
Rasanya bibir Aris berkedut ingin bicara, tapi ia sadar ini bukan bagiannya,susah sekali ia menutup ni mulut, bahkan sampai menggigit ujung selimut."Biarlah kedua orang tua Arjuna yang menjelaskan masalah keluarga mereka." Simpul Aris setelah berfikir panjang dan menarik nafas berat.Ternyata menjaga titipan orang itu sangat berat, baik itu berupa raga, jiwa apalagi aib seseorang.
Aris tersenyum kecut menghadap Adelia istrinya yang menggeleng sedari tadi entah apa maksudnya.Diremasnya lembut jemari sang istri untuk menenangkan Adel.Setelah Adel tidak gelisah lagi ia beralih menghadap
Arjun yang masih menerawang menatap langit- langit dengan sudut mata masih berembun.
" Kalau kau bertanya rahasia keluargamu jika ada, kami takkan bisa menjawab nak.Karna itu bukan hak kami.Tanyakan pada orang tuamu atau kalau mereka tak punya jawabannya, carilah sendiri olehmu karna kau seorang yang pandai dan punya banyak koneksi yang bisa membantumu menyelidiki kalau ada sesuatu." Nasehat Aris, kali ini istrinya tidak memberi kode apapun, tandanya ucapannya tidak melanggar.
" Ya om A,Terima kasih..aku yang salahselama ini,tidak berfikir sampai sepanjang itu.Kalau aku mengambil langkah serius dari dulu, entah tidak begini hancurnya aku. "Sahut Arjun yang masih menyimpan harapan tentang adanya kenyataan lainperihal pertalian sesungguhnya dengan Sinta walau tahu wanita itu telah milik orang.Itulah rasa, kadang bertolak belakang dengan logika.
Aris mengusap pundak ponakan yang berasa putra itu."Tidurlah..Sudah lama om lihatkau tidak tidur nyenyak,biarkan waktu menyembuhkan lukamu."
" Ya...Malam ini kami menjagamu dengantidur sehamparan begini, tante juga berharap kau mendapat mimpi yang indah sejakmalam ini,dan semoga mimpimu gambaran kebahagiaan masa depanmu." Imbuh Adelia.
"Kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak...dibidang usaha kau telah meraih mimpi terbaik, tinggal urusan hati lagi, semoga segera dipertemukan dengan jodoh yang tepat untuk melengkapi hidupmu memenuhi Sunnah Rasul." Tambah Om Aris.
Arjun hanya mengangguk sembari mencoba memejam." Rasa ini takkan pernah padam,dan aku takkan menikah sebelum memastikan siapa Sinta? Jika benar dia adik kandungku, aku pastikan juga ia benar- banar bahagia terlebih dahulu." Tekad dalam lubuk hati seorang Arjuna.
*******
Sedangkan ditempat yang berbeda,diantara jejeran bangunan pencakar langit,dalam satu unit apartemen termewah dikota yang merupakan milik keluarga Smitt, Sinta barusaja selesai menunaikan empat rakaatnya.Setelah mengemasi pakaian ibadahnya,ia memutar Jam tangan berlian yang ada dipergelangannya untuk melihat jelas angka yang ditunjukkan jamnya.
Sudah pukul sepuluh malam,tapi belum ada tanda- tanda suaminya akan kembali, bahkan sebuah pesan untuk mengatakan pria itu terlambat atau apa tidak ada.
"Cik,apa peduliku, biarkan ia pergi kemana ia mau, toh aku juga tidak mengharapkannya." Gumam Sinta seraya mengambil bantal dan membawanya ke sofa, iapun bermaksud hendak tidur disana setelah memastikan kamarnya terkunci dengan benar.
__ADS_1
Setelah golek kiri golek kanan disofa, iapun memutuskan untuk mengaji, mengulang hafalan lirih, memastikan ayat-ayat itu apa masih tersimpan dimemorynya.
Barusaja Sinta memejam, terdengar suara derit pintu membuka." Cik, datang juga ia kiranya." Decak Sinta merasa terganggu, Spontan kedua bola mata indah Sinta melebar kembali.
" Bagus! Ternyata kau tau ghorib Istriku tersayang." Ujar Suara bariton Dirga.
Kedua alis Sinta menaut." Kau bawa wanita lain kedalam kamarku!" Pekik marah Sinta seraya merobah posisi menjadi berdiri menghadang dan menatap tajam pada Dirga yang berjalan santai menggandeng sorang wanita muda.
" Kalau iya kenapa? Apa kau keberatan? Bukankah kau malas melayaniku? Setidaknya kau boleh menonton kami dulu,siapa tahu nanti mau." Ucap enteng Dirga.
