
Pagi hari DiApartemen Romi.
Grasy yang baru bangun dari tidurnya,menemukan dirinya terbaring diking Size milik Romi dengan bedcover berwarna merah menyala.Setelah membuka mata,sejenak manik coklat wanita itu mengedar kesekeliling ruangan, mencari keberadaan orang yang menguasai mimpinya dikala tidur semalaman.Kedua Indra pendengaran Grasy sengaja ia pertajam untuk mengetahui dari mana arah suara orang yang ia cari.Dan kuping mirip daun keladi itu sayup- sayup menangkap suara dua orang yang sedang berbincang seperti tengah berdebat serius.
Hatinya langsung terpancing ingin tahuapa yang sedang dibahas kedua pria itu.Dengan perlahan namun pasti digerakkan tangan dan kaki bergantian,agar tubuh yang terasa amat letih dan berat sedikit lebih ringan.Setelah dirasa lentur kembali,ia menukar posisi menjadi duduk,dengan kuping yang masih difokuskan kearah sumber suara.
Masih dalam keadaan bangun tidur,dengan bekas iler yang masih menempel,Grasy melangkah tertatih menuju keluar kamar,dimana ia mendengar prianya sedang membicarakannya dari arah dapur.
"Jadi bagaimana dengan pernikahanmu dengan istrimu,apa akan terus kau biarkan hancur gara- gara wanita itu."Grasy mendengar Romi mengajukan pertanyaan bernada memprovokasi pada pria yang Grasy anggap masih kekasihnya.Kedua tangan Grasy mengepal menaruh dendam pada Romi,namun ia masih menahan langkah untuk mendengar apa jawaban dari Dirga.
"Entahlah aku tak tahu gimana kedepannya,kuserahkan saja semua pada keputusan istriku.Pada dasarnya masalah kami kini tidak hanya sekedar Grasy lagi.Ada kemungkinan Sinta menuntut cerai padaku dengan alasan selain Grasy saja."Ujar Dirga menarik minat Grasy untuk mengintip pembicaraan dua sahabat itu lebih jauh, semula ia yang ingin menghampiri dan mendamprat Romi terhenti dibalik daun pintu,hati wanita itu bersorai riang mendengar penuturan Dirga mengatakan tentang adanya kemungkinan besar istri cantik lelaki itu akan menuntut berpisah dari pria pujaan grasy, selain karna alasan perselingkuhan yang sudah dilakukan dirinya dan pria itu.
"Aku dengarkan terus dulu gimana kisahnya,semoga seru dan menguntungkanku." Batinnya tersenyum jahat.
Saat ini Grasy memang hanya berharap pada keberuntungan saja, karna calon papa mertua yang semula mendukungnya sekarang sudah lemah tak berdaya dikursi roda.Itupun saat Grasy diam- diam menemui orang tua itu, situa sengaja melengos pada Grasy.Hal yang membuat Grasy makin kesal,bagaimana bisa orang yang sebelumnya mendukungnya penuh kini seolah tak ingin mengenalnya lagi.
Sebab itulah Grasy memutuskan melakukan penyerangan kepusat masalahnya,hingga ia nekat mencegat mobil Dirga semalam,tapi sayang sekali pria itu sedang bersama asistennya yang lucnut,entah apa yang asisten sialan itu masukkan pada makanan Grasy semalam,sampai Grasy harus terbuai dalam mimpi semalam penuh,hingga terbangun pagi begini,tak sempat ia melancarkan niatnya untuk kembali membawa Dirga larut bersama gairahnya yang terus membara untuk pria dengan gestur sempurna itu.
"Apapun masalahmu yang lain,tetap saja masalah yang paling menghancurkan rumah tanggamu adalah kasus perselingkuhanmu dengan wanita itu,hal yang paling masuk akal dan mudah untuk Sinta menuntut cerai padamu dipengadilan Agama."Ucap Romi masih membuat Grasy kesal,walau pada dasarnya semua yang dikatakan asisten Dirga itu benar adanya.
Kedua tangan Grasy mengepal sempurna."Ngak didepan ngak dibelakang tetap saja,asisten sialan itu menyalahkan ku.Dasar pria pecundang!" Geram hati Grasy.
"Sekarang aku pasrahkan apapun pada Sinta Rom."Sahut Dirga dengan suara lirih dan sendu.Nampak sekali kesedihan dan penyesalan mendalam dari ekspresinya.
"Jika Sinta menuntut cerai berarti kau akan memenuhinya?" Tanya menelisik Romi.
Dirga balas dengan mengangguk pasrah.
__ADS_1
" Terus kau akan menikahi wanita itu?" tanya Romi menatap intens raut sahabatnya.
Deg.
Jantung Grasy berdegup tak karuan dibalik pengintipannya.Berharap Dirga akan mengangguk lagi.
"Walau aku bercerai dengan istriku,aku lebih baik sendiri seumur hidup daripada menikahi sundel bolong itu."Ucap Dirga dengan nada serius,membuat kuping Grasy mendadak panas, Mukanya merah menahan kesal yang sudah menjalar mencapai ubun- ubunnya.Andai Ia Grasu dan bukan Grasy pasti ia sudah melepas lehernya siap untuk merobek jantung Dirga.
