
Sambil menunggu mobil yang di beli oleh sang suami datang, Tiara membuka wa, ia membuka grup gang sosialitanya, lalu ia mulai membaca satu persatu chat yang di kirim oleh temannya di grup itu, Tiara mulai membaca dari yang paling awal masuk, ''[ Eh mana nih, Tiara? Kok mobil pajero yang kata kamu, kamu sanggup membelinya, kenapa sampai saat ini masih belum kelihatan hilal nya? Padahal kami pengen lihat kamu mengirim foto mobil itu dengan kamu berada di kemudinya. ]'' Tiara membaca pesan yang di kirim oleh Resti di dalam grup, ia merasa kesal karena Resti berani meremehkan nya.
''[ Iya nih, apa jangan-jangan Tiara bohong, ya. ]'' Timpal temannya yang lain lagi. Jari jemari Tiara sudah gatal rasanya ingin membalas pesan tersebut. Lalu setelah itu jari jemari nya bergerak lincah di atas layar ponsel, ia membalas chat teman-teman nya, agar teman-temannya tidak meremehkan dirinya lagi.
''[ Eh, kalian tunggu saja, ya. Dalam waktu satu jam kedepan aku akan mengirim foto diriku yang sedang berada di dalam mobil Pajero milik ku. Kalian jangan iri, ya. Soalnya sekarang suami aku sedang berada di showroom mobil untuk membeli mobil yang aku mau. Kemarin-kemarin suami aku lagi sibuk banget kerjanya, makanya baru sempet hari ini ia membeli mobil yang aku mah. ]'' Balas Tiara tersenyum puas. Ia sedang duduk di sofa keluarga, seraya berbalas pesan ia juga sedang nyemil makanan ringan. Plastik snacks bungkus makanan ringannya bertaburan di atas meja dan ada juga yang jatuh ke lantai. Selain pandai bergaya dengan barang-barang branded, ternyata Tiara juga punya sisi lain, yaitu jorok. Yang ia tahu hanyalah mempercantik dirinya, tapi ia tidak tahu membersihkan rumah. Bukan tidak tahu sih, intinya ia adalah wanita pemalas, maunya goyang-goyang kaki dan nongkrong bersama gang sosialitanya. Mau nya enak saja.
__ADS_1
''[ Oke deh. Aku akan pantau terus. ]''
''[ Iya, aku juga, soalnya aku penasaran banget pengen lihat mobil milik mu Tiara. ]'' Balas teman-temannya lagi. Tiara hanya membacanya saja tanpa berniat untuk membalas nya. Ia sudah tidak sabar lagi menunggu kepulangan sang suami.
Setelah menunggu beberapa saat, Tiara dikagetkan dengan suara klakson yang berasal dari depan rumahnya. Ia berdiri dari duduknya, lalu ia berjalan dengan langkah kaki lebar menuju pintu utama, senyuman di wajahnya terus terpancar dan tak mau sirna mengingat sebentar lagi ia akan duduk di kemudi, duduk di kemudi mobil yang begitu ia impi-impikan selama ini. Selain itu ia juga sudah tidak sabar lagi untuk pamer mobil barunya kepada gang sosialitanya.
__ADS_1
''Iya tentu suka lah Mas. Mana kunci mobilnya?'' Tiara menengadahkan tangan nya di hadapan sang suami. Bram lalu meletakkan kunci mobil yang ia pegang di telapak tangan sang istri. Tiara menerima nya cepat, setelah itu ia berlari menuju mobil. Ia memasuki mobil, lalu ia mengeluarkan ponselnya dari saku daster yang ia pakai, setelah itu ia mulai sepi-sepi dengan senyum merekah. Bram tersenyum senang melihat sang istri yang begitu kesenangan, tapi ada hal yang membuat hatinya sakit, yaitu saat ia pulang dari bekerja, Tiara sama sekali tidak menyalami dan menciumi tangannya, Tiara malah langsung meminta kunci mobil dengan tak sabaran.
Setelah itu Bram masuk ke dalam rumah, meninggalkan Tiara yang masih asyik berfoto di dalam mobil.
Begitu sampai di dalam rumah, Bram begitu kaget melihat rumah yang begitu berantakan. "Rumah tangga macam apa ini?'' rutuk Bram di dalam hati dengan kepala mendadak sakit melihat rumah yang tak ada bersih-bersih nya sama sekali.
__ADS_1
Bersambung.