Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Antara.


__ADS_3

Arjuna mendengar teriakan orang itu namun Arjun sudah kembali pada penampilan sebenarnya, tentu saja orang memandangnya dengan berbeda."Ada banyak pria tampan diatas rata- rata mengunjungi tempat beginimalam ini."Ucap pemilik rumah produksi itu dengan bergumam,tapi masih dapat didengar oleh Arjun.


Arjun tersenyum kemudian melangkah pergi menuju mobilnya.


" Nak..Apa kau lihat pria gagah memakai topeng dengan suara indah keluar dari sini?" Tanya Bapak itu mengejar Arjuna kepintu mobilnya.


"Maaf pak,saya permisi terburu- buru."Pamit Arjuna sopan dengan suara yang berbeda.


Kepala Arjun sedikit menunduk menghargai sibapak karna teringat pria itu mau menjadikannya menantu.Artinya pria paruh baya itu sadar sudah punya anak gadis.


Pria itu mengangguk lalu membiarkan Arjuna pergi."Semoga Om Natan ketempat begituan benar hanya untuk mencari penyanyi.Ha...ha...Kalau menantu idaman mana ada ditempat begituan."Tanpa sadar Arjuna terbahak membayangkan kejadian barusan.Konco lama Daddynya bahkan tidak mengenali wajah asli dan penyamaran Arjuna.


Arjuna tak tahu kalau tujuan Jonatan kesana pada mulanya sama sepertinya, penasaran dengan Dirgantara, suami ponakan cantiknya.


Tapi malahan bertemu sosok yang dikagumi, membuat perhatian pria paruh baya itu tak sadar teralihkan sendiri.


"Sudah banyak perubahan wajah dan tubuhku sejak sepuluh tahun terakhir, tentu saja om Natan tak tahu aku, sedang aku takkan mungkin melupakan wajah orang tua itu." Ujar Arjuna menepi sebentar untuk memandang wajah polosnya dispion.


Arjuna kemudian meraba dadanya.


"Aku barusan tertawa?Wahh..Banyak sekali ekspresimu dalam 15 Jam ini Jun.Sebaiknya kamu temui saja bapak sambung adikmu itu,untuk ngecek apa kejiwaanmu masih normal saat ini."Juna menggoda diri sendiri sembari mengetuk- ngetukkan jemari dikemudi.


"Cinta itu ternyata sangat berat,karna kamu kuat makanya kamu berani jatuh Cinta.Yang ngak berat itu Cuma satu Cinta.Yaitu mommy Cinta, tiap hari sampai sudah tua begini Daddy masih suka memikulnya seperti karung kapas."Ucap Arjuna lagi sembari menggeleng- gelengkan kepalanya sendiri.


Arjun akhirnya mengirim pesan pada orangnya untuk mengawasi Dirga, walau sudah ada alat, Arjun tidak mau tawanannya lepas begitu saja, saat menyadari jerat yang dia pasang.Bagi Arjuna semaju apapun zaman dan tehnologi, tenaga dan fikiran manusia masih yang paling handal karna semua itu karya Yang Maha Pencipta.


Setelah itu Arjun memutuskan kembali kerumah sakit, walau waktu sudah menunjukkan pukul sengah satu malam,ia tetap ingin memeriksa kondisi adiknya, apalagi dihatinya masih ada piutang rindu yang belum terbayar lunas.


Arjuna masuk keruangan Rawat Sinta dengan mengendap- endap tepat pukul dua Dini hari,setelah membobol sandi kunci yang barusan diganti oleh Daddynya.


Arjuna geleng- geleng kepala melihat pemandangan didalam ruangan.Disini sudah terbaring berhamparan Tante,Om ibu Rara dan Om Fano dengan menggunakan kasur lipat yang entah kapan pula diadakan oleh Daddynya atau pihak rumah sakit.


Sedang Daddy dan mommynya tidur berpelukan disisi kiri hospital bed Sinta yang memang berukuran besar.


" Dasar orang tua termesum dan paling sok kuasa sedunia, mau- maunya yang lain tidur dihamparan sementara pasangan ini enakan tidur dikasur." Sungut Arjuna segera menghampiri Sinta yang juga terlelap dengan damai.Tidak ada lagi terpasang Infusataupun selang oksigen.


Dengan hati- hati Arjun duduk dipinggiran tempat tidur yang tertinggal kosong sedikit lagi.Kedua matanya mulai menatap lekat pada wajah cantik yang nampak semakin bersinar dan menggoda saat tidur begini.Arjun mendegup Saliva menahan hasratnya yang kembali muncul.Ia coba beralih pandang tapi sudah tak bisalagi, malahan kedua tangannya terulur untuk merapikan anak rambut Sinta, lalu membelai surai hitam wanita cantik itu.


"Apa mata pria itu katarakan sayang?Sampai tidak melihat betapa cantiknya istrinya?Atau Sinta sendiri yang menolak suaminya hingga pria itu berakhir diranjang wanita penggoda." Batin Arjun.

__ADS_1


Arjun sungguh tidak yakin Gumilang Dirgantara sengaja memilih mengabaikan istrinya yang seanggun bidadari demi mencekoli perempuan bisa saja kalau bukan ada apanya.Apalagi Arjun melihat pria itu menyesal telah tenggelam dalam perselingkuhan tak masuk akal itu.


"Apa kau tidak memberikan haknya sayang? kalau tidak apa alasannya kau lakukan itu?" tanya hati Arjun.


