
"Apa maksudnya sayang?Apa setelah dikhianati kau masih ingin berduaan dengan Dirga?" tanya Cinta tak percaya dengan permintaan aneh putrinya.
"Ya mom...Aku hanya ingin menikmati saat- saat terakhir sebelum berpisah,kami berawal dari sahabat,maka berakhirnya juga kalau bisa kembali seperti semula.Beri kami waktu tiga hari tiga malam untuk menciptakan kebersamaan yang baik yang mungkin dapat menghapus rasa dendam taktersadari yang selama ini menjadi dasar keretakan rumah tangga kami."Ujar Sinta disidang kuluarga seraya menatap semua dan berakhir pada suami disampingnya.
Dirga makin tertunduk,ia tiada menyangka sama sekali,istrinya masih mau memberikan waktunya yang berharga untuk bersama dengan Dirga.Dikira Sinta akan menunjukkan kebencian yang mendalam setelah penghianatan yang sudah nyata diketahui istrinya itu,apalagi setelah tahu kalau dirinya anak pembunuh dari ayah wanita itu,tapi ternyata Sinta malah terlihat makin tenang dan ucapannya terdengar serius.Tentu Dirga sangat senang dengan keinginan istrinya itu,atau bahkan lebih tepatnya Dirgalah yang sangat ingin semua ini,kalau bisa ia ingin bersama dengan istrinya selamanya,melupakan kecekcokan masalalu dan memulai semuanya dari awal lagi,tapi ia sadar itu keinginan yang tidak masuk akal,dimaafin saja sudah syukur.
" Andai tiada penghianatan,aku akan belajar mulai dari awal lagi,karna dalam sebuah perceraian,wanitalah yang banyak menanggung sakit dan malu.Tapi sepertinya wanita itu jiwanya lemah,dia Lebih membutuhkanmu ketimbang aku.Aku Isya Allah kuat menyandang status baru,sedang ia tidak sanggup meneruskan hidup tanpa dirimu." Ucap Sinta seperti tahu apa yang sedang direnungkan suaminya.
Semua yang ada diruangan itu manggut- manggut.
"Sebagai pendosa besar,aku sendiri akan mengakui kesalahanku dan menyerahkan diri kepihak yang berwajib,terima kasihpada keluarga Smitt yang sudah mau memaafkanku,tapi rasanya maaf dari semua belum akan bisa menghapus dosaku pada Almarhum."Sela Tommy menyampaikan keputusan hatinya.
"Terserah padamulah sobat! Untuk putriku kau tentu sudah tahu,kalau pintu maafnya sudah ia buka lebar."Balas Rajj.
" Ya kawan,tapi dosaku tidak akan terampuni sebelum aku menjalani hukumannya,aku memilih penjara dunia,semoga diakhirat kelak hukumanku bisa berkurang." Ucap Tommy serius.
Rajj menghampiri Tommy seraya mengusap punggungnya."Syukurlah kalau kamu sadar dan memutuskan begitu teman,aku turut mendoakan semoga Allah benar- benar mengampunimu,hingga penjara yang kau pilih dapat menjadi tempat bagi dirimu merintis jalan menuju Syurga."Ujar Rajj diaminkan oleh semua orang selain Rara mamanya Sinta.Perempuan paruh baya ini memilih terisak dalam pelukan suaminya Dr Fanfano Rahman Zakir.
Sinta menatap sendu sang mama yang nampak masih belum bisa melupakan kesedihan masa lalunya.
" Memang sakit ditinggalkan cinta pertama,apalagi cinta pertama kita nyawanya direnggut paksa Orang pula.Mamaku sampai Depresi karna itu.Kumohon sembuhkan perlahan luka hati mamaku Robb, sebagaimana Engkau menyembuhkan fikirannya." Doa Sinta dalam hati.
"Tenanglah ma,aku takkan mungkin kembali lagi pada suamiku, demi mama dan kita semua,juga untuk wanita itu.Aku janji hanya minta waktu tigahari saja,sebelummenggugat cerai dipengadilan Agama."Tegas Sinta tak mau mamanya kefikiran kedepannya dia masih akan besanan dengan Tommy.