Dengan keras wanita itu menarik pintu,menghampiri pria yang sudah mengatainya dengan langkah besar,sorot nyalang perempuan itu sungguh menyeramkan,seperti seorang yang benar- benar kerasukan Grasu.
"Apa???Jadi kau hanya menganggap ku begitu setelah puas menggagahiku lelaki tak berhati!!!" Hardik marah Grasy dengan penampilan berantakannya,kedua tangan wanita itu terulur untuk menarik kerah kemeja Dirga, dengan gigi- gigi gerutuk menahan emosi.
Sintakan Grasy berhasil ditepis oleh Romi karna wanita itu kalah tinggi dari Dirga, jadi perlu berjinjit mencapainya.Sedang Romi dengan sigap menangkap pinggang kecil Grasy dan mencekal kedua pergelangan wanita itu dengan posisi Grasy membelakang, Romi menarik wanita itu menjauh dari Dirga,membuat Grasy berontak dengan marahnya,tapi kekuatan Grasy tentu tidak akan berarti apa- apa dibandingkan dengan pria tinggi besar pelindung Dirgantara selama ini.Semakin Grasy ingin lolos,semakin kuat pula ia terbenam dibalik dada bidang Romi.
Grasy tersenyum licik,saat menyadari posisinya pada pria yang tidak kalah pesona dari Bos Dirgantara ini.
"Tak ada rotan akar pun jadi." Gumamnya menyeringai.
"Huek...Siapa yang Sudi padamu,aku hanya berniat menjauhkanmu dari Bosku!" Balas Jijik Romi seraya melepas Grasy.
Grasy tersenyum penuh kemenangan karna rencananya lepas berhasil,lalu wanita itu melangkah menghampiri meja makan,
melihat pisau buah tergeletak diatas Mampan, wanita itu langsung dapat ide gila pula.Diraihnya benda itu,kemudian menatap nyalang keduanya.
"Aku hamil,salah seorang dari kalian harus menikahiku!Kalau tidak ada yang mau bertanggung jawab,aku akan bunuh diri!"
Ujar Grasy maju mendekati kedua pria itu
__ADS_1
sembari memainkan pisau buah itu.
"Kau takkan pernah hamil! Karna kau sudah disuntik KB!" Ucap Romi keceplosan karna jijik dengan penuturan Grasy yang menganggap dia dan Dirga seperti sapi pejantan yang siap ditukar ganti.
"Apa?Aku tak terima semua ini Dirga.."Lirih Grasy putus harapan,dengan tangan kiri mengusap perut datarnya, tatapannya meredup. Semula ia ingin menggunakan pisau itu hanya untuk mengancam Romi dan Dirga saja,tapi rasa putus asa tiba- tiba menggerogotinya, begitu tahu Dirga telah sengaja menyuntiknya diam- diam,agar hubungan mereka tak membuahi.
"Aku tak punya cara lagi untuk menjerat pria ini.Kukira telat bulanku karna hamil,tapi ternyata itu efek suntik KB. Lebih baik aku mati saja dari pada dibuang seperti sampah oleh kedua pria kejam ini." Batin Grasy mulai menghadapkan mata pisau kenadinya.
"Grasy hentikan!!!Teriak Dirga panik melangkah maju untuk merebut pisau itu dari tangan Grasy.
Aksi Dirga kurang cepat dengan ketajaman Dimata pisau.Mata pisau itu sudah membenam dipergelangan Kiri Grasy saat pria itu berhasil menangkapnya.Darah mengucur cukup deras dari bekas tancapan pisau yang direbut oleh Dirgantara.
Romi yang melihat itupun mendekat untuk membantu Dirga mengamankan Grasy walau dengan langkah lesu dan bolamata memutar malas sekali.
Detik berikutnya tubuh Grasy melemas sebelum akhirnya hendak jatuh.
Romi menangkap tubuh itu,lalu membopongnya sembari geleng- geleng kepala."Kalau bukan karna dilokasiku,sudah kubiarkan wanitamu yang psikopat ini mati sendiri." Sungut Romi seraya melempar tubuh dengan baju bersimbah darah Grasy kegendongan Dirga.
"Gendong wanita ini sendiri karna aku tak Sudi.Tidak percaya kau yang nampak sempurna bisa bercinta dengan perempuan semurahan ini.Apa boleh baut dirimu sudah berceceran Kawan! Sekarang tinggal menunggu hancurmu berkeping- keping!."Cecar kesal Romi seraya melangkah besar untuk mengambil kunci mobil Dirga dari nakas.
" Cepat kuantar kerumah sakit!!! Hardiknya pula pada Bos yang masih bingung menggendong Grasy.
Pagi ini Romi melupakan kalau ia bawahan Dirgantara,baginya bosnya itu sangat tidak layak lagi untuk dihormati,walau jauh di lubuk hati Romi sebenarnya sangat menyayangi Dirgantara sebagai teman.Sebab itulah pria itu sangat kecewa dengan pilihan teman selingkuh pria ini.
Baru saja langkah kaki Romi sampai ingin membuka pintuapartemennya untuk mereka keluar,terdengar banyak pasang detak sepatu menuju pintu.
Ceklet.
__ADS_1
Pintu terbuka dan kedua mata Romi
membola melihat sekelompok orang berseragam putih menuju kedekatnya.