Sinta tersentak dari tidurnya, melihat Arjuna tengah membelainya dengan sorot mata pria itu yang menelisik.Hidung Sinta mendadak masam.


"Kau sama saja dengan Dia,tidak peduli denganku."Ucap Sinta sembari membuang muka dari Arjuna.


"Aneh juga adikku ini,lebih cemburu pada aku atau suami sendiritanya Arjuna mengintimidasi seraya meraih wajah Sinta agar kembali menatapnya.


"Tidak cemburu pada siapapun! Aku hanya merasa semua lelaki sama." Sungut Sinta.


"Oh ya?Lalu kenapa pria itu selingkuh?Apa karna istri cantiknya tidak mencintainya,atau bahkan tega tidak memberikan haknya."Ujar Arjuna membuat kedua pipi Sinta sudah seperti udang tebus menahan marah.


" Emang kau berharap kami sudah melakukannya dan aku pingsan karna hamil?" Sinta balik bertanya dengan tersenyum pahit.


Arjuna gemas melihat ekspresi Sinta sampai tak sadar ingin meraup bibir wanita yang sekarang mengerucut.


Plak..


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Arjuna." Pergi kau darisini, jangan seenaknya melecehkan wanita yang sudah bersuami!" Ucap Sinta dengan dada naik turun menahan marah bercampur sedih.


" Maafkan Abang sayang...Abang tidak sengaja melakukannya, ini terjadi karna dorongan dari dalam."Ucap Arjun setelah berhasil membawa wanitanya kedalam dekapannya.


Sekali lagi Sinta kalah dengan Arjun,ia merasa damai dalam pelukan itu, menumpahkan seluruh airmatanya didada pria ini."Aku benci diriku sendiri yang selalu lemah terhadapmu."Gumam Sinta.


"Aku juga benci pada diriku sendiri yang tidak bisa mencintai perempuan lain selain saudariku sendiri! Bahkan setelah tahu wanita itu dinikahi pria paling tampan se-nusantara." Sahut Arjuna.


" Sekarang Cintaku kian tak terbendung setelah tahu pria tampan itu ternyata bagusnya casingnya saja.Salahkah kalau aku ingin meraihmu kembali Sinta? I love you beauty sister." Ungkap Arjuna yang membuat Sinta tanpa sadar mendorong tubuh Arjun.


"Kalau aku jelek berarti ia tidak mencintaiku!" Ketus Sinta.


Untunglah Arjuna sigap dan gesit sehingga selamat jatuh dengan posisi berdiri.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Cinta yang terbangun karna pergerakan tempat tidur.


"Adikku baru bangun sudah mengajakku main perang Mom."Ujar Arjun berdiri tegak dan tersenyum santai.


" Main perang?" Rajj Juga turut terjaga.

__ADS_1


"Ya...Ia dalam mimpinya mengira aku Tuanmuda Gumilang Dirgantara,hingga tanpa sengaja memerangiku."Gombal Arjuna.


Sinta tahu Arjunanya Siraja Drama secerdik Krisna dalam cerita wayang Mahabarata. Maka ia mengacuhkan pria itu dan segera menggeser duduk memandang putrinya lebih dekat.


"Kenapa menangis lagi sayang?"tanya Cinta mulai mengusap bening yang ada disudut mata sang putri.


Sinta menggeleng karna tak punya jawaban yang pantas.


Sedangkan Rajj turun dari tempat tidur dan segera mencari sesuatu didalam tasnya yang ditaruh dilemari.


Tanpa bicara setelah menemukan salapnya ia melangkah mendekati putranya, lalu memoleskan salap kepipi putranya yang merah.


Sinta mengalihkan pandang agar tidak melihat bekas perbuatannya itu diobati oleh Daddynya.


"Ada apa?Tanya Adelia dan Rara yang ikut terbangun.


" Biasa...permainan anak- anak."Jawab Rajj misterius.


"Permainan anak- anak atau permainan membuat anak?" Batin Fano segera duduk dan berdiri.


"Aku pernah mendapatkan tamparan lebih parah dari ini nak..tapi tidak sedikitpun membuat Cintaku suruk." Ujar Fano turut menyentuh pipi Arjuna.


"Lelaki harus kuat, karna cinta itu berat!" Imbuh Aris yang juga sudah bagun sembari menghampiri Arjuna.


Para ibu melotot."Apa kita harus melawan para pria perkasa itu untuk melindungi putri kita?"Ujar Adelia.


" Ini takkan berhasil." Gumam Rara.


" Entahlah..." Sahut Cinta angkat bahu.


"Apa maksud mereka?Apa mereka sudah mendengar semuanya dari tadi?" Batin Sinta antara senang dan cemas.


Sementara ditempat tidurnya Dirga terbangun karna mimpi buruk.Didalam mimpinya ia melihat Sinta sudah berada diantara orang- orang yang sangat menyayangi istrinya itu.


"Jangan sentuh putri kami! Karna kau tak pantas untuknya!!!" Teriak orang- orang itu mendorong Dirga keluar dari ruangan.Bahkan


seorang pria tampan yang tidak Pernah Dirga kenal membisikkan kata- kata yang dulu pernah diucapkan oleh Sinta.Ucapan pria itu lebih tajam dari apa yang pernah ia dengar dari mulut istri cantiknya.


" Siapa pria berjubah putih itu?" Tanya Dirga diantara tidur dan bangunnya.

__ADS_1


__ADS_2