Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Hanya Tuhan Yang Tahu.


__ADS_3

Cukup lama Sinta menangis sesugukan dengan memeluk tubuh sendiri,tanpa sedikitpun ia mengusap bekas Saliva penghinaan suaminya padanya.Juga airmata itu dibiarkan saja membasahi bantal.


Isak tangis itu berhenti sendirinya ,saat ngantuk berat meyerangnya. Sintamemejamkan matanya setelah memasrahkan hidup dan matinya pada Penguasa jagat raya,walau hatinya sedang tak baik,didalam sana tidak pernah lupa mengingat Sang Pencipta lalu kemudian memanjatkan Doa.


Biasanya Sinta enggan memejam karna lelah dengan mimpi- mimpi mengerikan akhir- akhir ini.Tapi kali ini ia bertekad untuk kuat mengarungi mimpinya.


Seperti biasa mimpi itu selalu datang, namun mimpi kali ini justru berbeda dari biasanya.


Didalam mimpinya ia didatangi oleh seorang pria yang memiliki tubuh gagah dan atletis, dengan kulit Sawo matang. Nafas pria itu sangat hangat, ia mencium kening Sinta lalu membisikkan kata Cinta yang membuat jantung Sinta berdetak tak beraturan, namun tidak menyakitkan, ada nada- nada indah yang mengiringi ungkapan kasih itu, membuat raga Sinta rasanya melayang.


Ciuman itu berpindah kepipi, pria itumenyapu airmata dan bekas semburan Dirga dengan bibir tanpa jijik sedikitpun menjilati semuanya sampai bersih."Aku takkan memaafkan siapapun membuatmu sakit, apalagi terhina begini sayang..." Gumam pria itu.


Sinta bergetar dalam Kungkungan lelaki gagah itu, entah mengapa sentuhan ini sepertinya pernah ia rasakan.Tapi Sinta tak mampu mengingat dimana dan kapan.


Pandangan mereka bertemu dan saling mengunci.Pria itu tersenyum bergetar, lalu membelai surai hitam Sinta, kemudian turun kewajah indah milik Sinta. Sinta bergetar, nafasnya memburu,demikian juga pria itu.


Saat tatapan pria itu jatuh dibibir Sinta,pria itu mendegup Saliva."Aku sangat rindu padamu Sin.." Sinta mengingat pemilik suara mirip dengan pria yang sekarang menindihnya ini.Dengan perlahan tangannya terangkat hendak membuka topeng pria itu.


Deg...


Belum sampai tangan Sinta menggapai topeng dengan bentuk aneh itu,terdengar suara gebrakan dipintu yang membuat kedua bola mata Sinta terbuka lebar."Cik, ternyata cuma mimpi." Decak Sinta lalu pandangannya beralih kearah pintu, melihat suaminya datang dengan wajah kusut dan dengan tubuh sempoyongan.


Sinta bergegas berdiri untuk menangkap tubuh pria itu yang hampir tersungkur dilantai, kalau Sinta tidak sigap." Huek...Dirga muntah hingga membasahi piyama tidur Sinta.Sinta menahan nafas agar tidak turut mual karnanya.


Dibawanya Dirga menuju kamar mandi, kemudian membersihkan pria yang berstatus suaminya ini.Sinta membuka seluruh pakaian


Dirga bagai seorang ibu yang hendak mandikan Bayinya, kali ini Dirga tidak melawan, bahkan ketika istrinya mengguyurnya, lelaki itu hanya sesekali menciumi pipi Sinta.Sinta tidak marah, tapi tidak membiarkan Dirga melakukan lebih.


Sekarang Sinta telah membalut tubuh suaminya dengan handuk persis mengurusi bayi kecil, ia membawa Dirga ketempat tidur dan membaringkan pria itu pelan, menutupi tubuh Dirha dengan selimut.


Sponta Dirga menarik tangan Sinta.


" Sayang..Bobok bareng Yuk...Ajak Dirga entah sadar atau bukan.Dalam keadaan mabuk pria ini lembut, entah mengapa pula bisa begini.

__ADS_1


Sinta tersenyum."Tunggu aku bersihkan diri dulu, tadi kau muntahi aku." Balas Sinta datar.


Sinta meninggalkan Dirga diperaduan dengan tatapan sayunya.Sinta melangkah mencari baju ganti, kemudian menuju kamar mandi.


" Ta...Bidadari Abang Iga...Cepatlah..." Panggil Dirga dari peraduan.


Sinta tak menjawab,hanya senyum mistis yang tersungging dari bibir manisnya.


Cinta melangkah besar menuju dapur, untuk membuatkan sendiri minuman untuk Dirga karna malam hari mereka tinggal berdua saja, Bibi Sumi ART datang saat pagi dan pulang ketika sore hari, keduanya pengen begitu karna alasan takut ketidakharmonisan rumah tangga mereka tercium pihak lain.


Segelas minuman diteguk tandas oleh Dirga, siapa yang tidak senang dihidangi istri secantik Sinta, sedang mabuk sekalipun rasa itu masih ada. Walau saat otaknya normal malah kebalikan.


Dirga menarik Sinta untuk berbaring disisinya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya menepuk bantal disebelahnya.


