Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Putri Kita


__ADS_3

"Jangan Khawatir Nyonya, anda sudah berjuang keras selama ini merawat dan mengasihi Sinta, bahkan dengan murah hati memberikan nama keluargamu diujung nama Sinta, nama yang dipesankan ibu kami.Jika anda saja bisa mencintai putri kita tanpa menghilangkan nama pangkalnya, kenapa pula aku bisa datang membuang ujung namanya."Ucap Seorang dengan sorot mata terindah yang pernah Cinta lihat.Perempuan itu datang diiringi oleh beberapa orang, saking kagetnya, Cinta tidak sempat menanggapi yang lainnya, sorot matanya terfana pada sosok manusia yang hanya terlihat mata dan pelipisnya saja, tapi Cinta tahu kalau perempuan bercadar didepannya sangatlah cantik.


Satu alis Cinta naik,tatapannya makin menelisik wanita bercadar yang tiba- tiba datang menyentuh pundaknya,begitu teduh dan menyejukkan pandangan sang perempuan, kulit keningnya sangat halus putih berkilauan mengagumkan.


Deg


Jantung cinta memacu tak beraturan." Inilah ibunya Sintaku?Betapa mudanya dia, kalau tidak diperhatikan sedekat ini, tiada yang akan percaya mereka ibu dan anak,sekilas hanya terlihat seperti kakak adek."Celetuk Cinta dalam hati antara cemas dan mengagumi wanita yang berada tepat beberapa Senti didepannya, intim sekali wanita ini padanya seperti sudah lama saja mereka saling kenal.Dan entah kekuatan apa pula yang dimiliki wanita ini, hingga Cinta sangat dekat dan tidak berfikir sedikitpun untuk menjauhi orang baru ini.


" Ka...Kamu ibunya Sinta,yang disebut Arjuna sebagai ibu Ranata?" tanya Gugup Cinta setelah susah payah membuka bibirnya.


"Kamulah ibu yang sebenarnya nyonya.." sahut pelan dan halus perempuan itu.Sekali lagi Cinta terfana olehnya, hingga sorotnya makin intens sedang bibirnya tak bergeming.


" Bagaimanapun juga masa lalu tiada artinya dibanding masa depan.Kau adalah mommy masa depan terbaik Sinta."Ujar Rara meyakinkan sekalian menenangkan perempuan cantik yang telah membesarkan putrinya terlihat masih gemetaran.


Cinta masih saja diam, dengan kedua alis menaut, menatap lekat perempuan yang memandangnya,seperti tak percaya ucapan yang baru ia dengar keluar dari bibir dibalik tabir muka didepannya."Apakah ini ucapan sekedar pemanis bibir atau memang keluar dari hati wanita itu?Kalau benar, mengapa ia harus ketakutan selama ini, padahal ibu kandung Sinta tidak segois yang cinta bayangkan."


" Ka...Benaran Rarakah?" tanya Cinta sekali lagi.


" Ya...Aku Ranata Humaira Zulkifli, perempuan yang sudah melahirkan putrimu nyonya,tapi aku hanya melahirkan saja, kamulah sebenarnya ibunya nyonya! Aku hanya mengandung dan melahirkan dia,setelah itu aku tak ingat apa- apa lagi,aku tenggelam dalam kegelapan jiwaku, sampai ada pula bayi lain dalam rahimku, barulah aku ingat bahwa pernah mempunyai bayi, ketika itu usia Putri kita sudah Delapan tahun, selama delapan tahun tak pernah terlintas difikiranku yang gila kalau ada dia.Bagaimana pula kau berfikir aku akan tega merenggutnya darimu sekarang nyonya?Setelah 21 tahun hanya nyonya yang ia kenal sebagai ibunya,merawat, membesarkan dan mengasihinya dengan segenap jiwa?" Ujar tanya Ranata melihat betapa cemasnya perempuan yang sedang bicara dan bersitatapan dengannya dengan jarak yang sangat dekat, bahkan nafas mereka saling menerpa wajah masing- masing, karna keduanya nyaris sama tinggi.

__ADS_1


Airmata Cinta mengalir dengan deras tanpa bisa dibendung,ia terharu dengan pernyataan perempuan yang sangat cantik ini.


Keduanya lalu saling tangis dan berpelukan "Be__benarkah aku tidak akan berpisah dengan Sintaku setelah ini?"tanya Cinta sekali lagi pada wanita dalam pelukannya.Seakan tak yakin kalau wanita itu datang tidak untuk merebut putri mereka.


"Kalau saja ia tak sakit, aku masih berfikir untuk menemuinya, karna aku juga faham,nyonya pasti khawatir seperti ini, ibu mana yang rela ada perempuan lain mengaku- ngaku jadi ibu,sedang ia sendiri telah berjuang keras menjadi ibu terbaik selama ini.Apalagi membayangkan putrinya memilih ibu yang lain?Akupun kalau diposisimu pasti membayangkan hal yang sama begini nyonya Cinta." Ujar Rara seakan mampu menyelam kedalam Palung terdalam hati Cintami setelah mereka saling mengurai pelukan.


