Simpanan Kesayangan

Simpanan Kesayangan
Kematian


__ADS_3

Berulangkali Bram mengecup pipi Putri yang terasa dingin dan kaku. Air matanya tumpah tanpa bisa ia bendung, terisak ia menangis menatap wajah sang istri yang begitu pucat dengan mata tertutup. Sudut bibir sang istri tertarik ke dalam, sebuah senyum kecil terbit di paras nya yang tak lagi bernyawa.


Beberapa orang polisi yang ikut menyaksikan yang berdiri tidak jauh dari Bram turut merasa sedih dan berduka, mereka tidak menyangka malam ini Putri akan meregang nyawa seorang diri di dalam penjara.


Iya. Putri ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh petugas yang menjaga. Tubuhnya telah terkulai di atas lantai, saat ini belum tahu pasti apa penyebab kematian Putri, tapi yang pasti, Putri ditemukan dalam kondisi yang begitu menyejukkan pandangan.


Petugas menemukan dirinya terbaring meringkuk di atas sajadah usang, dengan mukena masih menutupi tubuh dan aurat nya. Sang petugas mengira Putri hanya tertidur, tetapi setelah di panggil berulangkali dari luar jeruji besi, Putri tak kunjung menyahut, dan pada akhirnya petugas memutuskan untuk memeriksa kondisi Putri, setelah di periksa, Putri dinyatakan sudah meninggal dunia dari setengah jam yang lalu, di dekat tangan nya tasbih dengan batu hitam mengkilap tergeletak, tasbih yang baru beberapa hari Bram beli untuk Putri, sesuai dengan permintaan Putri.

__ADS_1


***


Sesenggukan Bram menangis di hadapan gundukan tanah kuning dan liat, ia masih tak menyangka Putri akan meninggalkan dirinya begitu cepat, hidup sendiri membesarkan sang buah hati tanpa pendamping. Bram merasa cobaan tak pernah berhenti meluluh lantakkan hati dan perasaannya, menghempaskan dirinya hingga jatuh sejatuh-jatuhnya. Belum hilang rasa sakitnya melihat Tiara menikah dengan Zain, kini dia sudah dihadapkan dengan kenyataan harus kehilangan kekasih halal nya, wanita yang telah memberikan dia keturunan.


Terlepas dari semua kesalahan yang pernah Putri lakukan dulu, kini, Putri benar-benar telah menyesali perbuatannya, ia telah bertaubat. Tapi sayang nya, waktu nya hidup di dunia telah habis, ia tidak di beri kesempatan untuk melihat tumbuh kembang sang putri yang dilahirkannya dari beberapa bulan yang lalu dan ia juga tidak pernah lagi bertemu dengan Andra semenjak hari itu, semenjak Oma dan Opa Andra memutuskan untuk membawa Andra keluar negeri. Bram sudah mengabari Oma dan Opa Andra tentang kematian Putri, dengan alasan sedang sibuk, Oma dan Opa Andra mengatakan tidak sempat membawa Andra ke tanah air melihat jasad Putri untuk terakhir kali, melihat proses pemakaman Putri. Mengingat itu, semakin sedih lah Bram, ia menyangka Oma dan Opa Andra sengaja ingin memisahkan dirinya dengan Andra, padahal selama ini Bram sudah menganggap Andra seperti anak nya sendiri.


Sedangkan di dekat mobil, di pinggir jalan, Tiara dan Zain menunggu rombongan Bram. Zain merengkuh tubuh sang istri yang di baluti gamis dan jilbab bewarna putih. Di dekapan Tiara, bayi Rafifah tertidur dengan begitu pulas. Tiara terus menimang bayi Rafifah dengan penuh cinta, mulutnya terus bergumam membaca sholawat.

__ADS_1


''Kasihan sekali kamu, Nak. Di usia muda yang terlalu belia, Ibu mu sudah pergi meninggalkan diri mu. Tapi kamu tenang saja, Ibu mu tidak pergi, ia hanya berpindah alam saja sama kita, Bunda yakin, di alam nya yang baru, Ibu mu akan terus berdoa untuk kebaikan kamu dan Ayah mu,'' Tiara berucap di dalam hati. Ia menyebut dirinya dengan sebutan Bunda.


Saat ini, Tiara sudah begitu merindukan hadir nya seorang bayi di rahimnya, di usia pernikahan nya yang ke empat bulan, ia tak kunjung hamil, padahal dirinya dan Zain sudah bekerja keras untuk itu. Mereka selalu berdoa dan rutin berhubungan suami istri malam harinya berharap malaikat kecil tumbuh di rahim nya.


Oma Fatimah terus saja membicarakan tentang kehamilan, ia terus saja bertanya setiap harinya apakah Tiara sudah hamil atau belum. Dan pertanyaan itu berhasil membuat Tiara merasa gundah, sehingga seringkali Tiara menganggap mungkin saat ini dirinya tak kunjung hamil merupakan balasan atas dirinya dulu yang telah memasang KB Implan yang saat bersama Bram dirinya menolak keras untuk hamil.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2