"Tunggu...Kuamankan gelasnya dulu." Ucap Sinta selembut mungkin.


Dirga mengangguk patuh, tatapannya terus mengikuti pergerakan istrinya.Selanjutnya Yang Dirga rasakan ialah indahnya sedang bercinta dengan segenap jiwa bersama Sinta.


Nona,Aku sudah mengamankan gadis yang tadi bersama tuan,ternyata daripengakuannya ia masih Virgin, ia rela menjual kegadisannya pada tuan dengan alasan untuk membiayai operasi ibunya dikampung.Tapi begitu melihat wajah nona, nyali gadis itu langsung Ciut, ia merasa tak pantas menyaingimu nona. Makanya ia kabur begitu dapat kesempatan.Nona Sinta tenanglah.Aku sudah menguruspenerbangan gadis itu kembali kekampungnya, dan memberikan apa yang gadis itu butuhkan. Aku juga sudah mengutus seseorang untuk menemani tuan mabuk.


Aku bangga punya asisten sehandal kamu Bi.." Lirih Sinta. Dia sengaja tidak membalas pesan itu, karna ini sudah pertigaan malam.Toh ia tahu Bino Asistennya orangnya ngak ribet, apalagi pengumpat.


Sinta Tersenyum dalam keheningan malam, sekilas dipandangnya pria tampan yang sudah tertidur pulas.Dia akui pria itu memang tampan, tapi ia takkan mau disentuh Dirga sampai ia kenal betul siapa suaminya ini,dan mengapa selalu ada kekuatan besar dalam diri Sinta yang mencegah pria tampan ini menyentuhnya.


__________________________________________


Ditempat yang berbeda dua pria tampan dengan persi beda tengah terbangun dari tidur masing- masing.


Arjuna terbangun dalam keadaan cegengesan, lalu menarik kedua kupingnya dengan maksud menghukum diri." Gila! Selalu saja mimpi bercinta dengan istri orang." Kesalnya bercampur senang.


" Ada apa Juna?" tanya Om Aris yang ikut terbangun karna tadi ada pergerakan tubuh besar disisi kanannya. Aris menatap aneh pada Arjuna yang sedang berjongkok menarik kuping sendiri kiri dan kanan.


Sadar mendapat sorotan dari sang paman, Junapun sontak melepas tangannya dari telinga. Kemudian telunjuk Juna diarahkan kebibir.

__ADS_1


Aris yang penasaran segera duduk menghampiri Arjuna yang masih berjongkok.


" Ada apa? " tanyanya berbisik.


" Jangan bilang Tante, doa kalian terkabul, aku mimpi basah lagi." Sahut Arjuna dengan berbisik.


" Ya Ampun....Dasar Bocah edan! Bukan mimpi begitu yang paman maksud " Ujar Keras Aris seraya menarik kuping Juna.


" Aduuuh...." Pekik Arjuna yang membuat Adelia turut terbangun.


" Ada apa?" Tanya Herannya melihat kegaduhan suami dan ponakannya.


" Ng....Ucap Keduanya tertahan dan saling pandang.


" Ada apa!" Kali ini suara Adel membentak,tatapannya menajam dan penuh selidik,wanita itu sudah berdiri berkacak pinggang layaknya hansip yang tengah mengintrogasi pencuri didepan kompleks.


" Arjuna ngompol celana." Jawab Aris cepat sebelum Arjuna bicara Ngaur seperti tadi.


" Mhum...Tak masalah sayang...Nanti bibi cuciin pakaian dan tikarnya." Balas Adelia melunak.


Arjuna dan Aris sama- sama memaku.


Adel tersenyum seraya menarik tangan suaminya."Sudah, jangan menghukumnya sampai segitu, biarkan ia membersihkan diri. Ayo kita keluar dulu." Ucap Adel membawa suaminya meninggalkan kamar Arjuna.


Arjuna menarik nafas lega, lalu beranjak kekamar mandi.


Sedang Aris juga diam- diam tersenyum."Walau terkesan Edan,setidaknya Senyum dan kekenyolannya sudah kembali." Batin Aris mengingat Arjun.


Sedang Seorang pria lagi disebuah kamar juga terbangun dari tidursingkatnya.Dilihatnya ponsel disisinya untuk memeriksa apa pesannya sudah dibaca.


" Syukurlah nona sudah baca.Selalu ia terbangun tiap jam begini?Apa yang terjadi dengan rumah tangganya?Kenapa tuan Dirga menghadirkan wanita lain dalam kehidupan rumah tangga mereka yang masih seumur jagung?Entahlah...Semua yang berhubungan dengan nona masih misteri." Gumam Bino.


" Astaga!Ada apa denganmu Bino?jangan pernah berfikir mencintai hanya untuk memiliki.Ingat posisi! Nonamu sudahmilik orang, kau hanya boleh menunjukkan cintamu dalam doa saja." Ujar Bino mengingatkan diri sendiri.Kemudian pria itu duduk dan beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap mewujudkan cintanya Pada Sinta melalui doa.Doa untuk kebahagiaan wanita yang ia Cintai dan tidak ingin juga dilukai oleh siapapun termasuk dirinya, makanya Bino memutuskan untuk memendam rasa ini selamanya, biar hanya Tuhan yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2