
Disebuah kamar mewah, seorang perempuan paruh baya, memakai gamis biru muda dipadu dengan hijab warna senada, warna yang untuk pertama kali wanita itu kenakan dengan rela, setelah 21 tahun kehilangan hal- hal yang sangat berharga dari diri dan hidupnya , membuatnya selama sepuluh tahun menjadi penghuni kamar no 13 karna tidak kuat menerima beban yang langsung menghimpit kepala dan dadanya tanpa ampun diusia belia.
Perempuan cantik itu menatap pada pantulan dirinya dicermin." Putriku sama sepertiku, tak ada yang berbeda diwajah kami kecuali setitik noda dibawah mataku ini.Syukurnya putriku tidak punya tanda itu, tanda yang konon kata orang membuat pipiku selalu basah oleh airmata." Gumam Wanita itu. Seyakin apapun ia pada Takdir Allah, selalu saja noda sebesar biji bayam dibawah mata itu mengusiknya setiap bercermin.
" Tanda itu sekarang tak bernilai buruk lagi sayang...Biarkan tanda itu tetap ada agar airmatamu terus mengalir disetiap sujud malammu, airmata yang dirindukan oleh Syurganya Allah SWT." Ucap seorang pria matang nan gagah berkulit cerah duku matang, seraya memeluk wanita itu dari belakang.
Hari ini pasangan pasutri Serasi ini berencana ingin berangkat kesuatu tempat.
" Apa bawaan kita sudah siap Fan? Fino gimana? Apa sudah ditelfon asramanya?" tanya Wanita yang masih sangat cantik diusia menjelang kepala empat itu.
" Aman...Ayah udah telfon kok sayang...Anak kita itu baik,rajin belajar dan ibadahnya, apa bedanya dengan ibunya yang cantik ini."
" Ayahnya juga pintar dan sabar." Balas sang wanita membuat suaminya menelan Saliva.
" Saking sabarnyalah maka putra itu ada." Balas Fano dalam hati,mengingat bagaimana ia dulu pada istrinya ini.Kesembuhan Rara akhirnya membuat Fano bersyukur, dan demi itu ia rela memenuhi apapun keinginan wanita yang ia nikahi secara tak wajar ini, termasuk mencari putri wanitanya yang diadopsi orang 21 tahun yang lalu dari panti penitipan bayi itu.
Berkat kepintaran dan koneksi yang ia miliki, akhirnya Fano berhasil menemukan anak itu, walaupun anak perempuan itu dikurung disangkar emas sekalipun oleh ayah dan ibu angkatnya.
Fano menatap istrinya berkaca- kaca, tak tahan mengingat kepahitan yang sudah dialami oleh Rara termasuk ulahnya sendiri.
Rara berbalik dan mengusap bulir yang hendak jatuh dibawah mata tajam suaminya.
" Kau tak punya tanda apapun untuk dibasahi! " Soraknya menggoda suami.
" Iya ya...Aku cuma punya tanda disini, ucapnya menunjuk yang tersembunyi, membuat sang istri menarik hidungnya gemas.
__ADS_1
" Tanda maniak!" pekik Rara mengingat tanda dibagian vital suaminya itu.
" Maniaknya pada satu orang saja kok sayang..." Balas Fano melabuhkan kecupan dipipi istrinya."Gimana? Sudah siap?" tanya Fano seraya meraih dagu Rara.
" Siap berangkat! Bukan siap melayani simaniak." Ujar Rara mendorong pelan suaminya yang barusaja ingin mematuk bibirnya. Sekarang wanita itu berputar, untuk megambil penutup wajahnya dilemari.
Fano tersenyum kecut, selalu itu yang ia rasakan tiap hari, selalu kurang waktu mencumbui Rara.Wanita yang telah membuatnya menjadi maniak tingkat dewa.
Inilah juga mungkin yang dirasakan oleh pria- pria itu dulu, hingga tega menghabisi suami pertama wanitanya ini.
Fano menghampiri Rara yang sudah memakai cadar sekarang." Setelah 21 tahun terlewatkan, apakah sayang benar- benar sudah siap untuk kembali?" tanyaFano pada wanitanya itu.
" Aku harus kuat Fan, demi putriku aku harus kembali kemasa lalu yang kejam itu, karna aku tahu sekarang putriku menjadi menantu dikeluarga itu.Sebelum mereka sadar, aku harus mengeluarkan putriku dari sana, aku butuh izin dari ayahnya untuk menarik putri kami kembali, walau ia sudah tiada, tapi kuyakin arwahnya juga tidak tenang bila putrinya hidup bersama keluarga itu."Balas Sang perempuan menatap bayangan suaminya didepan cermin.
