Siapa Sebenarnya Suamiku?

Siapa Sebenarnya Suamiku?
32


__ADS_3

Pandangan Pak Surya terkunci di layar ponsel Rayan. Entah dorongan dari mana beliau tergerak untuk mengambil ponsel itu dan melihat lebih dekat. Beliau tak tahu mengapa begitu penasaran dengan pemilik makam yang dijadikan wallpaper oleh Rayan. Pasalnya, beliau juga tak paham dan tak pernah tahu latar belakang Dave, selain ia teman dekat Rinjani dari SMA dan kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan sekarang, beliau nampaknya tumbuh penyesalan kenapa tidak mencari latar belakang Dave lebih jauh.


Arumi Andini? Tidak mungkin dua orang yang mempunyai nama yang sama, kan?


"Eh, sudah kembali semua. Maaf tadi saya ke kamar mandi hanya izin sama Bibi karena saya tidak tahan." Sorot mata Rayan lalu terfokus pada ponselnya yang berada di tangan Pak Surya. "Maaf, itu HP saya, kan?" tanyanya seraya menunjuk benda itu degan akting ragu.


"Ah, iya. Ini punya mu. Tadi nyala refleks saya ambil. Ngomong-ngomong makam siapa yang kamu jadikan layar kunci di HP mu?" Pak Surya bertanya seraya mengembalikan benda itu kepada pemiliknya.


Tepat sasaran, seperti yang Rayan inginkan. Pak Surya sekarang bagaikan tikus yang sudah terperangkap dan terjebak dalam jebakan Rayan. Siapa yang tak senang jika rencananya berjalan dengan mulus tanpa hambatan.


"Bukan siapa-siapa, hanya wanita yang berarti saja dalam hidup saya. Ayah kenal?"


"Tidak. Hanya seperti pernah mendengar namanya saja." Pak Surya berlalu dari sana. Nampaknya beliau memang harus mencaritahu Rayan juga seperti apa yang sudah dikatakan oleh temannya tadi.


Tak berselang lama, Dave datang ke ruang tengah dan duduk bergabung dengan adik dan istrinya. Mereka membincangkan hal yang ringan-ringan saja, sesekali tawa menghiasi bibir mereka, hingga tawa itu seketika lenyap di bibir Rinjani lantaran baru saja mendapatkan kabar bahwa Rey mengalami kecelakaan dan sedang berada di rumah sakit.

__ADS_1


Kepanikan yang tanpa disadari tercapai di wajah Rinjani rupanya terbaca oleh Dave.


"Kenapa Sayang? Terjadi sesuatu? Kamu kayak panik."


"Nggak kok. Temen aku ngabarin katanya temen kuliah ada yang kecelakaan, itu aja."


"Kamu mau jenguk? Besok aja sekalian bareng aku ke kantor."


Rinjani hanya mengangguk.


Begitu menemukan ruangan tersebut, ia langsung saja membuka pintu. Melihat teman baiknya yang kepala yang dibalut perban dan tangan yang juga tergendong di depan tubuhnya membuat ia khawatir.


"Rey, gimana keadaan lo? Gimana ceritanya lo bisa kecelakaan?"


"Nggak apa-apa kok, gue nggak apa-apa. Cuman tangan patah sama ada luka dikit di kepala. Rem motor gue blong. Padahal baru kemarin gue servis dan gak ada masalah apa-apa, motor gue masih sehat, tapi nggak tahu tiba-tiba remnya nggak berfungsi padahal paginya masih bisa gue pakai."

__ADS_1


"Kayaknya ini sebuah bentuk teguran deh buat lo karena bantuin gue kemarin. Kayaknya gue emang harus cari segalanya sendiri. Gue nggak mau lo juga kena imbasnya dari permasalahan gue. Sorry, ya."


"Ya udah sih, udah terlanjur ini. Tapi sorry, gue kayaknya emang nggak bisa lanjut bantuin lo. Gue belum kawin, Rin. Masa iya lo mau rebut hak gue buat mempergunakan barang gue selain buat buang air. Lo pasti bisa lah nyari informasi sendiri. Nggak mungkin juga Dave nyakitin lo. Kalau emang dia mau udah dia lakuin dari dulu."


"Iya. Nggak lagi gue minta bantuan ke siapa-siapa. Gue akan cari tahu sendiri, buat permintaan maaf gue, biar gue yang tanggung biaya rumah sakit sampai lo sembuh."


"Udah ada perkembangan mengenai infomasinya?"


Rinjani menggeleng, "Gue bingung mau cari informasi dari mana lagi? Gue nggak yakin kalau perempuan itu ibunya Dave, nggak tahu kayak ada yang janggal aja."


"Kenapa lo nggak tes DNA aja? Lo ambil rambut Dave sama bokap lo. Kalau emang cocok, itu artinya apa yang gue bilang kemarin bener. Dave masuk dalam kehidupan kalian buat balas dendam. Dia dan ibunya nggak diakui atau ditelantarkan kita nggak tahu, kan, yang terjadi di masa lalu. Yang tahu, ya cuman bokap lo. Saran gue tetep hati-hati sama apa yang lo kerjain. Mungkin lo nggak akan kenapa-napa, tapi takutnya orang yang jadi bakingan Dave ini justru tahu rencana lo, dan malah menghambat lo untuk mengetahui yang sebenarnya."


"Iya. Gue akan coba saran dari lo. Tapi kalau tes DNA mereka nggak cocok, ada satu orang yang gue curigai sih."


"Siapa?"

__ADS_1


__ADS_2