
Arjuna mengusap bening yang tiba- tiba jatuh tanpa disadari disepanjang perjalanan keluar dari ruang rahasia itu.Hatinya sangat sedih memikirkan andai dugaannya meleset, dan Dirgalah yang benar, berarti sebagai lelaki ia mesti mundur teratur, walau ia yakin ini ada hubungannya dengan Dirga, apalagi dari alat pemantaunya ia melihat Dirga terlibat pertengkaran hebat lagi dengan rekan ranjang pria itu dua jam sebelum pesta berlangsung.
"Kalau wanita itu dengan siapapun sekutunya yang melakukan ini pada adikku,maka Dirga tidak ada kesempatan kedua lagi.Tapi andai tak ada sangkut paut penculik Sinta dengan keluarga Dirgantara atau wanita itu,maka akulah yang akan kehilangan kesempatan keduaku untuk selamanya."Gumam Arjun menghapus kasar airmata dengan lengannya yang kokoh.
Bahkan sampai didepan biSumi airmata itu belum mau juga berhenti,walau sudah berkali disapus oleh yang punya, sepertinya aliran berikutnya susah diputus.
" Ada apa nak?tanya biSumi menatap Arjun dengan mendongak.Sekali lagi ia memergoki pria dewasa dan perkasa seperti Arjuna membuang airmata.Ia tahu ini pasti ada hubungannya dengan nona muda atau nyonya besarnya, karna hanya dua perempuan itu yang bisa membuat Arjun jadi pria cengeng.
"Sinta diculik Bi,sekarang aku mengurung suaminya."Ucap Juna
"Non Sinta diculik kenapa Den Dirga dikurung Nak?"Bisurti bingung dengan keputusan Arjuna.
" Pokoknya aku punya alasan yang kuat melakukan ini.Ini kulakukan supaya Sinta kembali."Ujar Arjuna.
Meski tak mengerti maksud Juna, biSumi mengangguk saja, lagian ia hanyalah mantan seorang pengasuh dan Kepala asisten Rumah tangga,tidak merasa berhak memaksa bila anak muda putra majikannya itu tidak mau menjelaskan sendiri.
"Apa yang meski bibi lakukan?"Tanya Bi Sumi kemudian seraya mengulurkan sebuah sapu tangan berwarna merah pada Arjuna.
Arjuna menerima pemberian biSumi dan mulai menggunakannya tanpa ragu."Bibi antar saja makanan keruang rahasiaku satu kali sejam sejak esok pagi karna disana aku mengurung Dirga.Sekarang sudah waktunya tidur, sebaiknya bibi istirahat karna besok harus cepat ngecek menantu keluarga Smitt itu." Pinta Arjuna pelan agar tidak ada yang mendengar ucapan mereka.
" Bibi takut Nak,gimana kalau dia melawan."Ujar BI Sumi membayangkan tawanan difilm- film.
Arjuna tersenyum pahit,tentu saja ia tidak melepaskan Dirga begitu saja, ada dua bodyguard yang ditugasi menjagai didepan pintu,walau tidak mengikat Dirga.
"Dia tidak akan melawan BI,ia seratus persen waras, aku hanya mengurungnya untuk memancing kekasihnya atau siapapun orangnya yang menculik Cinta agar menghubungiku."Akhirnya Arjuna menjelaskan juga masalahnya pada pengasuhnya itu.
biSumi mengangguk,iapun tidak banyak tanya lagi,walau heran mengapa pula Dirga punya kekasih diusia pernikahannya yang masih lagi hangat- hangatnya.Juga mengemban misi pertamanya melayani orang dalam tawanan tak dikeluhkan oleh biSumi,setelah dapat penjelasan ia tak khuatir dan takut lagi.
"Lagian kalau aku dilenyapkan sama Dirgantara, palingan yang sedih cuma nak Juna seorang."Fikir bi Sumi kalau nyawanya tidak begitu berarti dibandingkan Sinta nona mudanya.
