
Setelah makan siang bersama, sepasang suami istri itu kembali terpisah. Dave masih harus tertinggal di kantor, sementara Rinjani kembali pulang. Wanita itu pulang dengan membawa sebuah pertanyaan yang sempat ia tanyakan. Meski sudah mendapat jawaban dari Dave sendiri, entah ada apa ia tak percaya begitu saja.
Rinjani membuka ponsel yang tertinggal di rumah saat ia pergi tadi. Ia mendapat sebuah pesan dari salah satu teman kuliahnya. Temannya itu mengirim sebuah foto, sudah beberapa jam yang lalu. Ia segera membuka itu pesan dan nampak kening yang terlipat.
[Mau apa suamimu ke sini?]
Terdapat foto Dave dari belakang yang seperti sedang berjalan menuju sebuah gedung tua. Tanpa berlama-lama, Rinjani menelepon temannya untuk bertanya lebih jelas.
"Halo Nia, kamu ikutin Dave nggak? Maksudku, ngikutin ke dalam?" tannya Rinjani tanpa basa-basi.
"Kalau aku ngikutin ngapain aku nanya kamu dia mau ngapain? Aku tadi nggak sengaja juga itu lihatnya. Mau ke rumah mertua, dari kejauhan aku lihat mobil Dave, awalnya aku nggak yakin. Tapi pas dia keluar dari mobil baru deh aku ambil itu gambar dia. Itu bangunan dah lama kosong dan jauh dari kehidupan juga. Ngapain dia ke sana?"
__ADS_1
"Mana aku tahu? Bisa kirim alamat gedung itu?"
"Mau ngapain? Kamu jangan coba-coba untuk datang sendiri, bahaya tahu. Jauh dari keramaian. Ini aja aku lewat juga takut sebenarnya, tapi mau gimana lagi? ini jalan lebih cepat untuk ke rumah mertua aku dan selama aku lewat sini baru kali ini aku ngelihat ada orang yang masuk ke gedung itu."
Rinjani menutup sambungan telepon setelah di rasa cukup tahu informasi dari temannya. Sudah ia duga bahwa Dave kembali menipunya. Ia semakin hari semakin dibuat pusing. Bagaimana tidak? Belum usai masalah teror yang sedang dihadapi oleh keluarganya dan kini Dave juga mulai menunjukkan bahwa ia benar-benar membohonginya secara terang-terangan. Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Dave? Kenapa ia merasa sangat tidak mengenal suaminya sendiri? Sosok laki-laki yang sudah dekat dengannya sejak SMA, nyatanya menyimpan rahasia dan tidak bisa ia percaya begitu saja setelah pengorbanan dan waktu yang diberikan Dave kepadanya.
Sepanjang hari, Rinjani tak terlalu fokus melakukan apa pun. Ia dengan memaksakan dirinya untuk sabar menunggu chat dari temannya perkara alamat gedung yang dikunjungi oleh Dave.
Terdapat beberapa luka di sekujur tubuhnya dan juga bekas tekanan benang tajam yang melingkar di lehernya. Diduga kuat bahwa Nia adalah korban pembunuhan dan yang melakukannya adalah pakar pembunuh karena sama sekali tidak meninggalkan jejak sedikit pun.
Pembunuhan yang dilakukan seakan saya rapi dan rajin sehingga polisi kesulitan untuk mencari tersangka dari pembunuhan yang akhir-akhir ini menjadi marak dan lebih sering terjadi.
__ADS_1
Korbannya dihabisi dengan cara yang sama, meski tempat luka dan bekas benang tajam itu ditekan di tempat yang berbeda, cara menghabisi semua korbannya sama. Entah sudah berapa banyak korban yang sudah tewas dalam keadaan yang mengenaskan, namun dari berbagai jenis korban itu polisi sama sekali buntu dan belum menemukan titik terang untuk menemui tersangkanya.
Rinjani lalu mencari informasi lebih detail mengenai meninggalnya sang teman. Bukan apa-apa, masalahnya wanita itu tewas setelah memberitahunya bahwa Dave berada di gedung tua yang sudah terbengkalai lama. Belum lagi cara membunuh tesangka membuat ia teringat dengan Dave.
"Ini udah jelas banget kalau yang bunuh psikopat. Bunuh pakai benang setajam apa pun pasti prosesnya akan lama dan menyakitkan. Ini menyenangkan untuk psikopat, kan?"
Rinjani bergumam seorang diri di balkon. Nia tewas setelah memberitahukan bahwa Dave sedang berada di tempat yang tidak seharusnya, lalu keesokan harinya Nia tewas. Ini sebuah hal konyol jika kebetulan, bukan? Apa ini ada hubungannya dengan Dave? Mengingat ia pernah melihat foto Dave sedang melakukan hal aneh dengan menekankan sebuah benang ke leher seseorang.
Jika Rinjani menghubungkan rangkaian apa yang ia lihat dan kejadian barusan, tentu saja itu ada hubungan, ada benang merah yang menghubungkan bahwa Dave adalah pelaku pembunuhan Nia sekaligus beberapa orang yang ditemukan sebelumnya.
"Aku menikah dengan seorang pembunuh? Suamiku seorang psikopat? Aku akan cari tahu apa yang membuatnya menjadi seperti itu. Jangan takut Rinjani, anggap dan kenal dia sebagai Dave yang kamu kenal. Jangan takut!" Rinjani menenangkan dirinya sendiri dengan ucapannya sendiri.
__ADS_1
"Jangan takut sama siapa, Sayang?" Sebelum suara membuat Rinjani tersentak. Ia baru sadar bahwa ia masih berada di balkon kamar.