
Hati siapa yang tidak akan cemas bila orang yang kita cintai taksadarkan diri didepan mata.Apalagi semua ini terjadi setelah Arjuna bercumbu dengan wanitanya itu.Rasa bersalah dan takut kehilangan mulai menghantui fikiran seorang Arjuna.
Terlebih lagi sang gadis tidak juga kunjung sadarkan diri,setelah dilakukan berbagai upaya pertolongan pertama dengan membaringkan Sinta dan memberikan berbagai terapi mulai dari memercikkan air, mengoleskan minyak kayu putih sampai pada terapi kaus kaki busuk yang sudah seminggu tidak dicuci milik bibi Jini, yang sengaja Wanita paruh baya itu tempelkan kehidung bugir Sinta.Terapi ide bibi Jini ini pernah juga dilakukan oleh teman asrama Arjuna dulu pada sohib mereka yang pingsan saat senam pagi, dan itu ternyata cukup manjur walau yang dipakai tidak sebusuk ini.
Arjuna berharap Sinta tidak akan tahan dengan bau busuk itu, lalu membuka mata.Sayang sekali Sinta tidak bereaksi karnanya,padahal seisi rumah yang sedang menghadapi Sinta hampir saja muntah mencret saking baunya benda keramat itu.Arjuna saja sampai memejamkan mata saking tak tega hidung serta wajah cantik dan wangi perempuan yang dianggapnya kekasih dalam hati itu ditempeli kaos kaki Jini.
Huek...Huek...
Semua menutup hidung dan menahan mual dengan wajah keringatan, mata berair saking menyengat nya bau busuk tukaos .
" Huek...Huek...Singkirkan benda itu Jin! Putri kami bukannya sadar malah makin tersiksa dengan ide gilamu itu." Ujar Mommy Cinta mual bercampur marah karna ide Jini sama sekali tak berfungsi menyadarkan putrinya.
Untunglah,Roni suami bibi Jini bergegas mengantar aset terburuk istrinya itu ketempat pencucian dikamar mereka hingga semua dapat kembali berfokus pada Sinta setelah beberapa detik menahan nafas akibat pencemaran udara.
" Apakah ada riwayat keluarga asli Sinta meninggal mendadak.?"Tiba- tiba fikiran buruk berkecuk dibenak Arjuna melihat Sinta belum juga sadar setelah mommy Cintra mengompres pelipis Sinta."Normalnya orang pingsan biasa hanya beberapa detik atau menit saja."Ucap Arjuna resah seraya menilik jam tangannya yang sudah menunjukkan 10 menit lewat adik angkatnya belum juga membuka mata.
Mommy Cinta menatap putranya dengan sendu.Seorang ibu adalah mahluk paling panik ketika seorang anak dalam masalah, kini wanita itu mulai menangis.
"Kalau hanya pingsan dan tidak ada keluhan sebelumnya,sadarnya akan cepat.Mungkin karna kecapean, kurang istirahat, dehitdrasi, gejala Mah, atau hamil muda.Hamil muda???
Oh, Tidak!!!Tiba- tiba dada Arjun terasa perih memikirkan kalau adiknya sekarang sedang hamil muda, padahal itu sangat wajar karna Sinta seorang wanita yang berstatus istri saat ini.
"Atau ada riwayat keluarga aslinya meninggal mendadak?Nah...Fikiran Juna yang ini lebih memilukan.Rasa takut kehilangan nyawa Sinta lebih besar dari rasa sakit karna fakta jika wanita itu saat ini tengah mengandung anak pria yang sudah menikahi gadis itu.
"Apa ada riwayat keluarga meninggal dadakan?Jangan-jangan__"Tanya Jini tertahan,tapi telah berhasil membuat Arjuna meringis pedih menyadari fikirannya sama dengan bibi Jini.
Sadisnya mommy Cinta, saat ini perempuan itu tengah memelototi Jini dan sepertinya siap menelan wanita itu bulat- bulat.Hati Cinta berdenyut sakit mendengar ucap sembarangan Jini dan membayangkan kemungkinan sambungan kata mantan bodyguard itu, saat putrinya belum juga berhasil ia bangunkan.
__ADS_1
"Jangan banyak bacot kau Jin! Telfon dokter sekarang Juga atau kita larikan Sinta ke UGD!"Titah Marah Cinta, tidak terima ada pihak lain yang mengungkit latar belakang putrinya, walau Jini sebenarnya hanya keceplosan saja karna turut cemas melihat kondisi Sinta yang mendadak tak sadarkan diri dan terlihat pucat sekali,tapi rasa cinta Cintami pada putrinya membuatnya tidak bisa menerima ada orang yang berfikiran buruk tentang Sintanya.Sesungguhnya yang ingin Cinta dengar saat ini adalah yang baik- baik saja dan harapan besar putrinya segera sembuh.
" Sepertinya kita panggil dokter saja!Biar aku yang menelfon dokter Budhi ahli jantung itu."Timpal Rajj berupaya menengahi tapi tak urung mendapat pelototan yang sama dari istrinya.
" Ya Mom...Biarkan Daddy panggil langsung ahlinya, takutnya ada gejala gangguan pada Sinta sebelum ini, karna pada dasarnya orang pingsan terjadi saat otaknya kekurangan oksigen apapun penyebabnya.Selain keluhan jantung berdebar, kondisi ini bisa menjadi pertanda bahaya." Jelas Arjun agar mommynya tidak memarahi semua orang.
Cinta akhirnya mengangguk pasrah,sembari terus berusaha membangunkan putri yang sekarang dibaringkan ditempat tidur berbantalkan pangkuannya.