" Kamu menyalahkan orang tua angkatnya sayang dengan pernikahan putri kita?" tanya Dokter Fano ingin menyelidiki sejauh mana kebaikan mental sang istri.
" Bagaimana kau bisa tahu semua ini sayang?" tanya Fano seraya mengecup tengkuk dibalik hijab istrinya.
" Ibu menceritakan ini semua, saat aku melahirkan Fino putra kita." Ucap Rara Sendu.
" Maaf..." Ucap Dr Fano Zahran zafier, sekali lagi hanya kata itu yang bisa ia ucapkan saat sang istri menyinggung masalah kelahiran putra mereka. Ingat waktu itu Rara masih belum sembuh total dari gangguan jiwanya 15 tahun yang lalu.Hal tergila yang telah dilakukan oleh dokter tampan kepala rumah sakit jiwa ternama dikota X ini, saat menikahi wanita tidak waras dan membuat wanita itu melahirkan putranya, dan memutuskan wanita itu selamanya jadi miliknya.
Perbuatan yang awalnya membuat pria ini mendapat seribu tamparan dari sangMommy, tapi kegigihan dan kesetiaanseorang Fano akhirnya mululuhkan mommynya yang keras, didukung oleh sikap baik sang Daddy yang selalu menghargai setiap keputusan putra semata wayang mereka.
Fano takkan pernah lupa, bagaimana Daddy-nya bicara pada mommynya setiap malam waktu mereka masih hidup dulu.
__ADS_1
"Tidak semua yang gadis itu baik Rus, dan bukan semua yang terlihat gila itu buruk.Kita lihat saja bagaimana ia bertahan mencintai istri gilanya itu, bila terbukti ia bisa membawa wanita itu zohir batin menjadi pasangannya, apa salahnya kita biarkan saja, semoga selain
menyelamatkan nafsunya, keberadaan wanita itu jadi amalan bagi putramu.Emang kau tega membuang wanita itu dijalanan? Setelah itu
ia akan digilir oleh pria manapun yang jelas akan tergoda dengan kesempurnaan fisik perempuan itu.Tanya hatimu sayang?Kalau kau tega, aku pasti akan membantumu menyingkirkan perempuan itu sekarang juga, dan semoga saja putramu tidak bebar- benar gila karenanya setelah ini." Ucap Zakier berapi- api.
" Tidak! Aku tak menginginkan hal seburuk itu padanya.Tapi__
" Tapi apa sayang? Kita akan menggugurkan cucu kita yang sedang tumbuh dirahim wanita itu dulu, baru membuangnya." Ucap Zakir mengambil sebotol cairan dari Laci.
" Tidak! Apa maksudmu menggugurkan cucu! " Pekik Rus merebut botol cairan yang ada ditangan suaminya.
" Ya, Fano sudah akan memiliki anak dengan istri gilanya itu, apa kita akan bantu agar istrinya sembuh, atau gugurkan bayinya biar ia makin gila!" Tantang Dr. Zakier pada istrinya Rusmina.
Hik...hik...Rusmina terisak pilu, lenyap sudah rasa bencinya pada Rara mendengar ia bakal mendapatkan cucu dari wanita tidak waras itu.
" Jangan buang bunuh anaknya.. Ia sudah banyak kehilangan dalam hidupnya, nanti setelah anaknya lahir, dan Rara sembuh total, kita adakan syukuran sekaligus menikahkan mereka kembali. " Ucap Rusmina memelas.
Dokter Zakier tersenyum dalam hatinya.
" Rupanya diam- diam istriku menyelidiki juga latar belakang menantu kami."
" Apapun keputusanmu akan aku terima sayang.. Yang penting kau sadar melakukannya, bukan seperti Rara." Sambut hangat Zakier saat itu memeluk istrinya dan mengusap bening yang mengembang dari kedua bola mata indah ibu dari anak dokter
tampan pemilik rumah sakit Jiwa itu.
__ADS_1
Fano yang menguntit tersenyum senang, sejak malam itu ia makin semangat mengobati istrinya, hingga saat kelahiran putra mereka, Rara semakin membaik.
Sekarang setelah 21 tahun, Ia akan membawa istrinya itu kembali kekampung halaman, tempat dimana kisah hidup wanita itu dimulai.Rasa ragu menghantui jiwa Fano, tapi ia sudah janji akan mengabulkan semua keinginan Rara yang merupakan syarat yang diberikan wanitanya itu menerima Fano setelah kesembuhan perempuan pilihan hidupnya ini.