
Upaya Dave untuk memperingatkan Pak Surya mengenai intensitas kehidupan anak mantan karyawannya rupanya tidak berhenti sampai malam itu. Belum usai kebingungan Bu Niken dan Rinjani soal foto malam itu, selang beberapa hari kemudian muncul lagi sebuah foto. Kali ini foto itu langsung ditujukan pada Pak Surya, foto kebersamaan antara dirinya dengan Bu Arum, Ibu kandung Rayan sekaligus wanita simpanannya.
Ya, Rayan adalah anak kandung dari Pak Surya yang disembunyikan olehnya. Pak Surya melakukan ini dengan sangat rapi, hingga baik Bu Niken atau Bu Arum tidak mengetahui bahwa mereka berdua adalah wanita yang telah disakiti Pak Surya.
Bu Niken tak tahu jika suaminya pernah selingkuh bahkan memiliki anak hingga detik ini, dan Bu Arum juga baru mengetahui bahwa dirinya hanya menjadi korban nafsu Pak Surya ketika dirinya sudah melahirkan Rayan.
Namun, kerapian Pak Surya nyatanya masih bisa dikalahkan Pak Nurdin, beliau adalah satu-satunya orang yang tanpa sengaja mengetahui perselingkuham atasannya dengan Bu Arum yang rupanya itu adalah teman baik dari istri Pak Nurdin. Dunia memang sesempit itu, hingga hubungan manusia dengan manusia lainnya tanpa diketahui terhubung satu sama lain.
Karena mengetahui kebusukannya, Pak Surya yang tidak mau reputasi dan hubungan keluarganya rusak akhirnya kalap. Beliau dengan bantuan beberapa anak buahnya menghabisi Pak Nurdin beserta istri dan anaknya yang masih batita. Setelah berhasil melenyapkan mereka, Pak Surya mengubah semuanya menjadi seakan-akan Pak Nurdin dan keluarganya bunuh diri.
Tatapan dan senyum puas begitu saja tecetak saat beliau berhasil membuat orang yang memegang kunci kehidupannya tiada. Namun, Pak Surya melupakan satu lagi anak Pak Nurdin, yaitu Dave.
Dave kecil waktu itu melihat seluruh rangkaian kejadian dimulai dari ancaman-ancaman, penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaan, dan juga aksi bejat lainnya di balik pintu kamar mandi. Dengan mata kepalanya sendiri, Dave menyaksikan seluruh anggota keluarganya meregang nyawa. Bahkan adiknya yang tak tahu apa-apa juga ikut menjadi korban.
__ADS_1
Sejak saat itu Dave tumbuh seperti ada jiwa psikopat di jiwanya. Belum lagi semenjak kedua orang tuanya meninggal ia tumbuh di bawah asuhan sang paman yang kejam dan mengharuskan Dave menuntut balas atas kematian sang Kakak. Dan jadilah Dave yang sekarang. Ia tercetak menjadi manusia kejam, dan seakan hidup tak punya hati nurani karena luka batinnya yang tak diobati.
Kembali lagi pada Pak Surya yang saat ini kembali menerima foto kebersamaannya dengan wanita simpanannya, lagi-lagi ada pesan di balik foto itu.
"Akui kejahatanmu sekarang di depan keluargamu dan media atau aku tunjukkan foto ini pada istrimu." Pak Surya meremas foto tersebut dan melemparnya ke tong sampah. Beliau menendang meja sekeras-kerasnya untuk melampiaskan kekesalan dan amarahnya.
Beliau kini tak lagi curiga pada Dave. Sungguh menantunya itu luar biasa, di saat ia dicurigai sebagai tersangka atas teror yang Ayah mertuanya terima, ia memutar kondisi dengan membuat situasi seolah-olah ia juga menjadi korban teror. Sungguh sempurna, bukan?
"Aku harus mencari Arum lagi, aku harus memastikan untuk kali ini aku menemukan di mana wanita itu. Persetan dengan ancamannya, dia tidak akan berani melakukan apa pun. Aku harus membuat Arum beserta anaknya menyusul Nurdin," gerutu Pak Surya geram.