" Bangun nak...Bangun! Kenapa kau selemah ini?Padahal selama ini walau mengalami gangguan tidur, untuk pingsan mendadak begini mommy rasa ini untuk yang pertama."
" Sayang...Bangunlah...Mommy tak mau kehilanganmu.Mommy tak siap dengan kemungkinan yang mereka sebutkan sayang.Kau adalah jantung hati mommy, bagaimana mommy hidup tanpamu nak.." Ungkap Cinta memelas.
Arjuna memepeti dua wanita yang sangat ia cintai itu, lalu mengusap rambut keduanya bergantian." Mom.. Baringkan saja Sinta kita dibantal, nanti kaki mommy kebas dan sakit. Arjun tak mau kalian perempuan- perempuan istimewa Arjuna sama- sama terbaring sakit apalagi sampai meninggalkan Juna.Tidak mom...Juna juga takan dapat bernafas tanpa kalian berdua." Ungkap Arjun dengan raut lebih sendu lagi.
" Atau biar aku yang pangku."Imbuh Arjun lagi melihat mommy Cinta masih tak bergeming dengan mata yang terus berlinangan.
" Semoga kehadiran wanita itu bisa jadi obat mujarab untuk putri kami." Saat ini hanya kebaikan Sinta saja yang Cinta fikirkan.
"Tolong hubungi juga suami Sinta pakai Iphone mommy yang ada dinakas kamar,kau pasti ingat ulang tahun Sinta bukan? itu adalah sandi pembuka layar!."Imbuh Cinta sembari memercikkan air mineral kewajah putrinya masih berharap Sinta bangun sebelum dokter tiba.
" Baik mom..."Sahut Arjun kemudian beringsut dari tempat tidur, Setelah sempat terdiam sejenak mendengar mommynyamenyebutkan suami Sinta yang entah mengapa tidakdatang bersama dengan adiknya itu hingga memicu kejadian tadi.
Tapi kali ini ia berusaha keras menepis fikirannya itu."Yang kuinginkan satu dulu sekarang.Ya Allah..tolong Segera sadarkan dia, karna aku takkan sanggup kehilangan dia, walaupun dia bukan milikku, tapi keberadaannya didunia ini seperti udara yang kuhirup."Ucap Arjun dalam hati sembari melangkah menuju kamar mommy dan Daddynya.
Jujur meninggalkan Sinta beberapa menit hanya untuk mengambil perangkat mommynya, sangat berat buat Arjun,apalagi adiknya itu mengalami ini setelah apa yang ia dan Sinta lakukan tadi."Apa bibirku yang beracun?Kalau sampai ia tidak sadar juga setelah penanganan dokter, aku tidak akan bisa memaafkankebiadapanku!" Ujar Arjun memukul dada sendiri.
" Sabarlah nak.. sebentar lagi Dokter Budi R segera tiba."Ucap Rajj menampik tangan Arjun agar tidak lagi menyakiti diri sendiri.
__ADS_1
Rajj bisa menebak pasti ada kejadian antara Sinta dan Arjuna sebelum putrinya pingsan, tapi dia tidak ingin membahas itu sekarang, lagipula ia sudah berjanji dihatinya untuk berlaku adil pada kedua belahan jiwa mereka untuk kedepannya.
Ternyata Daddy Rajj tidak main- main, hanya dalam waktu 10 menit ahli jantung kenamaan itu benar- benar telah tiba dikamar Adiknya, tepat setelah Arjun kembali keSisi Sinta setelah menelfon.
" Orang pingsan biasa hanya beberapa menit saja, ini sudah dilakukan pertolongan pertama tidak berhasil juga." Ucap Dokter Budi sebelum mengecek nadi Sinta.
" Semoga ini bukan akibat Aritmia." Imbuh Sang dokter lagi,kemudian mulai mengarahkan tim medisnya untuk melakukan beberapa tindakan.
" Apa itu Aritmia Dokter?" Cinta tak kuasa menahan diri untuk bertanya, karna kekhawatirannya pada sang putri.
Dokter Tidak menjawab, ia mulai fokus memeriksa Pasien, sedang mommy
Cintami menatap putrinya memelas yang sekarang tengah disuntik dengan jarum infus.
*****
Aritmia merupakan penyakit sistem listrik jantung.Adanya gangguan pada pembentukan atau penjalaran impuls listrik menyebabkan irama jantung tidak berdenyut secara ritmik, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Normalnya, jantung berdenyut sebanyak 50-90 kali per menit.Denyut jantung disebut berdetak terlalu cepat saat mencapai 200 kali per menit.Sementara denyut jantung dikatakan melambat ketika terhitung 40 kali per menit.Orang aritmia biasanya terlebih dulu mengalami pusing atau kleyengan akibat pompa jantung tidak optimal.Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter terutama spesialis aritmia, khususnya jika yang mengalami sudah berusia di atas 30 tahun untuk segera mendapat penanganan. Jika Aritmia yang tak tertangani dengan baik, bisa menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian mendadak penderita.Arjuna tahu semua itu karna temannya DiEropa
dulu pernah mengalami hal begitu, dan Arjuna sudah mempelajari kasus yang menyebabkan ia kehilangan teman terbaiknya dulu.Ia tak ingin hal yang sama terjadi pada belahan jiwanya Sinta.
Semua menahan nafas menunggu dokter selesai melakukan tindakan.Wajah cemas jelas terlihat dari raut orang - orang itu sebagai bukti betapa semua sangat menyayangi Sinta.
" Semoga tidak seserius fikiranku." Batin Arjun.
Berlanjut...
Datanglah kawan...jangan lupa berikan apresiasi nya ya, dengan cara komen, like, give fote dan Faforitkan karya ini..
__ADS_1