__ADS_1
Rara tersintak dengan ucapan putrinya,iapun bergegas mengusap Airmatanya sendiri dan melangkah menghampiri putrinya."Tidak nak...Mama menangis bukan karna itu,mama hanya sedih saja,mama serahkan semua keputusan padamu.Putuskan masa depanmu demi hatimu,jangan melakukannya demi kami,karna jika kau bahagia,mama sanggup menghapus semua jejak masa lalu dihati mama,karna duka yang tertinggal itu hanya karna dirimu yang belum bahagia,sedang mama sendiri sudah mendapat hikmah yang banyak dari kejadian pedih itu,adanya papa Fano dan adikmu Fino menjadi obat mujarab bagi mama, semoga putri mama ini juga menemukan kebahagiaannya,hingga tiada lagi tersisa luka didalam sini."Balas Jujur mama Ranata.
Semua terdiam dalam haru,bahkan Ketty juga tersentuh dengan kebaikan semua anggota keluarga menantunya.Ia yang semula sempat terperanjat dengankeputusan Tommy yang memilih penjara,akhirnya dapat menerima."Ya Rajj, Cinta,tuan Fano dan nyonya Rara,aku juga minta maaf karna pernah sempat memusuhi putri kalian,padahal Sinta tiada pernah salah padaku,aku mohon kemaafan juga dari kalian semua termasukSinta,sebagai penembus dosaku.Aku ikhlas menjadi nyonya narapidana sampai akhir usia."Timpal Ketty dengan wajah menunduk.Kali pertama bagi wanita ini mau mengakui salah sepanjang usianya,walau dia tidak menjelaskan bentuk dosa yang sudah ia lakukan pada Sinta,memohon maaf didepan sidang begini sungguh tindakan luar biasa,itu bisa dia lakukan karna melihat betapa ringannya seorang menantu memandang dosa besar suami dan putranya,dan begitu ikhlas perempuan muda dan cantik itu mengampuni penyebab dirinya terpisah dari orang tua kandungnya puluhan tahun.Ketty malu hati sendiri pernah punya dendam tak jelas pada menantu cantiknya,berburuk sangka tak menentu sampai ingin menghilangkan nyawa Sinta,perempuan yang akhirnya menjadi perisainya beberapa Minggu terakhir ini.
Akhirnya sidang keluarga itu selesai juga.Tommy kembali diantar kerumah sakit oleh orang- orang Rajj Copry, karna ia akan melakukan operasi tulang kaki esok hari.Sedang Sinta membawa suaminya Dirga menuju kantornya."Orang kantor C3 belum pernah melihat CEO C3 dan CEO dirgantara jalan berdua,padahal semua tahu kita suami istri."Ucap Sinta.
"Tapi bukankah kita akan berakhir Ta,gimana kalau ini hanya akan membuat syok publik saja nanti." Dirga mencoba mengingatkan istrinya.
"Walau bercerai nantinya,kerjasama bisnis yang sudah terjalin lama tetap akan berlanjut Dir.Bagaimana papa bisa diobati dengan benar dan dengan apa mama bisa belanja bebas lagi kalau kejasama kita diputus?" Balas Sinta mengingatkan balik calon mantan suaminya.
Dirga menepuk keningnya sendiri." Aku lupadiri sekali Ta,nyatanya aku akan benar- benar hancur andai kamu menarik sahammu dari Dirgantara Group,ternyata aku
tiada berdaya tanpa dirimu dan keluargamu.Maafkan aku untuk semua kesalahan yang kulakukan karna kebodohanku." Ucap Dirga tertunduk malu.
Dirga tersenyum sembari menggenggam erat jemari indah itu,kemudian melangkah dengan menggandeng istri menuju pelataran parkir.
"Aku akan memanfaatkanwaktu tiga hari tiga malam ini, menjadi momen terindah yang takkan terlupakan seumur hidupku.Terima kasih untuk kesempatan berharga yang kau berikan pada pria hina ini ta...Gumam Dirga.
Sinta balas mengangguk dan tersenyum tulus.