Mendengar ucapan dari Pak Surya membuat Dave geli dan tertawa. Ia menertawakan kebodohan Pak Surya yang begitu polosnya berpikir bahwa Bu Arum yang melakukan ini. Bagaimana bisa Bu Arum melakukan itu, jika wanita itu sudah lama meninggal.
"Kau dengar sendiri, kan betapa jahatnya calon Ayah mertuamu? Seharusnya kau bersyukur karena aku menggagalkan pernikahan kalian. Kalau tidak, mungkin kau juga akan menjadi korban kejahatannya."
__ADS_1
Dave kala itu sedang melihat reaksi Pak Surya atas kirimannya bersama dengan Raga. Sengaja ia melakukan itu agar Raga sadar dengan kejahatan Ayah dari wanita yang ia cintai itu. Dave hanya ingin Raga duduk diam dan menanti semuanya selesai tanpa melakukan apa pun atau berusaha untuk menggagalkan apa yang ia mau. Entahlah, ia sendiri juga bingung kenapa ia ingin membiarkan Raga hidup kali ini. Akhir-akhir ini Dave hanya berpikir ingin mempercepat misinya agar bisa terhindar dan terlepas atau pun tidak lagi berhubungan dengan manusia-manusia toxic dan jahat seperti Pak Surya.
"Sekarang katakan padaku, jika kau berada di posisiku, apakah kau akan diam saja? Apa kau tidak akan menuntut balas atas kematian kedua orang tuamu dan juga seorang bayi yang tidak mengerti apa pun yang terjadi di dunia ini?" Dave mengajukan pertanyaan pada Raga. Sebelum keduanya melihat aktivitas Pak Surya yang berada di kantornya, Dave sempat menceritakan sekelumit masa lalunya yang sangat gelap dan kelam baginya.
Jujur saja mendengar cerita dari Dave membuat Raga ikut merasakan bagaimana sakitnya pria itu di masa lalu. Sebagai sesama manusia dan sesama laki-laki ia bisa membayangkan betapa sulitnya kehidupannya. Saat berjuang untuk sembuh dari trauma, tumbuh di lingkungan yang ketat dan disiplin serta kejam di bawah asuhan pamannya. Tidak semua anak kecil mampu melewati fase itu. Hanya saja Raga menyayangkan karakter yang dibentuk pamannya pada Dave yang menjadikan ia menjadi pria yang kejam dan tidak berperasaan. Raga memang menaruh simpati pada jalan cerita kehidupan pria yang berusaha untuk membunuhnya itu, tapi bukan berarti ia membenarkan apa yang dilakukan Dave. Biar bagaimanapun Raga sudah menjadi korban atas kejahatannya.
"Mau diakui atau tidak, kau sama dengan Pak Surya, Dave. Kau berusaha untuk membunuhku padahal kau bisa menceritakan ini dari awal tanpa harus melenyapkanku. Aku sama seperti keluargamu di masa lalu, kau berusaha membunuhku tanpa aku mengetahui apa pun yang terjadi dalam kehidupanmu dan kehidupan calon Ayah mertuaku, tapi kau melibatkan aku. Itu tidak adil, kau sakit hati karena keluargamu menjadi korban, tapi kau juga melakukan hal yang sama. Aku juga menjadi korbanmu, Dave."
"Apa kau juga akan membunuhku? Lakukan itu setelah aku melenyapkan Surya. Asal kau tahu, aku tidak punya tujuan hidup selain itu. Aku tidak punya keinginan apa pun, aku tidak punya impian seperti manusia pada umumnya. Impianku hanya satu dan jika keinginanku itu sudah terwujud aku tidak peduli, aku masih hidup atau sudah mati. Biarkan aku melakukan apa yang aku mau, jika kau ingin membalas atas apa yang aku lakukan lima tahun yang lalu, lakukan setelah kau dan aku melihat raga Surya ada di dalam tanah."
Raga yang sebenarnya memiliki hati yang baik justru sedih dengan ucapan Dave yang mengatakan ia tidak memiliki tujuan hidup. Sungguh, selama ia hidup baru kali ini menemukan manusia yang seperti mati rasa akibat memiliki luka yang begitu dalam di masa lalunya.
"Kau tidak memiliki cinta pada siapa pun, Dave?"
__ADS_1