Sinta sekilas melihat gadis yang tadinya memandangnya, kini bersembunyi dibalik dada bidang Dirga, entah apa sebabnya wanita itu tak berani menantang Sinta seperti wanita penggoda yang biasa ia baca dicerita- cerita.
" Berapa pria ini membayarmu? Apa masalah berat keluargamu sampai mau dibawa ketempatku oleh pria ini?" Ujar tanya Sinta setelah dekat.
Gadis itu tak menjawab, malah makin menenggelamkan wajahnya didada Dirga. Sementara Dirga tersenyum mengejek kearah istrinya.
ia sudah kuancam.Ha...ha...ha..."Tawa Jahat Dirgantara.
" Jadi sekarang kau mau balik kemasa lalumu? Oke, i don't Care! ( Tak Urus), tapi keluar dari apartemenku!" Bentak Sinta menarik kasar tangan suaminya.
Cuih...Dirga meludahi kasar wajahcantik istrinya.Sinta tertegun mendapat serangan tak terduga ini, namun ia hanya tersenyum smirk.
Wanita dalam dekapan Dirga bergetar, nampaknya gadis itu masih polos, tapi entah masalah apa yang membuatnya mau dibawa lelaki ini.
Sinta terus menyeret Dirga yang masih digelayuti gadis dengan tubuh gemetaran itu, entah dapat kekuatan dari mana hingga Sinta bisa melakukan ini dengan mudah.Ingin Dirga melawan tapi tiba- tiba badannya jadi ikut gemetaran."Apa karna aku sudah meludahinya."Batin Dirga menatap sekilas wajah cantik istrinya yang terkena semburannya sembari berusaha lepas dari cekalan Sinta, tapi sekali lagi wanita ini sangat kuat. Dirga akhirnya dilempar kasar didepan pintu keluar.
__ADS_1
" Mau lakukan apapun silahkan!Tapi jangan ditempatku! Ujar Sinta dengan mata melotot tajam pada pria dan wanita yang sekarang tersungkur.
" Pu****! Kau kira kau terlalu tangguh untukmelawan Gumilang Dirgantara he! "Balas marah Dirga setelah berhasil berdiri kembali menghadang istrinya yang masih berkacak pinggang menantangnya.Sampai saat ini Sinta belum juga menghapus bekas semburan Dirga tadi dipipi sempurna wanita yang sudah ia nikahi ini.
Dirga hendak melayangkan tamparankearah wajah Sinta,namun ternyata sekarang ialah yang terjebak,karna Sinta yang waspada langsung menangkup pergelangan Dirga dan memilin tangan pria itu sampai lelaki perkasa itu meringis dengan sudut mata mengembun.
" Busyet...Ia benar- benar kuat! Kodam darimana yang sudah merasuki wanita ini." Umpat Dirga kali ini hanya sanggup ia serukan dalam hati saja.
" Aku tidak pernah mengaku tangguh,tapi setidaknya kau harus tahu siapa aku, aku pemilik C3, aku punya segalanya melebihi milikmu, apa kau kira Daddy dan orang- orangku akan diam saja kalau mereka
sampai tahu kau membawa wanita lain keapartemen milik putri kesayangannya!Berfikir yang cerdas sebelum bertindak Tuan!" Ujar Sinta menghempaskan kasar tangan Dirga yang sudah dipelintir olehnya.
Ringis Dirga sengaja ia tahan, malu kalah total dengan wanita, iapun terdiam menahan sakit.
"Bagaimana?Apa kau sudah berubah fikiran sekarang? Siap untuk mengembalikanku
pada mommy dan Daddyku???"Tawar Sinta melihat suaminya terdiam.
" Tidak,Jangan harap!!! Selamanya kau akan kusiksa dalam ikatan ini!" Tantang Dirga.
" Lakukan semampumu! Jika kau memutuskan menyerah! Aku akan dengan senang hati kembali! " Balas tak mau kalah Sinta.
Dirga mendengus dan berbalik badan, memeriksa wanita muda yang tadi ia abaikan.
" Kemana Mini?" Jantung Dirga mulai berdetak tak beraturan karna cemas.
__ADS_1
" Dia sudah kabur! Mana betah dia menunggu pria gagah tapi Cemen sepertimu!"Balas monohok Sinta membuat Dirga hanya sanggup menggeram kesal sebelum pergi mencari Mini.
Sinta masuk kedalam kembali,setelah memberi perintah pada seseorang disebrang telfon, iapun melempar tubuhnya kekasur dan menumpahkan tangisnya disana.