Simpanan Kesayangan

Simpanan Kesayangan
Tidak boleh di sentuh


__ADS_3

''Sayang, ayolah. Buka selimut mu, Mas benar-benar sudah tidak bisa menahan terlalu lama lagi.'' Bujuk Bram dengan nada mengiba. Ia duduk di pinggir kasur, memohon agar sang istri mengerti apa maunya.


''Hah ... Apa peduliku, sedangkan diri mu saja tidak bisa menuruti apa mau ku,'' balas Tiara angkuh dengan nada suara tinggi. Ia masih betah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Rasanya dirinya sungguh tak sudi sang suami menyentuhnya barang sedikitpun.


Bram menghembus nafas kasar, lalu berucap lagi.

__ADS_1


''Mas sudah berusaha untuk menuruti apa mau mu, tapi .... mobil dengan merek yang kau minta itu sungguh mahal harganya. Mas tidak cukup uang untuk membelinya.'' Bram berharap sang istri akan mengerti.


''Makanya kamu bekerja lebih keras lagi, Mas. Agar kamu bisa memenuhi semua kebutuhan dan permintaan aku.'' Tiara membuka selimut yang menutupi tubuhnya, lalu ia duduk, ia menatap sang suami dengan tatapan remeh.


''Mas sudah bekerja lebih keras, bahkan saat orang-orang sudah pulang dan beristirahat di rumah, Mas masih tetap bekerja mengais pundi-pundi rupiah untukmu. Kenapa kamu sama sekali tidak pernah menghargai apa yang telah Mas lakukan untukmu. Bahkan kau melarang Mas untuk menyentuh mu hanya karena Mas tidak bisa menuruti keinginan mu. Egois sekali kamu Tiara. Padahal melayani suami adalah merupakan kewajiban seorang istri.'' Bram berkata dengan suara bergetar. Tiara benar-benar keterlaluan. Sudah selama sebulan ini ia melarang Bram untuk menyentuhnya hanya karena Bram tidak bisa membeli mobil Pajero yang ia minta dari sebulan yang lalu. Padahal Tiara sudah memiliki mobil, tetapi hanya karena ia yang selalu ingin terlihat kaya di antara teman-teman sosialita nya, makanya ia memaksa sang suami untuk membeli apa yang ia mau. Ia tidak peduli sang suami mendapatkan uang dari mana, yang ia tahu semua keinginannya terpenuhi.

__ADS_1


Setelah menerima penolakan demi penolakan dari sang istri. Akhirnya Bram memutuskan untuk keluar dari kamar, ia berjalan dengan langkah kaki gontai menuju dapur. Bram akan membuat kopi hangat untuk menemani malam dingin nya.


Sedangkan Tiara berdecak kesal, karena lagi-lagi sang suami tidak bisa menuruti apa maunya.


''Biasanya Mas Bram selalu bisa menuruti apa yang aku minta, tapi kali ini? Sudah sebulan lamanya, dan Mas Bram masih belum sanggup membeli mobil pajero yang begitu aku idam-idamkan. Aku harus memberi alasan apa lagi saat teman-teman ku menanyakan tentang mobil pajero itu, padahal kemarin aku mengatakan kepada mereka kalau aku sanggup membelinya. Hah ... Dasar payah!'' Tiara bergumam lirih dengan kepala terasa pusing. Pusing karena memikirkan gaya hidupnya yang terlalu tinggi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2