Siapa Sebenarnya Suamiku?

Siapa Sebenarnya Suamiku?
33. Rinjani Dan Beban Pikirannya


__ADS_3

Tak mudah menjadi Rinjani, ia harus berperang dengan perasaan yang tak menentu. Terkadang takut jika mengingat suaminya adalah pelaku pembunuhan berantai yang santer diberitakan. Terkadang ia juga merasa marah, kenapa harus melibatan ia dalam urusan yang entah hingga kini Rinjani juga belum tahu. Semuanya terasa sulit baginya, apalagi ia memikirkan ini sendirian. Ia tak mungkin berbagi ini pada ibunya, mengingat ibunya yang juga memiliki masalah dengan sang Ayah membita Rinjani enggan untuk membagi keluh kesahnya.


Malam itu, Rinjani ingin membuktikan lebih cepat apakah yang dikatakan Rey beberapa hari lalu adalah hal benar atau tidak. Meskipun hatinya ragu, ia tetap melakukannya juga. Memotong sedikit rambut Dave adalah pilihannya, ia sudah mengantongi rambut sang Ayah dan sekarang rambut suaminya pun sudah ia dapatkan.


Ia ingin membawa kedua rambut manusia itu tengah malam itu juga, namun urung ia lakukan karena suaminya yang tiba-tiba terbangun.


"Sayang, mau ke mana?" tanyanya saat ia melihat Rinjani yang duduk di tepi ranjang dan membelakanginya.


"Habis dari kamar mandi, Mas." Rinjani merebahkan kembali dirinya.


Seperti biasa, Dave akan memberikan pelukan hangat untuk wanita itu. Tatapan Rinjani kali ini bukan lagi tatapan Hagat atau rasa syukur mendapatkan suami yang begitu sabar menghadapinya, suami yang dengan tulus mencintainya, dan suami yang dengan segala pengertiannya.

__ADS_1


Kenapa Dave? Kenapa kamu nikahi aku? Dari awal aku sudah merasakan bahwa kamu menikahi aku tidak dari hati, tapi semua perlakuan yang kamu beri lima tahun terakhir membuat keraguan aku patah hingga tak terlihat. Sekarang aku sudah mulai nyaman, sudah mencintaimu dengan hatiku, sudah menyanyangi kamu segenap jiwa raga ku. Setelah itu Tuhan kasih aku penglihatan sisi lain dari dirimu. Apa yang terjadi sama kamu? Kita dekat sejak sma. Kalau kamu bermasalah dengan keluargaku kenapa nggak kamu bicarakan saja denganku? Kenapa Dave?


Rinjani sedikit berkaca-kaca. Entahlah  perasaan Rinjani ini sangat membingungkannya. Begitu mengetahui bahwa Dave sudah melakukan pembunuhan terhadap temannya, sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Rey, dan entah sudah berapa banyak nyawa yang sudah ia korbankan untuk alasan yang tidak jelas. Ia tidak merasakan sebuah kebencian tehadap suaminya. Hanya amarah dan tanda tanya besar yang mendominasi perasaannya.


Namun, tidak bisa dipungkiri saat melihat Dave yang sedang tertidur seperti ini, sebagai perempuan yang perasa ia melihat seperti ada luka dalam tidur lelapnya. Dave yang seperti sudah lelah dengan semuanya. Dan itu justru mengundang iba di hati kecil Rinjani.


Rinjani ingin tahu apa yang membuat Dave seperti ini? Dan bagaimana caranya ia mengetahuinya? Haruskah ia mencari tahu sendiri? Butuh berapa lama? Sementara ia sendiri juga khawatir orang-orang di sekelilingnya yang akan menjadi tumbal Dave selanjutnya.


"Kok kamu tahu kalau aku belum tidur lagi?"


"Hati aku yang ngerasain. Kepikiran apa? Ada sesuatu yang mengganggu pikiran kamu? Bilang sama aku. Aku suamimu. Apa gunanya kita menikah kalau kamu masih memikirkan apa-apa sendirian? Bagi saja bebanmu sama aku."

__ADS_1


"Apa artinya aku di mata kamu, Mas?"


"Kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu? Ada apa lagi sih, Sayang? Coba bilang sama aku. Apa yang mengganggu pikiran kamu? Aku yakin kamu nggak akan nanya kayak gitu kalau kamu nggak kepikiran sesuatu. Selama ini aku rasa apa yang aku kasih ke kamu sudah menunjukkan apa artinya kamu di mata aku."


"Aku hanya merasa kamu punya kebohongan, Mas. banyak yang kamu sembunyikan dari aku."


"Emang kamu merasa aku bohong dalam hal apa?" Dave mengelus pelan pipi wanita itu.


"Jati diri kamu. Pas Rayan ke sini nggak sengaja aku sama Ayah lihat walpapernya dia. Ada sebuah makam yang bertuliskan nama Arum di sana. Pas Ayah tanya apa hubungannya dia sama Arum, dia hanya menjawab wanita itu wanita yang berarti dalam hidupnya. Memang dia sudah memberikan hal apa Mas? Sampai yang namanya Arum itu sangat berarti di dalam hidup adik kamu." Rinjani bertanya seperti itu karena seingatnya nama ibu mertuanya bukan Arum, melainkan Mala dan nama ayah mertuanya Nurdin. Ia hanya tahu sebatas nama, tidak lebih. Bahkan fotonya saja, Ia tidak pernah melihat. Serapat itu Dave menyembunyikan jati dirinya terhadap istrinya sendiri.


"Kenapa fokusnya ke situ, Sayang? Kenapa nggak yang lain? Untuk apa Ayah tanya ada hubungan apa adikku sama Arum? Emangnya Ayah kenal sama Arum?"

__ADS_1


Pemikiran yang benar juga. Ia tidak kepikiran ke arah sana, sedikit pun tidak. Ia yang terlalu fokus dengan urusan suaminya, ia sampai lupa juga harus mencurigai apa pun yang ditindak oleh ayahnya. Masih ada tugas untuk membuktikan ayahnya ini benar mempunyai wanita lain dan menghasilkan anak atau tidak.


__ADS_2