
Tatkala Arjuna sampai dirumah pengolah sawahnya,ia melihat orang- orang sudah berseragam sholat lengkap menunggunya siap untuk menunaikan magrib bersama.
" Cepatlah nak,waktu magrib itu singkat." Ucap paman Didin menyambut Arjuna.
"Dalam kondisi dan posisi begini no protes dan lirik sana- sini!" Terdengar ultimatum dari sebuah suara wanita paruhbaya yang sangat Arjuna kenal.
Arjunapun terpaksa menjawab dengan anggukan saja dan segera mengikuti langkah pak Didin menuju shaf pria dan setelahnya langsung terdengar pula suara Imam mengingatkan untuk merapat danmeluruskan shaf pada para jamaah dadakan itu,lalu mengangkat takbir.
Selama kurang lebih Limabelas menit rangkaian ibadah wajib itu didirikan sampai pada acara doa bersama.Usai doa,pak Rusdi yang bertindak sebagai Imam langsung Angkat bicara,hingga orang- orang yang semula hendak berdiri untuk saling salam duduk kembali.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
" Waalaikum salam warahmatullah hiwabarakaatuh..." Terdengar Jawaban antusias dari hadirin.
"Sungguh magrib yang luar biasa Allah suguhkan untuk kita kali ini,semoga ibadah yang barusan kita dirikan diterima disisiNya.Amiin.
"Amiiin....."Semua orang ikut mengaminkan termasuk Arjuna yang baru sadar setelah sholat kalau ini memang bukan seperti magrib biasanya yang ia dirikan bersama pakDidin.Matanya mulai berkeliling dengan teliti memperhatikan sekitar.Ia menemukan disana hantu cantik itu ternyata datang bersama Tante Adelia dan pamannya,ada Mommy dan Daddy, PapaFano dan mama Rara,dan ada penghulu dan Bundo kandung kampung tersebut.Degup jantung Arjuna tiba-tiba memacu lebih kencang.
" Apa kami akan dinikahkan malam ini?Atau ada acara apa yang melibatkan tetua begini?"
Deg.
Seiring dengan berbagai pertanyaan menggempur hati dan fikiran sang Arjuna,lebih dari puluhan anak panah yang melesat,Arjuna terpaksa tertunduk dengan berbagai rasa dan tanya itu karna didepan sana, sorot tajam sang Tante mengingatkan untuk tutup mulut dengan isyat tegas dan terlihat seram dari perempuan yang jadi ibu angkatnya dinegri ini.
" Deg...deg..deg..??????????"
Satu demi satu pertanyaan Arjuna akhirnya terjawab bersamaan dengan uraian panjang yang disampaikan oleh pak Rusdi.
" Benarkah?Jadi Sinta datang untuk meminang ku dengan memakai adat daerah sini?" Ya Tuhan...Aku kalah telak,tadinya aku berniat melarikannya kepenghulu untuk langsung dinikahi,ternyata Keluargaku beserta hantu Cantik itu menikung langsung niatku." Batin Arjuna antara senang dan kesal.
Usai pak Imam bicara panjang lebar,disambut oleh Bundo kandung dua belah pihak bergantian,lalu terakhir dipangkas oleh sambut menyambut acara pinang meminang dua Niniek mamak,seterusnya berlanjut dengan acara timbang tando.Ternyata tiga rangkayan acara meminang disatukan dalam satu acara hingga Waktu Isyatiba.
__ADS_1
Tak dapat dibayangkan bagaimana perasaan Arjuna saat ini.Memang malam instan yang ia khayalkan diberebut mangrib itu tidak terwujud,namun hatinya dan raganya sungguh seperti diangkat kesinggasana terindah dibumi saat ini,tatkala selesai sholat Isya,Arjuna sujud syukur berulang kali untuk semua ini.Walau akan ada banyak acara adat yang harus iajalani setelah ini dan bahkan bisa menghabiskan beberapa hari dan mungkin Minggu untuk dapat pada acara inti yakni menikahi pujaan hati,tapi semua itu Arjuna pasrahkan dalam bahagia,karna waktu tigatahunnya dapat ditebus dengan beberapa Minggu saja.
Rombongan tetua kampung telah kembali diantar mobil dan sopir pribadi Arjuna. Sementara Arjuna berlari kembali menuju tikar sholatnya dan bersujud lagi disana." Ya Allah...Nikmat yang mana lagi yang dapat hamba dustakan???Titik- titik bening mengalir dari kedua pelupuk Arjuna dalam sujud yang begitu lama dan dalam sekali.Setelah seseorang menyentuh pundaknya,barulah Arjuna bangkit.
" Gimana sayang....Rombongan calon istrimu akan kembali kerumah pak Rusli,apa kau akan tetap dirumah sawah ini bersama pak Didin, sebagaimana kebiasaanmu akhir- akhir ini?atau balik kerumah kita bersama kami?" Ucap lembut dan penuh senyum menggoda dari Adelia pada Arjuna.