" Tapi kenyataannya ibu kandung akan lebih dipilih nyonya?Selama ini saja ia selalu menanyakan asalnya, karna mimpi- mimpi yang sering mendatanginya.Ulah mimpi- mimpinya itulah juga aku semakin takut kehilangannya, takut ia benar- benar melupakanku setelah mengetahui keluarga aslinya."Sahut Cinta jujur, melihat wanita didepannya bukan tipe perempuan penipu seperti beberapa Sohip yang pernah Cinta kenal, cinta memutuskan mengungkapkan perasaan hatinya yang terdalam pada perempuan yang tidak dapat hatinya pungkiri


kalau perempuan inilah ibu dari putrinya, tanpa perlu melakukan tes DNA sekalipun, dari gestur tubuh, pelipis dan sorot indah milik Ranata saja Cinta sudah yakin 89,99 persen kalau wanita ini benar- benar wanita yang sudah melahirkan Sinta.


" Ayo kita masuk...Putri kita membutuhkanmu, barangkali mendengar suara ibu kandungnya, Sinta bisa terbangun."Ajak Cinta kemudian menarik Rara kedalam, setelah memantapkan hatinya sendiri.


Sementara, Rajj yang yakin yang datang adalah pemilik asli dari putri kesayangannya beserta sahabat mereka Adelia, segera menghampiri Adel dan Aris juga Dokter Fano, seakan sengaja memberi ruang dan waktu kepada kedua ibu bicara dari hati kehati, Rajj mengajak yang lain masuk kedalam ruang rawat Sinta dengan berbisik.


" Biarkan mereka bicara dulu, setelah bicara dan saling mengenal, mudah- mudahan kedua ibu itu diberi kekuatan besar untuk membangunkan putriku."Ujar bisik Rajj yang tidak ditampik oleh siapapun.


Bahkan dokter Fano hanya mengangguk dan tersenyum sembari mengikuti langkah Rajj Copry kedalam, iapun ingin melihat kondisi putrinya yang hanya bisa ia pandang dari layar melalui jasa informan kepercayaannya selama ini, sejak Sinta berusia 10 tahun.


Begitu Rara sadar dan mempertanyakan tentang anak pertamanya waktu itu, Fano berjuang selama 2 tahun untuk mendapatkan alamat Putri kecil yang sudah dilahirkan istrinya yang terpisah karna kemalangan itu.

__ADS_1


Begitu sampai didalam semua mata tertuju pada tubuh yang terbaring ditempat tidur.Wajah cantik luar biasa itu terlihat tak bergeming, bahkan ketika seorang pria gagah tengah berjuang keras mengajak wanita itu bicara, yang didapatkan hanya kebisuan.


"Juna sayang...Apa sebenarnya yang terjadi nak?Kenapa sampai adikmu begini?" tanya Adelia seraya menyentuh pundak pria gagah yang tengah menatap sendu pada wanita itu, seraya tangan Kokoh sang Arjuna dari tadi menggenggam erat sebelah tangan siwanita sedang tangan satunya lagi mengusap lembut surai hitam legam milik perempuan yang masih mempesona walau nampak sedikit pucat.


Sebagai seorang ahli jiwa, sorot tajam Fanfano Rahman Zakir dapat menangkap dengan cepat kalau perasaan pemuda pada wanita yang terbaring itu bukan sekedar perasaan Abang terhadap adiknya, ia tahu betul tatapan pemuda itu sama maknanya dengan tatapannya saat merawat Ranata dulu


yang bukan seperti perasaan seorang dokter pada pasien biasa.


"Wow...Arjuna sangat mencintai adiknya?


Lalu mana suami dari putri kita tuan Rajj?Mengapa ia tidak ada disaat istrinya terbaring belum sadarkan diri begini?Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa putri kita begini?" Tanya bertubi dokter Fano, walaupun itu sangat pelan, cukup mencengangkan Aris.


Jiwa kebapakan Arispun mencuat tiba- tiba.


" Putri kita semua!Akupun tak rela ada lelaki yang berani menyakitinya, apa suaminya tidak membuatnya bahagia?Sekarang Aris juga turut bertanya dengan tak kalah cerewetnya.


Bersamaan dengan itu, terdengar derit pintu membuka, dua wanita cantik persi berbeda masuk dengan berbimbing tangan,perhatian teralihkan dari Sinta.Tinggal hanya Arjuna yang fokus pada pautan hatinya." Semua datang menjemput putri mereka sayang...Kumohon bangunlah.." Panggil Arjuna sembari melabuhkan sebuah kecupan kilat didagu Sinta.


Suuuut....Semoga tak ada yang ngintip ya. Dalam keadaan genting begini masih sempat aja tuh siArjun,emang dasar penikung ulung!"Autor.

__ADS_1


__ADS_2