"Aku pamit mengurus semuanya bi, doakan agar Sinta kita selamat,Jangan sampai ada seorangpun yang berani melukainya lahir batin." Ujar Arjun pamit sembari menghambur kepelukan ibu asuhnya itu.
__ADS_1
biSumi mengusap- Ucap pundak Arjun yang sengaja menunduk untuk mensejajarkan diri dengan perempuan berusia senja itu."Meminta didoakan oleh orang kecil sepertiku,inilah sikap yang mengagumkan yang membuat Arjuna berbeda dari anak orang berada lainnya."Batin Bi Sumi.
"Semoga Sinta kami selamat dan tidak akan mengalami cacat cela apapun andai ia ditangan musuh sekalipun saat ini.Dan ya Allah SWT, hapuslah duka putraku ini, semoga
Segala Hajadnya kedepannya akan Engkau kabulkan Ya Robb."Doa bibi Sumi tulus dalam hati.
Arjuna mengurai pelukan dan memandang biSumi."Aku selalu berharap yang diluar jangkauan BI, apakah pantas aku mendapatkannya."Curhat Arjun sembari mengusap pipi keriput BI Sumi yang ternyata juga sudah basah dengan airmata.
" Dimanapun sesuatu itu berada,ia hanya akan bertemu dan kembali pada pemiliknya nak.Semoga kau adalah tuan untuk sesuatu yang kau hajadkan."Ujar BI Sumi.
"Terima kasih BI, sudah mau mendengarkan curahan hatiku dari kecil."Ucap Arjun disambut bunyi dering telfonnya.
Arjuna segera meraih benda itu dari sakunya." Daddy BI, sepertinya aku pergi dulu ya." pamit Arjuna sebelum menyambungkan telfon.
biSumi yang mengerti langsung mengangguk dan ialah yang memilih melangkah pergi, memberi ruang dan tempat frivasi bagi ayah dan anak itu berbicara lewat udara.
"Apa benar Sinta dibawa kelokasi yang kusebutkan Daddy?" tanya Langsung Arjuna.
" Adikmu dipindahkan dari lokasi pertama, tapi syukurnya mereka belum menemukan alat yang kau pasangkan ditubuh adikmu, jadi Daddy masih bisa memantau mereka saat ini."Jelas Rajj namun masih dengan nada khawatir.
"Syukurlah, Aku akan menghubungi orangku Daddy, agar mereka segera menyiarkan berita menghilangnya CEO dirgantara Group malam ini juga."Ujar Arjuna.
"Jadi kita tidak langsung kelokasi menjemput Sinta?" Tanya Rajj cemas.
Tidak! Aku ingin menemukan musuh yang sebenarnya Daddy." Ucap ringan Arjun membuat Rajj disebrang jadi makin gelisah.
" Nak,adikmu perempuan cantik Lho! Apa kau lupa kau sendiri hampir khilaf lho!" Ujar Rajj mengingatkan putranya agar tidak setenang itu.
"Aku tahu Daddy, tapi Daddy juga jangan lupa, kalau adikku punya keistimewaan.Tidak akan ada yang berani menyentuhnya lahir batin kalau hatinya tak merelakan."Ujar Arjuna.
" Maksudmu?
__ADS_1
" Dalam keadaan sadar adikku pandai jaga diri sendiri Daddy, sedang dalam keadaan tidak sadar Sinta ada yang menjagai."Ujar Arjun.
" Rajj menggaruk kepalanya, ia seorang yang rasional tidak percaya yang begituan, walau ia yakin pada hal yang ghoib, untuk urusan perkara hantu dan qodam tidak ada didaftar keyakinan Rajj, walau pria itu keturunan Hindustan, tapi sepertinya putranya mewarisi budaya keturunan itu.
" Daddy jangan berfikiran buruk tentangku, kita jaga dengan doa, semoga para Malaikat Allah melindungi Sinta kalian." Ujar Arjun.
