
Hanya dalam hitungan beberapa menit bibi Jini sudah berhasil memukul mundur 3 pria yang menyerangnya.Ketiganya babak belur dan berhasil diikat oleh Jini dalam satu tambang yang terbuat dari Benang kuat yang selalu wanita tangguh itu bawa dimini ransel yang selalu menempel dipunggung Jini kemanapun ia bepergian."Kalian akan diGilas oleh Rajj Copry kalau sampai terjadi apa- apa pada putrinya."Ujar Jini sebelum memanggil timnya dengan menelfon.
"Jemput ketiga anak buah MR T ini,dan bawa keruang bawah tanah!"Titah Jini pada anggotanya, membuat ketiga tawanan itu tercekat.
"Apa yang ia sebutkan gua sibarumun milik tuan Rajj?"Batin ketiga pria itu saling lirik.
Ketiganya menggigil dan hanya mampu menelan ludah mereka yang pahit dan ayir mendengar ancaman wanita paruh baya yang masih punya kekuatan prima itu.
Lalu Jinni memakukan ikatan ketiga pria itu didinding dan bergegas mengejar Sinta.
"Bangsat! Aku terlambat, kemana penculiktu membawa nona?"Teriak marah Jinisetelah memeriksa dan tidak menemukan Sinta ditoilet wanita.
Suara telfon Jinni berdering, ternyata itu dari Arjuna."Bibi, kemana kalian dengan Sinta?" tanya Arjuna langsung begitu telfon disambungkan oleh Jini.
" Nak Arjun, maaf bibi terlambat, orang itu telah menculik dan membawa Sinta."Jawab Jinni cepat.
" Apa?Diculik?Gimana bisa? Ini hotel dengan akses keamanan terbaik!" Pekik Arjuna segera menepis tangan Qinara dan Hanifa yang dari tadi menggelayuti tuan muda ini dikiri dan dikanan.
" Lepas!Aku mau mencari adikku, ia diculik!" Ketus Arjuna tatkala kedua wanita itu tidak juga melepasnya walau ia sudah teriak- teriak ditelfon.Diluar dugaan ternyata kedua wanita ini sama- sama tidak peka sama sekali, hingga Arjun terpaksa memelototi keduanya.
" Bang Jun, apa maksudnya Sinta yang diculik?"Tanya Hani baru melepas cekalan tangannya dipergelangan Arjun.
Arjun tak sempat menjawab,begitu kedua wanita itu membebaskannya ia segera berlari mencari Sinta.Bahkan bertepatan juga saat pembawa Acara memanggil Arjuna naik panggung untuk diperkenalkan oleh sang Daddy pada kolega bisnis mereka.
Arjun tidak peduli lagi dengan pestanya, ia segera menyeret Dirga ikut bersamanya.Semua hadirin bercengangan, Rajj dan Cinta diatas panggung juga bingung mengapa putra mereka dipanggil malah
kabur dengan menyeret menantu.
" Ada apa?Mengapa Arjun menyeret Dirga?"Tanya Cinta dengan berbisik pada Rajj suaminya.
" Ini pasti ada yang tidak beres!"
Del..Ris titip Cinta, aku ingin cari tahu apa yang terjadi."Pamit Rajj sebelum turun dari panggung.
Suasana pesta yang baru menuju acara puncak itu langsung kacau.Bahkan Emsipun turut bingung mau bicara apa pada para undangan, melihat para tuan pesta pada pergi.
" Se...sepertinya terjadi sesuatu,tuan-tuan, nyonya maaf, tuan Rajj dan putranya sepertinya tidak bisa tampil.Silahkan nikmati makan dan minum yang tersedia." Ucap sang moderator gelagapan.
__ADS_1
Niat hati menenangkan malah semakin kacau, siapa yang tidak heran jika tiba- tiba pemilik acara pada berlarian pergi entah kemana.
Dirgantara yang sudah merasa tidak enak sejak tadi sejak ditinggal Sinta tidak heran ketika kakak ipar membawanya."Ini pasti ada hubungannya dengan Sinta." Fikirnya.
Ternyata benar, ketika sampai dilobi mereka sudah menemukan tiga pria babak belur dalam satu jerat diseret oleh sekelompok bodyguard." Itu anggota Komplotan yang sudah menculik istrimu."Ucap Juna sebelum membawa pria itu keruangan CCTV.
" Bangsat!Ternyata orang itu telah merencanakan segalanya."Ujar kesal Arjun setelah melihat beberapa petugas ruangan keamanan tergeletak tak berdaya didalam ruangan, sedang semua kamera sudah dirusak.
" Inilah sebabnya selama ini aku tidak suka mengadakan pesta, karna pesta hanya ajang membuka peluang besar untuk kejahatan meraja Lela."Ketus Arjuna.
"Itu juga mengapa BG Jun tidak datang kepesta pernikahan kami?" tanya Konyol Dirgantara yang langsung dapat toyoran dari Abang iparnya.
" Itu karna aku tidak diundang begok!"Balas Arjun kembali menyeret Dirga keluar.
"Kau pasti ada hubungannya dengan hilangnya istrimu." Tuding Arjun membuat kedua bola mata Dirgantara melotot.
