Siapa Sebenarnya Suamiku?

Siapa Sebenarnya Suamiku?
30


__ADS_3

"Lo kenal?" tanya Rey melihat Rinjani yang tertegun menatap jam.


"Nggak, nggak kenal, nggak pernah ketemu juga, tapi perempuan ini adalah perempuan yang sama dengan foto yang dikirim orang. Gue pernah cerita ke lo kalau ada orang yang ngirim foto Ayah sama seorang perempuan hamil, kan? Ya dia ini orangnya, ini perempuannya."


Rey ikut melongom ke jam duduk itu. Ia ikut meneliti dan, "Dia gendong anak, ini pasti anaknya. Apa jangan-jangan anak ini Dave? Dan dia datang ke kehidupan lo untuk balas dendam? Bisa jadi perempuan ini adalah selingkuhan bokap lo. Dia nggak mau tanggung jawab sama kehamilan dan perempuan ini. Dan lahirlah Dave, lalu Dave akhirnya menuntut balas atas perbuatan itu ke bokap lo. Ini sangat masuk akal." Rey mengutarakan pendapatnya.


Rinjani membuang napas kasar. Jika memang iya, cukup masuk akal. Tapi kenapa harus ada pernikahan diantara saudara satu ayah ini?


"Iya, tapi masa dia balas dendam ke Ayah harus nikahin gue sih? Ini masuk akal, tapi ini gue ini adiknya. Kita saudara, kita satu ayah. Ini masih ambigu buat gue Rey, gue harus cari tahu lebih banyak lagi."


"Ya udah. Untuk hari ini sampai di sini dulu aja. Kita pulang sekarang, udah lama juga kita di sini. Yang penting udah ada hasil meski belum terbuka semua. Pesan gue, hati-hati lo sama suami lo. Tetap bersikap seperti biasa seakan lo nggak tahu apa-apa." Rey memberi pesan seraya berjalan menuju keluar ruang bawah tanah.

__ADS_1


"Iya paham."


°°°


Kehidupan di rumah yang berisi dua kepala keluarga itu berjalan seperti biasa. Sejak adanya foto yang menghancurkan kepercayaan Bu Niken, suasana di rumah itu tak lagi hangat meski mereka semua masih berada di bahwa atap yang sama.


Teror memang berhenti, tapi permusuhan antara Dave dan ayah mertuanya masih terlihat dari sorot mata keduanya.


"Daripada Ayah terus-menerus membujuk kita untuk kembali berdamai dengan keadaan. Kenapa Ayah tidak membuktikan pada Ibu kalau foto yang pernah dikirim itu tidak benar? Apa Ayah tidak bisa membuktikannya? Itu artinya sama saja Ayah membenarkan foto itu."


Bu Niken tanpa bersuara pergi dari meja makan, bahkan nasi yang berada di piringnya belum habis semua. Tak ada yang mencegah beliau pergi, hanya saja Rinjani langsung berdiri dan mengikuti ibunya. Kini tinggalah Pak Surya dan Dave yang berada di satu tempat yang sama.

__ADS_1


"Bagaimana? Anda sudah tahu siapa saya? Ini sudah beberapa hari berlalu, harusnya Anda sudah tahu siapa saya, sudah Anda temukan jati diri saya? Sudah habis kah antek-anteknya untuk mengikuti saya? Sudah tidak punya orang suruhan lagi?" tanya Dave dengan nada dan raut wajah menghina.


"Saya tidak perlu tahu kamu siapa. Kalau saya mau, saya bisa mengirimmu ke neraka bersama dengan antel-antek saya. Yang saya yakin, kamu yang sudah membunuhnya."


Dave menyunggingkan senyum miringnya, "Saya bukan pembunuh seperti Anda! Selain rahasia tentang masa lalu anda dengan wanita itu, saya juga punya satu lagi rahasia yang saya yakin tidak ada satu orang pun yang tahu bagaimana bejatnya Anda selain saya." Dave mendekatkan dirinya ke Pak Surya yang duduk di seberangnya.


"Saya yakin Anda tidak lupa dengan Pak Nurdin, istrinya, dan juga bayi yang perempuan yang sedang merangkak."


Pak Surya masih tertegun, beliau belum sempat merespon ucapan Dave, tapi pria itu sudah melenggang pergi dari sana. Sebelum akhirnya, beliau tersadar dan mengejar langkah kaki Dave.


"Saya tidak peduli siapa kamu. Sekali saja kamu berusaha buka semuanya. Saya yang akan buat kamu seperti Nurdin!"

__ADS_1


Dave hanya tersenyum mengejek dan kembali pergi dari sana.


__ADS_2