" Secara lahir, Orangku yang akan memantau langsung adikku Daddy, karna jika orangmu yang bergerak kelokasi, semua sudah mengenali.Sedang orangku bahkan Daddy sendiri tidak tahu.Aku ingin tahu siapa musuh Sinta Sebenarnya Daddy.Kuharap Daddy mendukungku."Ujar pinta Arjuna.
" Baiklah! Tapi kalau terjadi sesuatu pada Sinta, jangan harap Daddy dan mommy akan memaafkanmu.Sekarang saja mommymu masih membisu sejak tahu Sinta diculik." Jelas Rajj.
"Ya Daddy, aku lelaki, aku akan memegang janjiku, jika kelaianku menyebabkan adikku celaka, maka aku rela dicoret dari pewarismu."
"Cik." Decak Rajj dari sebrang, kalau dicoret dari pewaris kau pasti tak masalah bocah, karna hartamu saat ini tak kalah melimpah." Batin Rajj.Tapi Rajj sengaja diam, tak ingin berdebat dengan panjang lebar lagi.
" Percayalah Daddy, akupun sangat menyayangi Sinta.Tapi membiarkan musuh sebenarnya lolos, itu sama saja dengan bom waktu Dad, aku tidak mau cemas lagi setelah ini.Andai musuhnya bukan dari orang terdekat Dirgantara,aku sudah sepakat memberi kesempatan kedua pada Gumilang."Jelas Arjun terasa menggantung untuk Rajj.
"Maksudnya?"
"Maksudku Daddy pasti tahu,karna Daddy sendiri sudah memantau masalah itu."ujar Arjuna membuat Rajj terdiam.
" Kesempatan kedua?Apa bisa Dirga menyelesaikan masalah yang sudah sekusut itu." Fikir Rajj setelah sambungan telfon terputus.
Tidak berapa lama datang pesan dari Arjuna, pesan yang berhasil membuat hati seorang ayah itu sedikit tenang.
"Aku sendiri bersama orangku kesana memantau,tak ada yang bisa mengenal Arjuna dalam penyamaran."
" Ya, Rajj percaya itu, karna selama ini ia sendiri tidak kenal dengan putranya kalau dalam penyamaran.Diapun memberikan kesempatan kedua pada Arjuna untuk membuktikan kata- katanya.
Selama ini Arjuna memiliki kelompok rahasia yang ia tugasi menjaga keamanan orang tersayangnya selama tiga tahun belakangan.Pasukan itu ia bangun sejak masih duduk dibangku Aliyah, namun difungsikan sejak tiga tahun yang lalu, begitu Arjun diasingkan kekampung paman dan bibinya.Sebagai putra satu- satunya keluarga ternama, Arjuna tidak membiarkan orang- orang tersayang nya tanpa pengawasannya,walau mereka terkesan mengabaikan Arjun, tapi Arjun tak pernah. Berhenti mencemaskan orangtua dan kesayangannya, dari orang- orangnya inilah Arjuna dapat laporan 1x 24 Jam tentang keluarganya, makanya ia tenang dan senang bekerja dan berkarya disebrang, selain pasrah pada Allah SWT, ia sudah mempercayakan Mereka pada 10 pasang manusia yang memiliki kemampuan lahir batin yang kuat.
Semoga pria itu tidak menyakiti adikmu nak,ketiga rekannya tidak mengetahui pasti siapa yang memerintah mereka,yang mereka tahu seseorang dari keluarga Dirgantara, seringai dan Auman Barumun berhasil menakuti mereka dan mengaku, tapi pengakuan mereka tak banyak membantu.Semoga rencanamu berhasil.Musuh sebenarnya segera menunjukkan wajah wujudnya.Bunyi pesan panjang Rajj untuk Arjun yang tengah diperjalanan menuju lokasi penyekapan Sinta.
__ADS_1