"U...untuk apa aku menculik istriku sendiri? Kami tinggal dikasur yang sama."Jawab Dirga tak sengaja mengiris jantung Arjun.
Sakit sekali mendengar pengakuan keintiman suami dari Sinta itu, tapi Arjun tahu bukan saatnya cemburu dalam situasi begini.
Ia tak mau mereka sampai kehilangan jejak sang penculik karna rasa cemburu yang menusuk kalbu itu.Segera Arjuna mengirim pesan pada Daddynya untuk menemukan Sinta mereka.
" Aku akan menahan dan mengurungmu untuk mengembalikan adikku."Ujar Arjun.
" Kalau kau menahanku, bagaimana aku bisa mencari keberadaan istriku.Padahal aku juga tidak akan bisa hidup damai tanpa melihat wajahnya tiap hari." Sahut jujur Gumilang.
Memang selama ini Dirgantara tak bisa tenang kalau tidak melihat dan bersama Sinta, walau itu dalam keadaan berantam, caci mencaci atau dengan sarapan pagi yang damai.Momen pahit dan manis antara mereka berdua digilai oleh Dirgantara.
"Yang menculik adikku pasti ada hubungannya denganmu kalau bukan musuh, orang itu pasti orang dekat! Kalau kau sayang istrimu patuhlah padaku,ikuti semua pengaturanku."Ujar Arjun.
Dirga mengikuti kemana Abang iparnya menyeretnya, sekarang Arjuna sudah membawanya kesuatu tempat.
" Kau akan kukurung disini sampai ada yang mau menukarmu dengan Sinta kami." Putus Arjuna.
"Tidak Bisa! Aku tak terima tuduhan tanpa buktimu."Bantah Gumilang saat Arjun mengikatnya untuk dimasukkan kesebuah ruangan yang sempat.
" Tempat apa ini? Kenapa Abang istriku ganteng- ganteng psikopat."Dirga yang takut kegelapan bergidik dalam hati.
__ADS_1
" Tenanglah, ini salah satu ruang rahasia peninggalan kakekku, kalau kau patuh lampunya akan dihidupkan." Ujar Arjuna menatap tajam adik iparnya yang sudah menggigil.
" Ka... kau gila Arjun... Mana boleh kau menyekapku begini, se...sementara kau membiarkan adikmu dibawa Kabur orang.
Kau mungkin hanya seorang Abang yang entah kandung atau tidak, tapi ia istriku, aku pasti mati karna rindu suasana pagi hari kami disini." Ratap Dirgantara mulai membeberkan perasaannya tanpa sengaja.
" Jadi kau mencintainya?" Tanya Arjun menahan pedih.
" Y..ya..Belakangan aku sadar kalau aku sangat mencintainya.
" Kenapa memilih rekan tidur wanita lain?" Tanya langsung Arjun membuat Gumilang tak bergeming.
"Ja...jadi kau sudah tahu?"
" Ya aku baru tahu adikku tidak kau buat bahagia.Dan kau tidak berfikir akibat dari perbuatanmu itu,sengaja atau tidak kau telah menyeretnya dalam masalah dengan mempermainkan perempuan lain, tidak semua wanita sebaik adikku.Tidak setiap wanita mau terima diperlakukan semau prianya.Aku curiga wanita yang kau putisi cintanya yang melakukan ini!" Tuduh langsung Arjun.
" Kalau bukan dia apa taruhanmu? Sekarang malah dirgantara menantang Arjuna.
" Pokoknya penculik Sinta erat kaitannya denganmu." Tegas Arjun.
" Kalau ternyata tidak ada hubungannya sama sekali denganku, apa kau berani bersumpah untuk menyimpan rahasia ini, dan tidak akan mencampuri rumah tangga kami lagi setelah istriku ditemukan?" tanya tantang Gumilang.
" Apa taruhanmu pula jika aku benar?" tantang balik Arjun.
"Kalau benar ini ada kaitannya dengan orang dekatku, maka aku berani melepasnya Demi untuk hidup damai dan aman kedepannya." Tiba- tiba airmata Gumilang menetes tanpa sengaja, teringat semua yang terjadi antara ia dan istrinya selama ini.
" Kalau begitu aku berani bertaruh denganmu. Semoga Daddy dan bibi Jini berhasil menemukan adikku, dan bukan orang dekatmu yang melakukan ini.Kalau kau benar, aku berharap setelah ini kau bisa memperlakukan adikku sebagai istri yang layak." Sahut Arjuna kemudian.
" Tenanglah disini, ada bibi sumi yang akan mengantar keperluanmu sekali setengah jam." Ucap Arjun menyentuh pundak Dirga.
" Sebelum pergi ia juga meninggalkan sapu tangan untuk diatas paha Dirga."Itu sapu tangan milik istrimu, pakailah." Ucapnya akhirnya membuat Dirga memakai kain berlipat segiempat warna merah muda itu.
" Deal!" Pekik Dirga membuat Arjun menahan langkah.
Arjun berbalik dan mengulurkan tangannya pada Dirga.
" Deal." Sambutnya kemudian.
__ADS_1
Heran juga mengapa Juna tidak mengejar langsung adiknya, malahan mengurung Adik ipar? Ada apa ya?
Yang mampir jangan lupa komen, like, fote,give and faforitkan tulisan ini ya."