Siapa Sebenarnya Suamiku?

Siapa Sebenarnya Suamiku?
28


__ADS_3

Rinjani mengucek kedua matanya, ia berharap bahwa apa yang ia lihat adalah kesalahan. Namun, sebanyak dan selama apa pun matanya mengucek kedua indra penglihatannya, nyatanya pemandangan yang ada di depannya tidak berubah.


"Mas Raga," ucapnya dengan lirih.


Rinjani lagi-lagi mengerjapkan mata dan rupanya ia benar-benar tidak salah lihat. Orang yang berada di depannya bersama Rayan dan Dave adalah Raga orang yang ia kira sudah meninggal.


"Kalian mau bawa aku ke mana?"


"Aku cuman mau nurutin adikku, dia minta aku untuk memindahkan kau dari sini. Katanya, dia kasihan melihat kau yang terlalu lama berada di bawah. Aku melakukan ini untuk adikku, Raga. Bukan kasihan padamu. Aku sama sekali tidak berubah pikiran kalau kau sampai menghianati aku kecil apa pun dan sedikit saja kau berkhianat di belakangku. Aku tidak akan segan-segan membuat Rinjani jatuh cinta padaku dan tak bisa hidup tanpa aku. Biasanya orang jatuh cinta akan merasakan sakit yang luar biasa ketika pasangannya mencintai orang lain. Iya, kan?"


"Apa ini artinya kau melepasku?"

__ADS_1


"Tidak, kau akan ditemani Rayan. Kau sedikit banyak sudah tahu rencanaku, aku nggak mau ambil resiko dengan membiarkan kau berkeliaran di luar sana. Meskipun kau sudah pernah mengatakan kau tidak pernah ikut campur, aku tidak mau percaya begitu saja. Manusia di muka bumi ini tidak ada yang bisa dipercaya."


Mereka bertiga lalu beranjak dari sana. Rinjani masih terpaku di tempat. Menatap kepergian tiga pria itu dengan napas sedikit sesak. Apa ini semua? Apa yang ia lihat? Apa yang terjadi? Raga masih hidup, ia bersama dengan Dave? Rencana? Rencana apa yang sedang direncanakan Dave?


Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di kepalanya. Ia tak akan menemukan jawaban jika ia tidak bertanya. Menyelidiki sendiri? Ia tidak punya banyak waktu untuk mencari tahu itu semua sendiri.


Tenang Rinjani. Kamu harus tenang, kamu pasti bisa menyelesaikan ini.


Rangkain kalimat panjang dari Dave tadi sangat mengganggu pikirannya. Aku tidak akan segan-segan membuat Rinjani jatuh cinta padaku. .


Apa maksudnya? Apa selama ini dia tidak mencintai aku? Lalu apa lima tahun terakhir yang dia berikan? Dia sangat berusaha dengan keras untuk mendapatkan hatiku, lalu apa yang dia katakan tadi? Dia tidak mencintaiku, kah? Dia berpikir aku tidak cinta sama dia? Apa yang dia pikirkan? Dia pikir aku menikahinya karena apa? Apa yang dia mau?

__ADS_1


Pertanyaan-pertanyaan yang berputar-putar tentang itu itu saja membawa Rinjani sampai di sebuah rumah. Rumah yang cukup besar dan mewah. Ia tidak tahu itu rumah siapa, tapi yang jelas ketiga pria itu turun dan memasuki rumah besar tanpa pagar itu.


Rinjani tak mungkin mengikuti mereka hingga ke dalam rumah. Setelah mereka bertiga benar-benar masuk dan menutup pintu dengan rapat, Rinjani melesat pergi dari sana. Yang terpenting adalah ia sekarang tahu di mana Raga tinggal. Ia bisa kapan saja menemui pria itu di saat situasi memang pas untuk bertamu ke rumah itu.


"Ini rumah siapa, Dave?"


"Tidak penting ini rumah siapa. Kau aman di sini, tidak perlu takut diusir." Mereka bertiga masuk sedikit lebih dalam dan disambut oleh tiga orang yang sepertinya bekerja di rumah itu.


"Kau di sini akan ditemani dengan satu suster, satu asisten rumah tangga, dan satu orang yang menjaga rumah ini. Suster ini akan membantumu dalam masalah terapi kakimu nanti, jadi kau tidak perlu ke rumah sakit atau keluar rumah untuk sekedar belajar berjalan. Kau bisa melakukannya di rumah. Kau bisa anggap mereka seperti pekerjamu sendiri. Kau bisa meminta apa pun ke mereka selain keluar dari pekarangan rumah ini tanpa Rayan. Kau masih bisa berjalan-jalan di sekitar komplek sini, tapi harus tetap bersama Rayan. Kau tidak izinkan ke luar sendiri ataupun dengan suster."


"Kau tahu, Dave? Sekarang kau ini bertingkah seperti orang tua yang sangat overprotektif pada anaknya. Cukup jelaskan sekali saja aku sudah mengerti, tidak perlu berulang-ulang apa yang kau katakan. Apa masih ada peraturan lain untukku? Kalau tidak Aku ingin istirahat, aku ingin tidur."

__ADS_1


"Aku antar, Kak," sahut Rayan yang sejak tadi memilih untuk diam.


__ADS_2