Simpanan Kesayangan

Simpanan Kesayangan
Part 11


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Bram memakai pakaian yang terdapat di atas kasur, pakaian kantoran yang terlihat masih sangat bagus. Kemeja berwarna abu-abu, celana panjang bewarna hitam, dasi dan juga jas. Bram menatap pantulan dirinya di depan cermin, ia sudah terlihat sangat tampan dengan pakaian yang membaluti tubuh tegapnya. Ia tidak memakai jas, karena biasanya jas hanya di pakai oleh orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di suatu perusahaan atau kantor. Bram masih merasa belum pantas untuk memakai jas itu. Ia sempat merasa heran, kenapa Putri meletakkan jas diantara pakaian yang sudah ia pakai, sementara Putri tahu sendiri kalau biasanya Bram tidak pernah memakai jas saat sedang bekerja di kantor.


Saat Bram masih berdiri di depan cermin yang ada di dalam kamar Andra, tiba-tiba Andra datang lagi menemui nya.


''Waw, Om sudah terlihat sangat tampan,'' puji Andra dengan suara kecil nya.


''Benarkah?'' tanya Bram. Bram berjalan menghampiri Andra yang berdiri di dekat pintu.


''Iya, Om. Om mirip sekali dengan aku,'' celoteh Andra yang membuat sebuah senyum simpul terbit di wajah tampan Bram.


''Terimakasih atas pujiannya anak manis, kita memang sama-sama tampan,'' Bram terkekeh kecil saat mengatakan itu.


''Sama-sama Om. Ya udah, kalau begitu ayo kita ke bawah, Mama sudah menunggu kita di meja makan,''


''Ya sudah, ayo.''

__ADS_1


Bram dan Andra berjalan dengan saling berdampingan menuju meja makan, wajah keduanya terlihat begitu cerah. Sebenarnya Bram merasa sedikit malu dan sungkan kepada Putri karena dirinya yang bangun kesiangan, tapi sebisa mungkin Bram mencoba bersikap santai dan biasa saja.


''Bukankah Putri memang menginginkan diriku untuk selalu berada di sisi Andra, ia membayar aku dengan uang yang cukup banyak karena ia menginginkan diriku agar aku selalu ada di sisi dirinya dan juga Andra. Jadi aku akan berusaha untuk selalu berada di dekat Putri dan Andra, aku harus melakukan pekerjaan ku dengan baik, selain karena bayaran, aku merasa ada hal lain yang aku rasakan, aku merasa begitu nyaman berada di rumah Putri, aku merasa suatu ketenangan saat berada di tengah-tengah Ibu dan anak yang merindukan sesosok pria dewasa untuk menjaga mereka. Aku merasa bahagia.'' Bram berkata di dalam hati seraya menuruni satu persatu anak tangga. Tangannya dan tangan Andra saling berpegangan sedari tadi. Setelah itu mereka tiba di ruang makan, melihat kehadiran Andra dan Bram, Putri langsung saja bersuara meminta agar Bram dan Andra segera duduk di kursi meja makan. Putri menarik salah satu kursi, lalu ia berkata, ''Silahkan duduk Bram,'' ucap Putri dengan suaranya lembut, parasnya yang cantik tersenyum manis. Membuat Bram merasa tersentuh, selama menikah dengan Tiara, tidak pernah sekalipun Tiara memperlakukan dirinya dengan baik dan lembut seperti yang Putri lakukan. Tidak hanya sampai disitu, saat Bram ingin memasukkan nasi ke dalam piring nya, dengan cepat Putri mengambil alih, ia menawarkan diri untuk memasukkan nasi ke dalam piring Bram, ''Sini, biar aku bantu Bram,'' ucap Putri, tanpa adanya bantahan, Bram langsung saja memberikan piringnya kepada Putri. Setelah itu Putri memasukkan nasi dan beberapa macam lauk dan sayuran ke dalam piring Bram. Melihat makanan yang ada di dalam piringannya, membuat Bram meneguk ludah tidak sabaran lagi ingin melahap makanan itu, bagaimana tidak, Tiara selama ini tidak pernah melakukan nya dengan spesial, Tiara tidak pernah memasak makanan spesial untuknya pada pagi hari saat melepas keberangkatan ke tempat kerja.


''Silahkan di makan Bram,'' ucap Putri seraya meletakkan piring Bram di atas meja di depan Bram.


''Terimakasih Putri.'' Balas Bram menatap Putri dengan tatapan begitu dalam. Putri pun mengangguk kecil mendengar ucapan terimakasih yang keluar dari mulut Bram. Setelah itu Putri memasukkan makanan ke dalam piring Andra lagi, Putri malakukan dengan sangat baik. Bram menatap nya dengan penuh kekaguman, selain menjadi seorang CEO di perusahaan, Putri ternyata juga merupakan seorang Ibu yang hebat.


