamu, dia juga butuh kita, kan? Simpan suratnya sampai kamu siap membaca kenangan dari Dave ini. Masuk, istirahat! Dave sekarang sudah berada di tempat yang nyaman, aman, dan indah. Kirim doa buat dia sehabis salat."
Dengan langkah terpaksa dan lemas, Rayan kembali ke dalam rumah, "Aku ke kamar aja, Kak."
"Iya. Jangan mikir yang enggak-enggak. Dave mau kamu hidup dengan baik. Oke."
Rayan berjalan setelah memberikan anggukan pada Raga.
°°°
Ketika kamu baca ini, itu artinya aku dan kamu sudah berada di tempat yang berbeda. Aku senang kamu datang dengan hadiah kecil ini. Akan aku bawa benda ini hingga aku tinggal di rumah yang baru. Oh, ya. Pasti anak kita sudah lahir, ya. Aku harap kamu dan anak kita sehat, maaf aku tidak menemanimu saat berjuang untuk anak kita. Aku pasti nggak akan kuat untuk meninggalkan kalian jika aku datang. Rinjani, percayalah. Hingga saat ini tidak ada kesedihan selain aku harus meninggalkan kamu dan Rayan. Aku nggak tahu kenapa perasaan sedih dan sakit ini tiba-tiba hadir dengan seiring berjalannya waktu saat aku berada di sini. Akan sangat tidak masuk akal jika aku mengatakan aku cinta dan sayang kamu, kan? Hahaha. Tertawalah Rinjani, aku tak ingin kamu menangisi kepergianku. Berbahagialah untuk anak kita. Rinjani, bolehkah aku merindukan cumbuan di bibirmu? Aku sangat merindukan sarapan yang nyaris setiap pagi aku dapat. Aneh, ya. Aku nggak punya rasa cinta, tapi aku merasa nyaman dan ada kebahagiaan tersendiri saat aku mendapatkan sentuhan itu. Rinjani, boleh aku panggil sayang untuk terakhir kalinya? Sayangnya aku, wanita pertama dan terakhir dalam kehidupan aku. Tidak ada kata lagi selain maaf dan terima kasih untuk wanita yang sudah aku renggut kebahagiaannya. Seandainya ada kalimat yang lebih pantas untuk aku tulis, mungkin aku sudah menulisnya dengan darahku. Sayang, aku boleh minta satu lagi? Tolong singkirkan segala kenangan yang ada di rumah. Kenangan yang mengingatkan kalian padaku. Aku tidak mau jika anak kita tahu dia punya Ayah seorang pembunuh. Tolong jangan perkenalkan aku dengan anak kita. Selamat tinggal, aku berharap hidupmu akan indah setelah ini.
Rinjani tenggelam dalam tangisan. Ia menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya. Ia tak tahu kenapa merasakan sesedih ini. Padahal baik ayahnya mau pun Dave sama-sama meninggalkan luka dalam hati dan kehidupannya.
Segala kenangan yang pernah terjadi antara dirinya dan Dave mulai terngiang di pelupuk mata. Mulai dari hubungan pertemanan, usahanya selama lima tahun mendampinginya, meskipun ada maksud yang terselubung, hari-hari di mana ia menjadi seorang istri. Semua kembali beradu menjadi satu.
__ADS_1
Sementara itu di kamar lain, Rayan juga sedang terisak. Ia sudah merasa tidak mampu jika ia membaca surat dari Dave sekarang, tapi entah kenapa ia masih saja nekat untuk membuka pesan itu.
Adikku, Sayang.
Udah tenang kamu sekarang? Kakak harap kamu sudah tenang saat membuka pesan dari Kakak ini, ya. Adiknya Dave yang manja. Mulai sekarang, kurangi sedikit demi sedikit manjanya, ya. Udah gede, Kakak dengar kamu tinggal sama Ibu dan Mbak Rinjani, ya? Yang nurut sama mereka, ya. Sama kayak kamu nurut sama Kakak. Buktikan kalau Kakak udah besarin kamu dengan benar. Meskipun Kakak ini orang jahat, Kakak nggak pernah ajarin kamu untuk seperti Kakak. Semuanya sudah selesai, ya, Rayan. Dendam, ambisi, dan segala hal yang membuat hati kamu hitam sudah tidak ada. bersihin lagi hatinya, ya, Dek. Janji jangan sering-sering nangis, ya. Atau Kakak hantuin kamu nanti. Belajarnya yang rajin, supaya kamu bisa memulai kehidupan kamu yang baru seperti yang kamu harapkan. Bilang sama Pak Jim untuk bereskan markas, ya. Jangan pernah datang lagi ke sana. Itu sudah bagian dari masa lalu. Dan kamu selamanya tidak pernah Kakak izinkan untuk meneruskan apa yang jadi kebiasaan Kakak. Kosongkan tempatnya, jangan pernah datangi lagi. Maaf Kakak belum bisa jadi Kakak yang baik buat kamu.
"Kakak memang jahat. Tapi Kakak adalah orang terbaik buat aku, Kak. Mudah-mudahan Kakak tenang di sana. Kakak bahagia udah ketemu sama Ayah dan Ibu Kakak."
...TAMAT...
Terima kasih untuk yang sudah menemani Rinjani dan Dave hingga akhir. Yang menunggu update nya dengan penuh kesabaran, yang memberikan suport otor berupa like, komen, kasih gift dll terima kasih banyak. Mohon maaf jika ada banyak kesalahan dan kekurangan dalam cerita. dalam sehat dan sayang untuk kalian semua 😚.
Otor ada novel baru nih. Rilis paling lambat Minggu depan. Follow otor dulu biar nggak. ketinggalan. Terima kasih.
__ADS_1