********************************
Sementara Dikantor C3,dikursi samping resepsionis,seorang pria tampan tengah menunggu tak sabaran kedatangan Calon janda muda impiannya."Kan saya sudah bilang tuan,bos kami tak hadir hari ini,tuan hanya akan buang waktu percuma."Ujar Resepsionis pada pria yang sudah tiga jam menongkronginya.Kalau ia wanita tentu senang ditemani kerja pria yang tak kalah gagah,sayangnya ia pria normal biasa yang merasa risih duduk dekat- dekat dengan sesama jenis berlama- lama.
__ADS_1
" Cik,kau berisik saja,biarkan aku menunggu sebentar lagi,lagian aku merasa__" Ucapan Rama terpotong ketika telinganya mendengar detak irama pasangan sepatu menyentuh ubin.Pandangan Rama diedarkan pada sumber suara, kedua matanya membelik sempurna melihat pasangan yang datang bergandeng mesra.
"Bos Cinta dan tuan Dirga!!!" Pekik kagum dan Tak percaya Arun sang resepsionis,tidak pernah mengira bakalan melihat pemandangan seindah dan selangka ini dipagi menjelang siang begini.Sedang Rama disampingnya memperlihatkan ekspresi yang sulit digambarkan.Bagai api yang tersiram air es,begitulah kira- kira perumpamaan hati pria muda itu saat ini.
"Bagaimana bisa mereka tetap baikan,setelah apa yang dilakukan pria itu.Aku tidak akan tinggal diam,andai ternyata pria itu menutupi kedoknya dengan prilaku manis palsunya itu." Batin Rama dengan bibir menyeringai kesal.Ia sungguh tak tahu kalau Sinta sebenarnya jauh lebih banyak tahu tentang suaminya sendiri daripada siapapun juga.
"Aku sudah lama menunggu dan ingin bicara hal penting!" Ujar Rama setelah bertarung dengan kecamuk dadanya sendiri.
" Baiklah! Aku izin suami dulu ya,soalnya tiga hari ini waktuku hanya untuk suamiku,aku kesini untuk membicarakan pekerjaan selama tiga hari kedepan yang akan kutinggal pada asisten pribadiku.Kalau suamiku beri izin bicara,baru aku boleh bicara secara pribadi denganmu Ram.Soalnya untuk urusan kerja bisa kau bicara dengan Bino asistenku atau Neni sekretaris ku."Ujar Sinta membuat Rama mengeram berang dalam hati.
" Alaaaah....Kau tidak tahu siapa suami yang kau agungkan ini."Akhirnya Rama tidak tahan juga memendam kekesalannya.
Tentu saja Dirga marah melihat pria asing berani memprovokasi hubungannya dengan istri yang tinggal tigahari.Tapi apadayanya menyangkal,karna ia memang bajingan yang pantas untuk dipermasalahkan.Tentu pria asing ini telah tahu suatu rahasia kebejatan yang ia simpan dari publik,makanya pria ini berani mengatai begitu."Bicaralah sayang...Aku tunggu didalam ruanganmu." Dirga angkat bicara sembari melepas pegangannya pada Sinta,dengan ekspresi yang sengaja ia usahakan setenang mungkin.
" Baiklah ram...Karna suamiku memberi izin,maka kita akan bicara empat mata selama sepuluh menit.Ayo kepantri sambil buat kopi."Ajak Sinta setelah Dirga berlalu.
" Ke pantry?Tak bisa tempat lain?"Tawar Rama yang ingin sedikit tempat romantis bicara berdua dengan wanita impiannya.
"Tidak! Sekalian buatiin cappucino cincau dingin untuk kalian berdua,tamu istimewa kantorku hari ini." Ujar Sinta membuat kedua alis Rama berhasil menaut sempurna.
Sungguh Rama tak terima diperlakukan sama dengan penghianat seperti Dirga.Walau sebal dan tak terima,diikutinya jua Sinta,ingin segera membeberkan rahasia Dirgantara.
"Mengapa pula minuman dingin kesukaanku dengan penghianat cinta itu bisa kebetulan sama ya." Sungut Rama dalam hati.
__ADS_1