Setelah itu mereka bertiga makan dalam diam, hanya denting sendok beradu dengan piring yang terdengar. Selama ini Putri memang selalu mengajarkan kepada Andra kalau lagi makan tidak boleh bicara, dan Andra pun begitu mematuhi perkataan sang Mama. Karena baginya selama ini, selain manjadi seorang Ibu, Mama nya juga merupakan seorang Ayah yang selalu bekerja keras untuk tetap memajukan perusahaan peninggalan sang papa. Baginya sang mama adalah wanita yang tangguh, hebat dan juga sabar.


***


''Sayang, nanti saat pulang sekolah Pak Muklis yang akan menjemput kamu, ya.'' Putri berkata kepada Andra. Pak Muklis adalah supir pribadi yang bertugas mengantar jemput Andra sekolah kalau Putri tidak sempat melakukan itu.


''Baik Ma.'' Andra menjawab dengan semangat. Andra merasa begitu bahagia melihat pemandangan di depan matanya, ia merasa bahagia melihat sang Mama sudah ada yang menemani. Andra berharap Bram akan selalu ada untuk dirinya dan Mama nya.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu Bram menginjak pedal rem saat mobil mereka sudah berada di depan sekolah Andra. Andra menciumi tangan Mama nya dan tangan Bram, setelah itu ia turun dari mobil dengan di temani sang mama, mama nya akan mengantarkan nya hingga sampai gerbang sekolah. Saat Putri masih belum masuk ke dalam mobil, Bram mengecek ponselnya yang ada di saku celana, ponselnya yang ia atur dalam mode diam, saat layar ponsel sudah menyala, Bram sedikit terkejut melihat notifikasi panggilan  dari Tiara yang sudah ada sekitar dua puluh panggilan tak terjawab, selain itu Tiara juga mengirimkan sederet pesan, sederet pesan yang membuat Bram merasa bingung harus membaca pesan yang mana terlebih dahulu. Akhirnya Bram memilih membaca chat yang paling baru di kirim oleh sang istri.


[ Mas, kamu ke mana sih? Kenapa panggilan dari aku tak kunjung kamu angkat?! Bagaimana hasil narik tadi malam, mana uangnya? Aku butuh uang untuk belanja nanti siang. Dan juga kamu harus segera pulang, bukankah kamu harus bekerja. Kalau kamu tidak bekerja bagaimana bisa kamu memenuhi kebutuhan aku yang banyak. ] Bram membaca pesan yang di kirim oleh Tiara dengan tersenyum getir, setelah itu tanpa pikir panjang Bram membuka aplikasi M banking yang ada di ponselnya, ia langsung saja mengirimkan uang ke rekening Tiara sebanyak lima juta. Uang yang Putri kirim lagi padanya tadi malam, Putri tidak main-main, tadi malam ia mengirimkan uang ke rekening Bram sebanyak lima puluh juta. Bram semakin di buat terkesima dengan kebaikan Putri.


''Hah, belanja lah sampai puas Tiara. Jangan salah kan diriku bila nanti aku meninggalkan diri mu. Dan jangan salahkan diriku bila aku merasa lebih nyaman dengan wanita lain.'' Ucap Bram di dalam hati saat uang yang di kirim nya sudah berhasil di kirim ke rekening sang istri. Setelah itu ia menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana, dan tidak lama setelah itu Putri masuk ke dalam mobil. Lalu Bram melajukan lagi kendaraan roda empat milik Putri, kendaraan yang lebih mahal dari mobil Pajero milik Tiara.


''Aku harap kamu tidak terpaksa melakukan semua ini, Bram.'' Putri bersuara memecahkan keheningan yang sempat tercipta antara dirinya dan Bram.


''Bagaimana aku merasa terpaksa Putri. Sementara kamu memperlakukan aku dengan begitu baik,'' balas Bram menatap Putri sekilas. Entah kenapa dadanya berdesir aneh saat ia menatap Putri.


''Em, Bram. Apa kamu mau menjadi asisten pribadi aku saja di perusahaan?'' Putri berkata sedikit ragu, ia takut Bram menolak tawaran nya. Karena sebelumnya dirinya sudah memberikan banyak tawaran kepada Bram. mendengar apa yang di katakan Putri, Bram merasa terkejut. 


''Bukankah kamu sudah mempunyai asisten pribadi Putri?'' timpal Bram.


''Iya, tapi Pak Bambang sebentar lagi akan segera resign, karena usianya sudah terlalu tua untuk berkerja di perusahaan. Beliau memberi tahu aku kalau beliau akan menghabiskan masa-masa tuanya dengan beristirahat di rumah. Beliau sudah tidak mau aku repotkan lagi dengan pekerjaan yang ada di kantor. Makanya aku menawarkan dirimu untuk menggantikan posisinya.'' Jelas Putri.

__ADS_1


Bersambung.


Kita tunggu saat-saat Tiara akan menyesal ya karena selama ini dia sudah menyia-nyiakan cinta tulus Bram kepada dirinya.


__ADS_2