" Juna pulang Tante..." Serak sekali suara Arjuna menjawab pertanyaan sekalian berisi ejekan dari sang Tante yang sudah menganggapnya putra itu.Pria itu segera menunduk untuk menyalami sepasang suami
istri yang mengapitnya.Dua orang yang sudah berusaha maksimal untuk dapat mengisi posisi mom dan daddynya selama pria itu jauh dari orangtua kandungnya.
Ledakan tangis bahagia tak dapat dihindari saat Arjuna bersimpuh dihadapan keduanya.
Setiap orang meneteskan airmata bahkan air hidung.Sinta yang dari tadi tenggelam dalam pelukan ibunya Ranata Humaira juga turut menitikkan airmata.Setelah cukup lama saling salam dan peluk bergantian anggota keluarga besar ini,akhirnya mereka tersenyum dan saling pandang.Hanya Sinta saja yang tertunduk malu.
Selang berikutnya Cinta sang mommy merapat kepada putranya diikuti oleh Rajj.
"Apa kami juga boleh ikut bersamamu tuan raja yang baru dipinang?" Goda Cinta seraya mengembangkan kedua tangannya.
.Malam ini begitu lama baru ditutup karna ada banyak yang perlu mereka lakukan untuk saling melepas rindu dari ayah,ibu dan anak yang telah tiga bulan lebih terpisah laut dan pulau,hanya calon raja dan ratu yang tak boleh bersentuhan,setiap ada keinginan Arjuna untuk mendekati Sinta,selalu ditarik oleh mommy dan tantenya sampai mereka menaiki mobil untuk kembali kerumah masing- masing.Dimana Sinta dan Rara selaku calon mempelai perempuan menginap dirumah pak Rusli bersama mama dan papa Vano untuk beberapa Minggu ini sampai semua rangkaian acara adat dan syarak dijalani menurut budaya dimana bumi dipijak disitu langik dijunjung.
Hampir pertigaan Malam barulah Arjuna bisa menyandarkan punggungnya yang lebar didinding dengan duduk diatas tikar permadani yang digelar tantenya.Ia yakin takkan bisa lelap malam ini,apalagi keempat orangtuanya tiada hentinya menggodanya dari tadi.
"Jadi kau fikir kami akan membiarkan putri kami datang sendiri kesini menjemputmu untuk kau lahap anak muda!" Ujar Cinta melihat Arjuna yang memenceti jidatnya.
" Iya Ta...Tadi ia berfikir akan dengan mudah menikahi Sinta malam ini juga dan membawanya ketempat tidur."Imbuh Adelia.
" Ya Tuhan...Bagaimana bisa Tante membaca pikiranku." Kesal Arjuna mengalihkan pandang dari tatapan nakal ibu- ibu rempong itu.
" Bagaimana tantemu tidak tahu akalmu nak?Kalau tantemu tidak menelfon mommy dan Daddy menceritakan semua keadaanmu sekarang,apa kau fikir Sinta akan mau mendatangimu kesini?Tidak mudah membujuk calon mantu kami untuk mau padamu dan mengikuti keinginan Tante Adel untuk merencanakan prosesi meminang menurut adat matrilineal begini." Ungkap sang mommy.
" Ba...Bagaimana ia mau datang dan setuju mom?" tanya Arjuna gugup dan penasaran sekali.
__ADS_1
" Tentu saja tidak mudah,banyak dramalah..." Ucap Cinta segaja menggantung cerita, membuat Arjuna kian penasaran.Sedang kaum bapak hanya geleng- geleng kepala saja melihat begitu senangnya para istri mempermainkan hati anak muda mereka,tapi untuk protes juga mereka pasti kalah telak,rasanya kapok sudah saingan dengan kaum wanita dinegri dan zaman ini,mereka mana ada yang mau mengaku salah dan mau mengalah,kalau cinta ya mengerti sajalah. He..he...he...
Kemudian kedua ibu diam cengengesan,membiarkan Arjuna berkali- kali merengek minta diceritakan.
" Mom ...
tante...Plis....."
"Benaran mau dengar apa denger???" Goda Cinta dan Adel bersamaan.
" Iyalah mom...Tan..ayolah...." Rengek Arjuna lagi.
" Oke,tapi ada syaratnya!" Ujar Cinta yang diangguki Adelia.
" Apa?"
" Kamu nanya? Kamu bertanya- tanya?" Imbuh Adel membuat Arjuna mendecak kesal.
" Kalau cinta mesti sabar." Ucap cinta
" Kalau cinta mesti mengalah." tambah Adel.
" Oke....Hamba Patih duo ratu." Ucap Arjuna sembari menyusun jadi dihadapan keduanya.
" Sudahlah mom...ceritakan semua,kalau tak mau putramu gagal jadi pengantin karna mati penasaran!" Akhirnya Rajj tak tahan tidak membela putranya yang sudah keterlaluan teraniaya oleh dua ibunya.
Cinta tersenyum tanpa dosa,lalu mulai bercerita setelah mendapat persetujuan dari rekannya melalui kedipan mata.
" Hampir saja mommy menerima pinangan Rama untuk Sinta." Ungkap Cinta mengawali ceritanya,membuat Arjuna spontan merubah posisi dan ekspresi?
" What???
__ADS_1